Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

KONI Pati Raya audiensi dengan KONI Jateng persiapan pelaksanaan Porprov 2023

SEMARANG – Venue untuk menggelar pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 sudah siap 90 persen. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko seusai menerima audiensi KONI Pati Raya di Kantor KONI Jateng, kemarin.
”Dari laporan KONI Pati Raya, kami menyimpulkan kesiapan venue sudah mencapai 90 persen. Jadi ini perkembangan yang menggembirakan,” kata Soedjatmiko kepada wartawan, kemarin.

Dalam audiensi itu, hadir Mustamaji (Ketua KONI Pati), Fathurrahman (Grobogan), Heri Setiono (Blora). Adapun KONI Jepara, Kudus dan Rembang diwakili oleh pengurus. Diketahui, Ketua KONI Kudus Imam Triyanto dan KONI Rembang Vivit Dina Atnasari belum pulang dari ibadah haji. Sedangkan Ketua Umum KONI Jepara Samsul Anwar izin.
Sementara Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana didampingi lima wakil ketua umum yakni Bambang Raharjo (1), Soedjatmiko (2), Hary Nuryanto (3), Amir Machmud (4) dan Sudarsono (5) serta Sekum Ade Oesman, Kabid Litbang Mugiyo Hartono, Kabid Pulahta MF Bagus Faturahman dan Kabid Media-Humas Darjo Soyat.
Di samping memberi laporan tentang perkembangan persiapan masih kabupaten dalam menggelar Porprov, para ketua KONI Pati Raya juga menanyakan kepastian bulan pelaksanaan pekan olahraga antar-Kabupaten/Kota di Jateng itu. Seperti Ketua KONI Blora Heri Setiono yang menanyakan seusai memberi paparan tentang kesiapan Blora. ”Terakhir, kami ingin tahu kapan pelaksanaan Porprov. Ini penting bagi kami dalam menyiapkan semuanya, terutama anggaran,” tanya Heri.

Pertanyaan lain yang mengemuka adalah soal pedoman pelaksanaan pertandingan, batasan minimal peserta dan juga logo Porprov. ”Soal logo ini, apakah kami enam kabupaten seragam atau boleh membikin sendiri-sendiri?” kata Heri melanjutkan pertanyaan.

Atas pertanyaan tersebut, kemudian Bona memberi penjelasan. Soal pelaksanaan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Pemprov Jawa Tengah. Keputusannya akan dituangkan dalam acara Rapat Kerja KONI Jateng, Agustus 2022.
”Kami sudah punya ancar-ancar antara Juli – September 2023. Namun kami harus konsultasi dengan Pemprov, kan penanggung jawab Porprov adalah Bapak Gubernur Ganjar Pranowo,” paparnya.

Upacara Pembukaan
Ketua KONI Pati Mustamaji memaparkan kesiapan daerahnya menggelar Porprov sekaligus menjadi tempat upacara pembukaan. ”Stadion Joyokusumo sudah siap untuk menjadi tempat upacara pembukaan. Dan hal ini sudah didahului ketika launching Persipa Pati yang cukup sukses,” tegasnya.

Guna menggelar Porprov, Mustamaji dan pengurus KONI Pati sudah melakukan study banding ke Jawa Timur yang baru saja menggelar Porprov 2022, dan juga ke KONI Surakarta dengan pengalaman Porprov 2018.
Sayangnya, dalam pertemuan tersebut belum diketahui upacara penutupan akan digelar. Dari enam utusan kabupaten, belum ada satu pun yang menawarkan diri.

”Upacara pembukaan dan penutupan seyogyanya dibuat semeriah mungkin,” kata Wakil Ketua Umum III KONI Jateng Hary Nuryanto.

Sementara Wakil Ketua Umum IV Amir Machmud berpesan kepada para ketua KONI Pati Raya untuk memperhatikan publikasi yakni dengan mengelola pemberitaan oleh wartawan. ”Bukan sekadar menyediakan Media Center, KONI daerah juga harus bekerja sama dengan para wartawan di daerahnya. Mereka harus dilibatkan,” pesannya.
KONI Jateng selaku panitia besar (PB), kata Amir, juga sudah menyiapkan 12 wartawan peliput yang akan ditempatkan di enam kabupaten di wilayah Pati. ”Bidang Media-Humas KONI Jateng sudah mulai bekerja sejak saat ini,” ungkapnya.

