
SEMARANG – Berdiri di podium tertinggi dengan medali emas di tangan menjadi momen membanggakan bagi Puguh Prasetyo. Bagi lifter yang kini membela Kabupaten Jepara itu, kemenangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 bukan sekadar keberhasilan menaklukkan beban besi. Ada kebanggaan tersendiri karena ia bisa mempersembahkan medali emas untuk daerah yang kini dibelanya.
Lebih dari itu, Puguh ingin prestasinya menjadi awal tumbuhnya gairah olahraga angkat besi di Jepara. Keputusannya berpindah dari Kabupaten Blora ke Jepara tidak semata-mata untuk mengejar prestasi pribadi, tetapi juga membawa harapan agar cabang olahraga tersebut semakin berkembang.
Misi itu mulai terwujud ketika Puguh memastikan diri sebagai peraih emas kelas 110 kilogram lebih putra dalam pertandingan di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Senin (26/10/2026).
Dengan catatan angkatan snatch 125 kilogram dan clean and jerk 150 kilogram, Puguh mengungguli Novel Ardiansyah dari Blora yang meraih perak dengan total angkatan sesuai catatan lomba 125 kilogram dan 141 kilogram pada masing-masing nomor. Sementara itu, Doroan Yates dari Kota Semarang menempati posisi ketiga dengan angkatan 105 kilogram dan 120 kilogram.
Emas tersebut menjadi satu-satunya medali yang diraih Jepara dari cabang olahraga angkat besi pada Porprov tahun ini. Tak heran jika keberhasilan Puguh terasa begitu berarti, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi kontingen Jepara.
“Alhamdulillah, tanggung jawab akhirnya selesai dengan membahagiakan. Latihan dan fokus selama kurang lebih satu tahun setelah Porprov terbayar dengan medali emas sesuai target,” ungkap Puguh seusai pertandingan.
Bagi Puguh, kemenangan kali ini juga menjadi penegasan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Ia pernah meraih emas pada Porprov 2018 di Solo Raya ketika membela Blora. Namun, pada Porprov 2023 di Pati Raya, ia harus puas membawa pulang medali perak.
Kini, setelah berganti kontingen, Puguh kembali merasakan manisnya kemenangan. Bedanya, kali ini medali emas tersebut ia persembahkan untuk Jepara.
Ingin Angkat Besi Jepara Lebih Bergairah
Keputusan Puguh membela Jepara memiliki tujuan lebih luas daripada menambah koleksi prestasi. Ia ingin turut membangun olahraga angkat besi di daerah tersebut, yang menurutnya masih membutuhkan perhatian dan pengembangan.
Puguh berharap kehadirannya dapat membuka jalan bagi lebih banyak atlet muda untuk mengenal dan menekuni olahraga angkat besi. Dengan pembinaan yang semakin baik, Jepara diharapkan tidak hanya bergantung pada satu atlet untuk meraih prestasi di arena kompetisi.
“Kita ingin memperluas angkat besi. Di Jepara belum banyak perkembangan, jadi kita berupaya membuka dan mengembangkan kepengurusan di sana supaya atletnya semakin banyak dan angkat besi Jawa Tengah semakin berkembang,” tuturnya.
Keinginan itu menjadi salah satu alasan penting di balik kepindahannya. Puguh ingin pengalaman yang diperolehnya selama bertahun-tahun berlatih dan bertanding bisa memberikan manfaat bagi perkembangan angkat besi Jepara.
Baginya, keberhasilan meraih emas merupakan langkah awal untuk membangun semangat baru. Prestasi seorang atlet diharapkan mampu menarik perhatian generasi muda, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa Jepara juga memiliki peluang melahirkan lifter berprestasi.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, ia berharap semakin banyak atlet Jepara berani menekuni angkat besi dan tampil dalam berbagai kejuaraan.
Emas Terkunci, Target 180 Kilogram Belum Tercapai
Perjuangan Puguh di arena Porprov tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Setelah mengamankan posisi teratas melalui angkatan clean and jerk 150 kilogram, ia mencoba mengangkat beban 180 kilogram pada kesempatan ketiga. Namun, upaya tersebut belum berhasil.
Padahal, beban 180 kilogram sudah pernah diangkatnya ketika berlatih. Ia pun ingin menguji kemampuan itu dalam pertandingan setelah memastikan medali emas berada dalam genggamannya.
“Angkatan 150 kilogram kami amankan dulu untuk memastikan emas. Setelah itu, saya mencoba 180 kilogram karena itu sudah pernah saya capai saat latihan,” jelasnya.
Puguh mengakui, lonjakan beban sebesar 30 kilogram dari angkatan sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Dalam kondisi pertandingan, peningkatan beban umumnya dilakukan secara bertahap agar atlet dapat menyesuaikan kemampuan dan menjaga teknik angkatan.
Meski gagal mencapai target 180 kilogram, hasil akhirnya tetap menjadi kebanggaan. Puguh sukses membawa pulang emas sekaligus memberikan catatan prestasi penting bagi Jepara.
Menatap Kesempatan di Level Berikutnya
Setelah menuntaskan tugas di Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Puguh berharap masih mendapat kesempatan untuk melanjutkan kiprahnya ke tingkat yang lebih tinggi. Salah satu target yang ingin diperjuangkannya adalah lolos seleksi menuju pemusatan latihan daerah (Pelatda).
“Insyaallah, nanti kami maksimalkan kesempatan yang ada agar bisa lolos ke Pelatda,” katanya.
Emas Porprov 2026 menjadi bukti konsistensi Puguh dalam menekuni angkat besi. Namun, di balik pencapaian itu, ada harapan lain yang ingin diwujudkannya bersama Jepara.
Ia ingin prestasi yang diraihnya tidak berhenti sebagai catatan kemenangan di papan hasil pertandingan. Lebih dari itu, medali emas tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet muda Jepara untuk mengikuti jejaknya.
Bagi Puguh, kebanggaan terbesar bukan hanya kembali berdiri di podium tertinggi, melainkan juga bisa membawa nama Jepara meraih prestasi sekaligus ikut menghidupkan gairah angkat besi di daerah tersebut. **