Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

news

Masuk Cabor Nonunggulan, Tenis Meja Jateng Tertantang Siap Raih Dua Emas di PON

SEMARANG – Pengprov PTMSI Jateng baru akan memulai Pelatda PON XXI pada Juni 2024 mendatang menyesuaikan program KONI Jateng. Sebanyak enam peenis meja telah dipanggil Pengprov PTMSI untuk melaksanakan pelatda desentralisasi di tiga lokasi yaitu Kota Semarang, Jakarta, dan Kudus.

Mereka adalah Donny Prasetyo Aji, Arfan Seina Pramudya , Gusti Aditya Muarif di kelompok putra, Lilies Indriyani, Rofiana Nurul Sabila, da Putri Deny Wulandari di bagian putri.

Meski berstatus cabang olahraga (cabor) non-unggulan karena masuk kategori lini tiga dalam program pelatda PON oleh KONI, Pengprov PTMSI menyatakan komitmennya untuk mengawal program pelatda ini dengan baik. Artinya, pengprov akan memberikan kontribusi maksimal kepada para atlet, melalui sarana latihan dan peralatan.

Wakil Sekretaris Umum PTMSI Jateng Dustamat Jayawiguna menandaskan, tidak akan setengah hati dalam menyiapkan atletnya menuju PON XXI/Aceh-Sumut yang bakal digeber September 2024 mendatang. Apalagi memasang target dua medali emas pada PON nanti.

”Kami akan mengembalikan supremasi tenis meja, sebagaimana era Anton Suseno, Hadiyudo, Mulatsih ataupun Yon Mardiyono di mana Jateng diperhitungkan di kancah nasional. Di tengah batasan yang ada pada kami, para pemain harus berada dalam kondisi ‘on fire’ selama pelatda desentralisasi dan sentralisasi,” tandas Dustamat di Semarang, Kamis 18 April 2024.

Dustamat tak menampik, persoalan pendanaan pada hari ini, esok, atau pun lusa tetap menjadi tantangan berat. Para atlet tetap harus berlatih rutin, butuh asupan gizi, peralatan latihan yang berdaya saing.

”Kebutuhan mereka harus selalu tercukupi. Entah bagaimana caranya PTMSI mau tak mau harus memutar otak. Kalau dibilang tombok, ya memang tekor. Tapi itu kenyataan yang tak bisa dihindari. Mungkin semua kabel mengalami. Tapi apakah itu membuat kami harus mandeg? Latihan menurut kami harus terus berjalan,” tegasnya.

Sasaran Soal

Soal target dua emas yang dipatok PTMSI, menurut dia, bukan sesuatu yang over estimasi atau bahkan ngayawara (omong kosong). Meskipun dalam kualifikasi babak PON, posisi Jateng tak masuk empat besar, Dustamat tetap percaya atas kemampuan tim yang bermaterikan pemain yang sudah malang melintang di kejurnas.

” Saat ini kami fokus, dan tak melihat ke belakang. BK bagi kami adalah sarana meraih tiket, membaca peta, menata posisi perang, karena perang sesungguhnya ada di PON. Meski tenis meja masuk kategori lini ketiga, kami justru tertantang bisa meraih dua emas PON,” ucapnya.

Soal potensi bisa mencakup emas PON, kata dia, kans bisa datang dari sektor ganda putri, beregu putra dan beregu putri.