Adapun Wakil Ketua Umum V Sudarsono hanya berpesan singkat. ”Kita perlu memikirkan bagaimana Porprov ini bisa dijual. Artinya, ada sponsor bisa ikut menopang pendanaan,” katanya.

Porprov 2023 dijadwalkan digelar selama tujuh hari di enam kabupaten di wilayah Pati Raya. Sebanyak 57 cabang olahraga akan dipertandingkan. Dari jumlah cabang olahraga itu, empat di antaranya harus digelar di luar wilayah Pati yakni arung jeram, berkuda, golf dan balap sepeda. (A4

260 Atlet Pelatda Jawa Tengah Ikuti Test Fisik

SEMARANG – Sebanyak 260 atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) mengikuti test fisik yang diseelenggarakan KONI Jateng di Gedung Prof Kamiso, kampus Unnes Semarang, Sekaran, Jumat dan Sabtu (1-2/7). Pelaksanaan tersebut dilakukan oleh tester yang terdiri dosen olahraga FIK dalam empat sesi yakni Jumat dua sesi (pukul 07.00 – 11.00 dan 13.00 – 16.00 WIB), serta Sabtu dua sesi dengan waktu yang sama.

 

Pembukaan secara resmi tesf fisik dilakukan oleh Sekum KONI Jateng Achmad Ris Ediyanto, yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum II Soedjatmiko yang bertindak sebagai ketua panitia, Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo, Kabid Pembinaan Rumini, Kabid Litbang Mugiyo Hartono.

”Test fisik ini sangat penting dan akan menjadi tolok ukur bagi kebugaran para atlet. Karena itu, para atlet harus sungguh-sungguh menjalaninya,” kata Ade Oesman, panggilan akrab sekum KONI, saat pembukaan.

Hadir pula para wakil ketua bidang pembinaan yang bertanggung jawab pada kelompok cabang olahraga yakni Rudi Dwi Tjahyanto (cabang akurasi), Agus Supriyadi (beladiri), Agus Raharjo (permainan). Adapun Budi Leksono (cabang terukur) berhalangan hadir karena ada tugas di PASI.

Dalam test ini, setiap akan menjalani sembilan tahapan mulai dari pendaftaran dengan diukur tensi, kemudian diukur tinggi dan berat badan. Test sesungguhnya dimulai dari flexibility (dengan cara duduk kemudian meembungkuk dengan jangkauan tertentu), vertical jump (melompat lurus ke atas), speed-power (push-up dan sit-up 30 detik), speedi (sprint 10, 20 dan 30 m), agility (kelincahan), dan terakhir aerobic fitness.

Sementara itu Soedjatmiko menjelaskan, tujuan dilakukan test fisik adalah pertama memantau kesiapan atlet untuk menghadapi latihan, kedua sebagai tolok ukur awal bagia pembuatan program latihan, ketiga merupakan rangkaian besar dari Pelatda. ”Dari hasil test fisik ini, maka program latihan akan dibuat dan diterapkan. Kemudian, nanti ada test fisik lagi sekitar Desember 2022,” paparnya.

KONI Jateng sebenarnya sudah melakukan Pelatda sejak 1 Mei 2022 lalu. Para atlet berlatih di bawah pengawasan pelatih masing-masing cabang olahraga. Namun demikian, beberapa atlet Jateng juga ada yang saat ini berada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games. ”Solusi untuk atlet yang berada di Pelatnas, maka kami akan meminta hasil test fisik nasional,” katanya.
Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, meskipun secara umum para menjalani test fisik yang sama, namun disesuaikan juga dengan klasifikasi cabang olahraga. Ada tiga kategori yakni kelompok cabang olahraga yang dominan fisik tinggi, sedang dan rendah. ”Tentu kebutuhan fisik atletik berbeda dari catur. Nah karakteristik itu ikut menentukan pola test,” katanya. (A4)

KONI Jateng Optimalkan SDM Atlet Melalui Pendekatan Sport Science

SEMARANG – Prestasi olahraga Jawa Tengah sebenarnya tak bisa disepelekan dalam di tataran nasional. Yang perlu terus diciptakan adalah giat mengoptimalkan human resources (sumber daya manusia) untuk disiplin berlatih dengan pendekatan sport science.
Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana mengungkapkan hal tersebut, di sela-sela acara Workshop Penyusunan Program Latihan Pelatda KONI Jateng Tahun 2022 di Hotel Quest Semarang, Jumat 24 Juni 2022. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Sabtu (25/6), diikuti 90 pelatih Jateng yang menangani Pelatda.

