KOTA SALATIGA– Persaingan cabang olahraga (cabor) taekwondo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 berlangsung sengit. Sejumlah atlet dari berbagai kabupaten/kota berjuang menembus babak final demi memperebutkan medali dalam pertandingan yang digelar di Auditorium UIN Salatiga, Rabu (28/10/2026).
Ketatnya persaingan terlihat dari pertandingan di dua arena yang seluruhnya mempertandingkan nomor kyorugi atau pertarungan. Bahkan, sejumlah kelas disebut sebagai kelas neraka karena tingginya intensitas pertandingan dan risiko insiden yang dialami atlet.
Technical Delegate Taekwondo Porprov XVII Jawa Tengah 2026 sekaligus wasit internasional, Eko Kinaryanto, mengatakan persaingan tahun ini semakin menarik. Atlet dari berbagai daerah mampu bersaing hingga babak semifinal dan final, menandakan pembinaan taekwondo di Jawa Tengah mulai merata.
“Cukup seru untuk pertandingan hari ini karena kelasnya memang kelas neraka. Banyak accident,” ungkap Eko, Rabu siang.
Berbeda dengan hari sebelumnya yang mempertandingkan nomor poomsae atau rangkaian jurus dan kyorugi, seluruh pertandingan di dua arena pada Rabu difokuskan pada nomor pertarungan dalam berbagai kelas berat badan.
Di Arena A, final kategori Senior Middle putri (under 73 kg) mempertemukan Dinda Putri Lestari dari Kabupaten Temanggung dengan Jeiny Flora Mandasta dari Kabupaten Semarang.
Pada kategori Senior Light putra (under 74 kg), Muhammad Fadhil Budiarto dari Kota Semarang akan menghadapi Fahad Abdur Rahman Sasongko dari Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, kategori Senior Middle putra (under 87 kg) mempertemukan Ezar Faadihillah Desta Mahardika dari Kabupaten Cilacap dengan Fadiil Maulana Fadlorrohman dari Kabupaten Sukoharjo.
Persaingan di Arena B juga tak kalah menarik. Pada kategori Senior Feather putra (under 68 kg), Farrel Nirendra Brahmantya dari Kota Semarang akan berhadapan dengan Ariq Alfatih Ageng Rahmatullah dari Kabupaten Banyumas.Adapun kategori Senior Heavy putra (over 87 kg) mempertemukan Hanindra Agung Nugroho dari Kota Surakarta dengan Kelvin Indra Rahma dari Kabupaten Pati.
Di tengah ketatnya persaingan, keselamatan atlet menjadi perhatian penting. Eko mengungkapkan, kebutuhan tenaga medis perlu mendapat perhatian lebih karena sejumlah atlet mengalami insiden selama pertandingan. Kondisi tersebut membuat kesiapan petugas medis menjadi faktor penting untuk memastikan kompetisi berjalan lancar.
Pihaknya pun telah berkoordinasi untuk meminta tambahan tenaga medis. Pasalnya, petugas yang berjaga terkadang harus mengantar atlet ke rumah sakit sehingga jumlah tenaga medis yang tersedia di arena berkurang.
Menurut Eko, penanganan medis yang cepat sangat dibutuhkan, terutama ketika pertandingan berlangsung secara bersamaan di dua arena.
Selain menyoroti keselamatan atlet, Eko menilai peta persaingan taekwondo pada Porprov kali ini semakin merata. Jika sebelumnya persaingan cenderung didominasi daerah tertentu, kini atlet dari berbagai kabupaten/kota mampu menunjukkan kemampuan dan menembus babak penting.
“Ini sudah lebih merata daripada yang dulu-dulu. Kalau dulu dominasinya hanya Semarang dan Solo. Sekarang sudah ada Banyumas, Sukoharjo, dan daerah lainnya. Pembinaannya sudah menyebar,” jelasnya.
Sejumlah kontingen yang masih bertahan dalam persaingan menuju final di antaranya berasal dari Banyumas, Sukoharjo, Surakarta, Kota Semarang, dan Cilacap. Atlet putra maupun putri dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa persaingan memperebutkan medali tidak hanya terpusat pada daerah yang selama ini dikenal kuat dalam taekwondo.
Lebih lanjut, Eko berharap Porprov Jateng 2026 dapat menjadi ajang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu memperkuat Jawa Tengah di tingkat nasional.
Ia juga menyebut atlet yang tampil dalam kompetisi kali ini didominasi wajah-wajah baru. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting dalam pembinaan agar atlet muda mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan menggantikan atlet yang telah lebih dahulu berprestasi.
“Porprov ini diharapkan bisa memunculkan atlet-atlet terbaik untuk Jawa Tengah agar bisa berlaga di tingkat nasional,” pungkasnya.