”Kami punya pelatih berpengalaman seperti Eddie Pramudjie, ada juga eks pemain M Irfan dan Agus Fredy Pramono. Mereka kami kira bisa meracik tim yang solid dan tangguh,” tutupnya. **

Atlet Harus Mengenali Kekuatan Diri dan Lawan

MAGELANG – ”Tidak ada prestasi yang datang tanpa melalui perjuangan. Karena itu, kalian harus berlatih keras guna meraih prestasi tertinggi dalam PON 2024 di Aceh – Sumatera Utara.” Demikian wejangan yang diberikan Komandan Rindam IV/Diponegoro Kolonel A Hadi Al Jufri saat memberi pembekalan kepada sekitar 500 atlet Pelatda Jateng dari 52 cabang olahraga dalam di Lapangan Rindam IV/Diponegoro, Magelang, kemarin.
Dalam upacara militer itu, Hadi menyebut atlet juga harus bisa mengenali atau mengetahui kekuatan sendiri dan mengetahui kekuatan lawan. Dengan mengetahui hal itu, kita bertempur 1000 kali maka akan mendapat kemenangan. ”Kalau lawan bersiap 10 kali, kita harus 20 kali. Kalau sama-sama 10 kali, nanti hasilnya bergantung nasib.

SEMATKAN PITA: Dan Rindam IV/Diponegoro Kolonel A Hadi Al Jufri menyematkan pita kepada salah seorang atlet peserta Character Building KONI Jateng di Lapangan Rindam Magelang.

Dan Rindam juga sekaligus membuka acara, ”Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Selasa, 27 Februari, pukul 13.40 ‘Character Bulding Atlet dan Pelatih Jawa Tengah PON XXI Aceh – Sumut’, saya nyatakan dibuka”.
Setelah pembekalan oleh Dan Rindam menyerahkan kepada Komandan Dodik Bela Negara Letkol Slamat Riyadi untuk menggembleng mental para atlet selama tiga hari, Selasa – Kamis. Karena itu, Slamet Riyadi pun menekankan agar para atlet memanfaatkan waktu yang pendek untuk menyerap ilmu tentang karakter demi meraih prestasi pada PON XXI nanti.
Dalam upacara tersebut hadir pula Ketua Panitia Character Bulding KONI Jateng Mugiyo Hartono, Kabid Pembinaan dan Prestasi Rumini beserta Wakabid Rudi Dwi Tjahyanto dan Agus Supriyadi, Kabid Pulahta M Bagus Faturrahman, Wasekum Bayu Eka Erdiyan, Kabid Media-Humas Darjo Soyat serta pengurus lainnya Sumartono, Madi dan Arfian Lakso.
Sebelumnya, rombongan dilepas Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dari Kantor KONI Jateng Kompleks GOR Jatidiri Semarang menuju Magelang.

Tali Asih
Di sela-sela acara Character Building, juga akan dilakukan peresmian Atlet Pelatda PON XXI Jateng oleh Pj Gubernur Nana Sudjana di Lapangan Rindam, Rabu (28/2) malam. Peresmian tersebut bukan berarti Pelatda baru dimulai, namun sejak 1 Februari, KONI Jateng sudah menggelar pemusatan lathan daerah.
”Untuk persiapan PON, Pelatda sudah dilakukan sejak 1 Februari. Bahkan cabang-cabang olahraga sudah memulainya secara mandiri,” kata Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko.
Acara lain yang dilaksanakan bersama dengan Peresmian Atlet Pelatda adalah penyerahan tali asih kepada Jateng yang membela kontingen Indonesia pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China. Atlet Jateng menyumbang dua medali emas atas nama Amelya Nur Sifa asal Temanggung (sepeda BMX) dan Tri Wahyu Bawono (Demak, dayung), kemddia dua perak Kiromal Katibin (Batang, panjat tebing), Tri Wahyu Bawono (dayung), serta empat perunggu Tharisa Dea Florentina (Kab Semarang, wushu), Sunu Wahyu Trijati (Tegal, soft tenis), Tri Wahyu Bawono (dayung), serta Dora Aulia dan Frisca Karisma (Jepara dan Banyumas, sepak takraw).
Untuk pelatih, juga ada empat orang yang mengantar atletnya meraih medali yakni Kuat (medali emas, perak dan perunggu/Blora, dayung), Mahmud Fauzan Efendi (perak, Surakarta, panjat tebing), Triyanto Budi Santoso (perak, Sragen, panjat tebing) dan Tri Aji (Semarang, perunggu, sepak takraw).