‘’Torehan prestasi atlet kita tak bisa disepelekan. Indikasi tersebut, salah satunya hasil SEA Games 2021 di Vietnam, yang mana dari 42 atlet yang masuk kontingen Merah Putih, 31 diantaranya berkontribusi menyumbangkan tujuh emas, 12 perak, 12 perunggu. Ini akan kita optimalkan agar SDM atlet dan pelatih juga lebih optimal, tentu saja dengan pendekatan sport science,’’ tandas Bona.

Bona berharap, dari forum workshop ini, KONI mendapatkan masukan terkait program pelatda Jateng yang muaranya adalah PON XXI 2024 di Aceh-Sumut. Dia mencontohkan, dalam workshop muncul diskusi perlunya pelatih fisik di cabang non-beladiri dan psikiater untuk memantau kejiwaan atlet.

‘’Dalam konteks pembinaan atlet, kadang antara das sollen dan das sein, teori dan praktik di lapangan nggak sama. Kita akan menerima masukan apa yang KONI tidak lihat, dan selalu mencari solusi atas masalah secara bersama-sama,’’ tambahnya.

Dalam workshop itu, Wakil Ketua Umum II KONI Soedjatmiko memberikan paparan garis besar program pembinaan prestasi tahun 2022-2025. Menurutnya, Jateng merupakan provinsi yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet potensial.
‘’Banyak atlet Jateng berbakat yang berprestasi di tingkat nasional, bahkan juara dunia. Ini modal besar untuk menghadapi PON 2024 nanti, ‘’ kata Jatmiko sambil menyebut persiapan PON membutuhkan akselerasi kegiatan secara cepat, efektif dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Jatmiko menyampaikan juga soal kegiatan pendukung pelatda seperti seleksi, try in, tes fisik, mendatangkan pelatih nasional, pelatih asing, dan try out.

Selain Jatmiko, dalam workshop, sejumlah pengurus KON Jateng memberikan materi. Seperti Kabid Binpres Rumini yang banyak membedah tentang Teori Latihan, sedangkan Kabid Sport Science Iptek Tri Rustiadi membedah Tinjuan Fisiologi dalam Latihan Olahraga.
Nara sumber lain, dosen FPOK Universitas Pendidikan Indonesia Dikdik Zafar Sidik berbicara tentang Penyusunan Periodisasi Program Latihan. (Aji)

Mutasi Atlet Jadi Bahasan Pengprov

SEMARANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023
merupakan pesta olahraganya atlet-atlet Jateng, bukan atlet
provinsi lain. Karena itu, harus diwaspadai munculnya atlet dadakan namun kemudian hilang lagi seusai Porprov.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng
Soedjatmiko dalam rapat koordinasi KONI Jateng dengan ketua
atau utusan pengprov cabang olahraga, Senin (12/6).
”Kalau ada atlet daerah lain mau bergabung dengan
Kabupaten/Kota di Jateng, kami sangat terbuka. Namun,
setelah itu terikat dengan Jateng hingga PON Aceh-Sumut.
Bukan ikut Porprov ikut Kota/Kabupaten, setelah itu
hilang,” katanya.
Rapat Koordinasi dihadiri Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo Munajat, Kabid Pembinaan Rumini, Kabid Organisasi Joko Priyono dan Kabid Hukum Ali Purnomo, serta Wakabid Pembinaan Budi Leksono, Agus Raharjo, Agus Supriyadi dan Rudi Dwi Tjahyanto.Bahasan mengenai mutasi atlet memang menjadi bahan pertanyaan peserta. Namun KONI Jateng belum memiliki acuan, sehingga batas waktu mutasi belum diputuskan. ”Dari hasil RAT KONI Jateng 2020 memang sudah diputuskan untuk Porprov 2022. Karena pelaksanaan Porprov bergeser ke
2023, otomatis acuan itu gugur. Untuk penetapannya, harus lewat Rakerprov,” kata Kabid Hukum Ali Purnomo. Atas hal tersebut, utusan Pengprov PBVSI Jateng Lamidin memberi saran, batasan mutasi Porprov adalahs setahun sebelumnya. Hal itu didasari pemikiran bahwa mutasi untuk PON 2024 adalah dua tahun, yang berarti tahun 2022 ini merupakan batas akhir. ”Untuk Porprov, bolehlah pindah antakota/kabupaten, yang penting masih untuk Jawa Tengah. Artinya, jika Porprov September 2023, maka batas akhir perpindahan adalah September 2022 ini,” paparnya. Pelaksanaan Porprov sendiri belum diputuskan bulan dan tanggalnya. Ancer-ancer yang diperkirakan adalah Juli, September atau November 2023. ”Kita masih berpikir juga soal Pra-PON. Jangan sampai waktunya tumbukan,” kata Soedjatmiko.

Porprov 2023 direncanakan digelar di wilayah Eks Pati Raya
meliputi Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora dan
Grobogan. Cabang olahraga yang akan dipertandingkan 65.
Untuk kelolosan cabang olahraga tuan rumah, hanya cabang
olahraga yang digelar di Kabupaten tersebut. ”Misalnya bola
voli di Kudus, yang hanya Kudus saja yang lolos otomatis.
Sementara lima kabupaten lain di Pati Raya tetap ikut Pra-Porprov,” papar dosen FIK Unnes itu. Mengenai pelaksanaan Pra-Porprov, Soedjatmiko menjelaskan, dijadwalkan mulai Juni sampai November 2022.

Peraih Medali PON Papua Terima Tali Asih Tahap Kedua

SEMARANG – Kabar gembira bagi para atlet dan pelatih yang meraih medali pada PON XX Papua 2021 lalu. Mereka sudah dapat menerima tali asih tahap kedua dari KONI Jateng, yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing atlet.
”Ya, kami sudah mentransfer tali asih tahap kedua kepada para atlet maupun pelatih peraih medali PON XX Papua,” kata Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko kepada wartawan seusai acara senam bersama pengurus dan staf KONI di halaman kantor KONI Jateng, Jumat (10/6).
Tali asih tahap kedua ini, yakni 62,5 persen, melengkapi jumlah 100 persen hak yang harus diterima atlet dan pelatih. Tahap pertama sudah diberikan sebesar 37,5 persen atau sebesar 8,188 miliar rupiah (Rp 8.188.749.888) yang diambilkan dari dana Sisa Lebih Anggaran (Silpa) tahun 2021.
”Adapun yang tahap kedua Rp 13.617.875.000 merupakan anggaran murni tahun 2022 ini,” kata Soedjatmiko.
Lebih lanjut dosen FIK Unnes itu menjelaskan, tali asih untuk pelatih ditransfer ke rekening Pengprov cabang olahraga. Alasannya, pelatih lebih dari satu orang dan bisa juga mendapat medali dari beberapa atlet yang dilatihnya.
Soedjatmiko juga menjelaskan, transfer tali asih tahap kedua dinilai lebih cepat dibanding sebelumnya. Sebab, anggaran murni KONI yang diterima dari Pemprov Jateng juga lebih awal. Dana cair pada Senin (6/6), kemudian salah satunya langsung dialokasikan untuk tali asih tahap kedua, Jumat (10/6).
”Kami tidak mau menunda-nunda hak atlet dan pelatih,” tegasnya.

Apresiasi KONI
Atas nama KONI dan Pemprov Jawa Tengah, Soedjatmiko menyampaikan apresiasi kepada atlet dan pelatih atas jerih payah dan kerja kerasnya menyumbang medali dari PON Papua.
”Terima kasih dan penghargaan yang tinggi dari KONI dan Pemprov Jawa Tengah kepada para atlet dan pelatih atas perjuangannya di lapangan,” katanya.
Dengan turunnya tali asih tahap kedua itu, KONI Jateng berharap para atlet tetap terjaga motivasinya. ”Ya, setidaknya semangat kita kembali terpacu untuk menyongsong PON XXI Aceh-Sumut,” harap Soedjatmiko.
Bidang Pembinaan KONI Jateng, sejak Mei 2022 lalu sudah melakukan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). ”Jadi kami sudah memulai program menghadapi PON Aceh-Sumut. Alhamdulillah, waktunya pas yakni Mei dicanangkan, kini Juni tali asih tahap kedua selesai. Semoga jadi pemacu semangat,” harapnya.
KONI Jateng memang mengencangkan semangat. Sebab pada PON XX lalu, posisi melorot ke urutan keenam (27 emas, 47 perak dan 64 perunggu) di bawah Bali yang unggul satu emas (28). Empat besar PON lalu Jabar, Jatim, DKI dan tuan rumah Papua.

KONI Jateng Kerja Sama dengan PT Taisho

SEMARANG – KONI Jawa Tengah melakukan Penandatanganan naskah kerjasama ( Mou) dengan PT.Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk di kantor KONI Jateng komplek Gelora Jatidiri Semarang, Senin( 6/6/2022).
Penandatanganan kerjasama tersebut masing masing dilakukan oleh Ketua Umum KONI jateng Bona Ventura Sulistiana sedangkan dari pihak PT.Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk diwakili General Manajer Toshiyuki Ishi’i dan Regional Commercial Director Sonny Adi Nugroho.
Ketua umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana mengayatakan, pihaknya mengapresiasi yang dilakukan PT.Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk yang peduli terhadap prestasi olahraga di Jateng. Melalui produk produk yang dihasilkan perusahaan tersebut, diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Oleh karena itu Bona Ventura yakin dari produk yang dihasilkan PT.Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk dapat berguna untuk kepentingan atlet prestasi dan pelatih di Jateng.
” saya mengapresiasi langkah yang dilakukan perusahaan farmasi tersebut dalam mendukung prestasi atlet karena yang menggunakan produk secara langsung adalah atlet dan pelatih “, kata Bona.
Sementara itu General Manajer PT.Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Toshiyuki Ishi’i mengatakan, melalui kerjasama ini pihaknya dapat melakukan kontribusi untuk turut mengembangkan prestasi atlet.

” langkah ini terus akan kami tindak lanjuti melalui kontribusi produk farmasi kami, sehingga akan dapat digunakan langsung oleh atlet” tutut Toshiyuki.
Pada kesempatan yang sama Regional Commercial Director Sonny Adi Nugroho mengungkapkan, Taisho merupakan produsen farmasi untuk peregangan cedera otot dan untuk pendinginan saat melakukan olahraga serta digunakan untuk penanganan peradangan diantaranya counterpain dan lain lain.
Itulah sebabnya , pihaknya sangat tergerak kepada atlet dan pelatih di jawa tengah dengan memberikan suport melalui produknya.

” saya sangat peduli terhadap atlet prestasi dan pelatih jawa tengah bagaimana supaya mereka itu berprestasi disegala event, dengan cara mensuport produk kami”, singkat Sonny.
Penandatanganan naskah kerjasama ditandai dengan pemberian donasi 6000 tub counterpain yang disaksikan pula oleh Wakil Ketua Umum I KONI Jateng Bambang Raharjo Munajat, Wakil Ketua Umum II Soedjatmiko, Wakil Ketua Umum V Sudarsono, Sekum Ade Oesman, Bendahara Umum Prasetyo Budie Yuwono, Bidang Kerjasama Erikda Ucok Hindratmo, dan Kabid Media Humas Darjo Soyat serta dan Wakabid Media dan Humas Sigit Pramono. ( Sigit PR)

KONI SULAWESI TENGGARA STUDI BANDING KE KONI JATENG

SEMARANG – Alvian Taufan Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Undip, memimpin KONI Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2022 -2026. Susunan kepengurusannya yang berjumlah 60 orang tinggal menunggu SK (surat keputusan) KONI Pusat, sekaligus pelantikan.

”Ya, kami sengaja memilih KONI Jawa Tengah untuk studi banding karena kebetulan saya adalah mahasiswa Undip. Jadi sekaligus lihat Kota Semarang,” kata Alfian saat membuka sambutan pada acara Study Banding dengan KONI Jawa Tengah di Kantor KONI Jateng, kemarin.
Alvian datang didampingi Alam Nashrul (wakil ketua) dan Ariyansyah (wakil sekum, yang kebetulan asal Boyolali). Mereka diterima Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, yang didampingi Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo Munajar, Sekum Ade Oesman, Tim Audit Internal Adenk Sudarwanto, Kabid Organisasi Joko Priyono, Kabid Pembinaan Rumini dan Kabid Media-Humas Darjo Soyat.

Lebih lanjut Alvian menyebutkan, selama dua tahun kuliah dia belum pernah melihat kampusnya. ”Saya lulusan Covid-19, lulus tahun 2020. Kemudian diterima di Undip, acara perkuliahan berlangsung online,” ungkapnya.
Pria kelahiran 19 Maret 2022 dari pasangan Ali Mazi (Gubernur Sulawesi Tenggara) dan Agista Ariany Bombay (alm) menjelaskan alasan memilih ilmu kelautan adalah ingin mendedikasikan ilmunya bagi bangsa Indonesia yang merupakan negara kepuluan.

”Ilmu Kelautan Undip terakreditasi A, sehingga saya anggap sangat layak untuk menimba ilmu di sana,” jelas Alvian, yang juga menjabat sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sultra itu.
Sebenarnya masa kepengurusan KONI 2019 – 2023 belum habis masa baktinya. Namun Agista Ariany (ibu Alvian) yang saat itu menjabat sebagai ketua, wafat pada Juli 2021 lalu.
Pada Musprov KONI Sulawesi Tenggara, 29 Maret lalu, Alvian secara aklamasi terpilih karena menjadi calon tunggal. ”Saya itu hobi olahraga, mulai dari sepak bola, lari bahkan balap motor. Jadi bukan menjadi beban untuk memimpin KONI,” jelasnya.

Study Banding
Sebelum menjalankan roda organisasi, Alvian sudah menyusun program kerja. Namun demikian, pihaknya perlu menimba ilmu dari provinsi lain yang dianggap berpengalaman dan setara dengan daerahnya. ”Di samping faktor Undip tadi, saya melihat Jawa Tengah merupakan provinsi yang banyak merebut medali pada PON Papua lalu. Hal lainnya adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” paparnya.

Dengan pertimbangan tersebut, maka Bona kemudian menyertakan bidang pembinaan dan bidang organisasi untuk menyambut tamunya. ”Karena tamunya tiga, maka kami cukup tujuh orang untuk menyambutnya. Kalau kebanyakan, malah njomplang,” kata Bona dalam sambutannya dengan nada guyon.
Bona pun menyebut tidak akan menyembunyikan ilmu yang dimiliki KONI Jateng. Sebab Sulawesi Tenggara bukan pesaing langsung dalam perebutan medali pada PON. ”Ya, memang kami sedikit mengalami peningkatan. Jika pada PON sebelumnya peringkat 26, kin naik menjadi 24,” kata Alvian menimpali ucapan Bona.

Kabid Pembinaan Rumini, kemudian memaparkan apa yang dilakukan Jateng. Salah satunya adalah dalam pembinaan cabang olahraga diklasifikasi empat yakni cabang akurasi (seperti menembak dan panahan), terukur (renang, atletik), permainan (sepak bola, bulu tangkis) dan beladiri (karate, silat dsb). ”Masing klasifikasi dikomandani Wakil ketua bidang pembinaan. Jadi kami bisa lebih fokus,” paparnya.
Sementara Adenk menjelaskan tentang pengelolaan keuangan. DS)

ALVIANTO BAGAS RAIH MEDALI UNTUK INDONESIA DARI CABOR PANAHAN

HANOI- Atlet panahan Jawa Tengah Alfianto Bagas Prastyadi berhasil menyumbangkan medali emas untuk Kontingen Indonesia, di SEA Games, Hanoi, Vietnam yang berlangsung di Hanoi Sport Training & Competition Centre, Nhon Town, Nam Tu, Liem, District, Rabu (18/5/2022).

Turun di nomor mens team recurve cabang olahraga panahan bersama Riau Ega Agata, dan Arif Dwi Pangestu, tim panahan Indonesia menumbangkan tim favorit juara, tuan rumah Vietnam dengan skor 6-2.

Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana ikut menunggui Bagas dkk saat laga final tersebut bersama Sekum Ade Oesman dan Kabid Pulahta M. Fatchurrahman Bagus S. Demikian pula Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Ketua Umum KONI NTT Joseph Nei Soi dan Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Denny Abdi.
Ikut mendukung juga ratusan suporter Indonesia.
Teriakan Indonesia…..Indonesia….Indonesia dari para suporter Indonesia langsung bergemuruh begitu juri mengumumkan Indonesia juara.
Bendera Merah Putih pun dikibarkan tiga pemanah Indonesia. Marciano Norman dan Bona Ventura Sulistiana yang duduk di kursi kehormatan langsung memberi ucapan selamat, diikuti beberapa tamu VIP yang hadir.

Turut Bangga .

Bona Ventura Sulistiana usai laga final menyatakan, merasa bangga dengan kontribusi atlet Jateng untuk Kontingen Indonesia. ”Atas nama KONI Jateng saya mengucapkan selamat untuk tim panahan Indonesia. Kami juga turut bangga, salah satu atlet Jateng menjadi bagian dari keberhasilan meraih medali emas ini,” ujar Bona.

Keberhasilan Bagas menyumbangkan medali emas, diharapkan menjadi motivasi atlet-atlet Jateng yang lain yang bergabung di Kontingen Indonesia di SEA Games, Hanoi.Jateng sendiri menyumbangkan 41 atlet, 7 pelatih, dan satu masseur untuk Kontingen Indonesia. Jumlah atlet Indonesia ada 499, dan 214 ofisial mengikuti 32 cabang olahraga.

Bagas usai pertandingan menyatakan kebanggaannya terharu ditunggui ketua umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana.

Hendika Pratama pemanah Jateng lain yang akan turun di nomor, mens componud juga menyatakan bangga bisa mendapat perhatian dari KONI Jateng.
”Sebagai atlet Jateng saya bangga bisa ditunggui Pak Bona. Semoga kedatangan beliau dan pengurus lain bisa memberikan motivasi kami,” papar Handika. (ade)

 

Kiai Daroji : Atlet Harus Jujur dan Disiplin

KONI Jawa Tengah dibawah pimpinan Bona Ventura Sulistiana diharapkan prestasinya lebih baik sehingga atlet daerah ini semakin berjaya di ajang Nasional.

Demikian harapan disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia( MUI) Jawa Tengah Dr KH Achmad Daroji MSi ketika tampil memberikan tausiah dalam halal bihalal Keluarga besar KONI Jawa Tengah, di kantor KONI Jateng komplek Gelora Jatidiri Semarang, Jum’at(13/5/2022).
Meskipun Halal bihalal terbatas hanya untuk pengurus dan karyawan kantor KONI Jateng, namun Ketua Umum KONI Bona Ventura Sulistiana SH MH mengundang juga tokoh-tokoh olahraga maupun ketua lembaga yang terkait dengan keolahragaan. Hadir pada acara itu Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid SPdI, Kabid Keolahragaaan Disporapar Aria Chandra Destianto STP MSi, Analis Kebijakan Ahli Madya Sekda Provinsi Woro Budisayekti SSos MSi, Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesra Provinsi Budi Martono SH MH, Koordinator PPHD Sri Wahyuningsih SH (mewakili Kabiro Hukum Provinsi), Kepala PPLOP Provinsi Eni Kurniati ST MM, Mario (mewakili Kepala Inspektrorat Provinsi Dhani Widianto SSos MSi), Kapolsek Gajahmungkur Kompol Juliana BR Bangun SH MH.
Undangan lain yang hadir adalah wakil-wakil pengprov cabang olahraga yang berkantor Kompleks GOG Jatidiri yakni Sekum PBSI Iswoyo, Sekum Perbakin Mugiyo Hartono, Ketua Harian IMI Dedi Satria Budiman, Wakil Ketua Umum II Sudjatmiko, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto (yang juga wakil ketua umum III/bidang dana) dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud (yang juga wakil ketua umum IV), Ketua Harian Pengprov Wushu Sudarsono.

Achmad Daroji yang juga ketua Basnaz Jawa Tengah menyatakan, muara menuju prestasi tidak lepas dari tuntunan Nabi Muhammad SAW yakni dengan memegang kesabaran, jujur dan disiplin. ”Bagaimana mau prestasi jika atlet tidak jujur dan disiplin. Ini kunci seorang atlet dengan tetap menjunjung disiplin, insya Allah akan prestasi”, tegas Achmad Daroji.

Jujur dan disiplin merupakan roh ibadah puasa. Sebab mereka yang berpuasa itu tidak akan mencuri-curi kesempatan, misalnya minum, meskipun tidak ada yang menyaksikan. ”Ya, semangat puasa itu harus kita jalankan terus setiap saat. Keyakinan kita bahwa Allah selalu mengawasi, bukan hanya saat berpuasa.
Pada kesempatan tersebut Kiai Daroji juga menyampaikan halal bihalal merupakan produk asli masyarakat Indonesia bahkan acara halal bihalal sekaran ini ditiru oleh negara lain seperti Malaysia. ”kita bersyukur di negara kita ada kegiatan halal bihalal yang ternyata bayak manfaatnya.”

Menurut mantan pengajar UIN Walisanga Semarang itu, kegunaan halal bihalal bagi masyarakat Indonesia tidak hanya sebagai ritual keagamaan namun bersifat universal yang diikuti seluruh masyarakat agama apa pun. ”Sebab, setelah ummat Islam selama satu bulan berpuasa Ramadhan, tentu ingin tetap suci yakni dengan saling bermaaf-maafan satu sama lain.”

Sementara itu Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana dalam sambutannya mengatakan, hikmah dari halal bihalal adalah memumpuk kerukunan, kekompakkan seluruh keluarga besar KONI Jateng. Termasuk juga atlet.
Menurut Bona Ventura, selama Ia memimpin KONI Jateng bertekad menjalankan tugas dengan lurus demi prestasi olahraga di propinsi ini.(DS)

 

 

 

SK PORPROV 2023 DITERIMA KONI JATENG

SEMARANG – SK (surat keputusan) Gubernur Jateng tentang penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 diterima KONI Jateng.

Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng kepada Arya Candra Destianto kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dalam acara Buka Puasa Bersama di Kantor KONI Jateng, Jumat (22/4) sore.
Seusai acara Arya menjelaskan kepada wartawan, inti dari isi SK tersebut adalah pelaksanaan Porprov di Pati Raya, September 2023. ”Dengan terbitnya SK tertanggal 21 April 2022 ini, maka menjadi payung hukum untuk bisa segera dilaksanakannya babak kualifikasi PON,” katanya.

Menurut Arya, penyelenggaraan babak kualifikasi (Pra-Porprov) akan dimulai paling cepat Bulan Juni 2022. ”Sampai kapan pelaksanaannya, tergantung masing-masing cabang olahraga. Tetapi, tentu tidak sampai melampaui Desember tahun ini,” jelasnya.
Pelaksanaan Porprov Jateng semula dijadwalkan tahun 2022, tertunda akibat pandemi Covid-19. Terbitnya SK Gubernur yang baru ini berarti mengganti SK sebelumnya. Di luar waktu pelaksanaan, hal lain yakni tentang tuan rumah tidak berubah yakni KONI di wilayah Pati yakni Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan.

Motto HATI
Hadir dalam acara Buka Puasa Bersama itu adalah Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Arya Candra Destianto, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Kesra Woro Budi Sayekti, Analis Ahli Muda Biro Kesra Budi Martono, Kepala Biro Hukum Provinsi Iwanudin Iskandar, Kepala PPLOP Cecilia Eni Kurniati.

Adapun dari unsur KONI Jateng hadir ketua umum Bona Ventura Sulistiana, Wakil Ketua Umum Soedjatmiko, Amir Machmud, Sudarsono, Sekum Achmad Ris Ediyanto, Bendahara Umum Prasetyo Budi Yuwono serta para pengurus KONI Jateng lainnya.
Sebagai penceramah Muhammad Rikza Chamami (dosen UIN Semarang). Dalam mauidoh hasanah, Rikza menjabarkan motto HATI (harmony, acountability, transprancy dan integrity) yang diusung Bona Ventura dalam menjalankan kepemimpinan di KONI Jateng.”Saya hanya melihat dan mengingatkan bahwa mengurus KONI itu berat. Mengurus uang negara untuk pembinaan olahraga, dipaido (atau disalahkan) pasti tetapi belum tentu dapat ganjaran,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, jika terbukti bersalah bisa berurusan dengan hukum dan menjadi tersangka. Karena itu, dia mengingatkan agar prinsip akuntabilitas (acountability) benar-benar dijalankan. ”Bisa saja uang diterima, SPJ tidak jelas. Ini jelas menjadi pekerjaan tidak ringan bagi pengurus KONI,” katanya.

Kemudian prinsip transparansi membuat pengurus KONI harus siap untuk diblejeti oleh berbagai pihak. ”Konsekuensinya, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua harus terbuka,” tegasnya. DS