Atlet Pelatda PON XXI akan Dikukuhkan Pj Gubernur

SEMARANG – Atlet Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah) PON XXI Jateng akan dikukuhkan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Kompleks Rindam IV/Diponegoro Magelang, Rabu (28/2) malam mendatang. Pengukuhan itu dilakukan bersamaan dengan program Charracter Building atlet PON 2024.
‘’Sebenarnya Pelatda Jateng untuk menghadapi PON XXI di Aceh – Sumut 2024 sudah berlangsung sejak 1 Februari lalu. Namun seremonial pengukuhan oleh Pak Gubernur (Nana Sudjana) baru bisa dilakukan Rabu mendatang. Sebab sebelum ini banyak kegiatan, di anataranya pelaksanaan Pemilu,’’ Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko seusai rapat panitia Charracter Building di Kantor KONI Jateng, Jumat (16/2) kemarin.
Charracter Building akan diikuti 600 atlet dan 152 pelatih Pelatda Jateng. Mereka akan ditempa oleh prajurit Rindam selama tiga hari yakni Selasa – Kamis (27-29/2) mendatang.
Lebih lanjut Soedjatmiko menjelaskan, dalam Babak Kualifikasi PON XXI Jateng meloloskan 842 atlet dari 60 cabang olahraga. ‘’Namun dengan skala prioritas yakni potensi atlet atau tim untuk merebut medali, maka jumlah atlet yang akan dikirim ke PON diciutkan menjadi 750 atlet. Dari jumlah tersebut, beberapa atlet Jateng ada yang sedang Pelatnas bersama kontingen Indonesia, sehingga hanya 600 atlet saja yang ikut Pelatda Jateng.

Tidak Boleh Diganti
Sementara Ketua Panitia Charracter Building Mugiyo Hartono menekankan kepada Pengprov cabang olahraga agar benar-benar mengirim atlet Pelatda. ‘’Artinya, Pengprov tidak boleh mengganti atlet Pelatda dengan non-Pelatda. Sebab fokus dari acara ini adalah untuk menggembleng daya juang atlet PON,’’ paparnya.
Dengan jumlah pesera mencapai 752 ditambah 24 panitia, maka untuk transportasi diperlukan 14 bus. Mereka akan berangkat Selasa (27/2) pagi pukul 07.00 WIB. ‘’Urusan transportasi ini juga memerlukan pemikiran esktra. Hal lainnya, risiko di jalan juga besar di antaranya bus yang mogok di tengah jalan,’’ kata Mugiyo Hartono.
Dosen FIK Unnes itu mengungkap pengalaman charracter building menjelang PON XX Papua 2021 yang hanya diikuti 450 peserta dengan 7 bus. ‘’Waktu itu ada satu bus yang mogok. Jadi hal ini sudah kami antisipasi,’’ jelasnya. (A4)

KONI Gelar Workshop Kepelatihan

SEMARANG – Dalam rangka refreshing pelatih menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh – Sumut 2024, KONI Jateng akan menggelar ”Workshop Penyusunan Program Latihan Pelatda” di Hotel Grasia Jl Sultan Agung Semarang, Kamis (22/2) pekan depan.
Ketua Panitia Workshop Handoyo seusai rapat panitia menjelaskan, acara itu akan diikuti 90 pelatih dan 60 asisten pelatih Pelatda PON 2024. Karena itu, Pengprov cabang olahraga harus mengirim pelatih dan asisten pelatih yang menangani tim PON.
”Jangan sampai Pengprov mengirim pelatih non-PON. Sebab materi yang akan diberikan adalah fokus penanganan tim, bukan sekadar pengetahuan melatih,” katanya.
Adapun pemateri workshop adalah Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana SH MH dengan materi Pokok-pokok kebijakan KONI Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Umum II Dr Soedjatmiko, MPd (Strategi Jawa Tengah Menghadapi PON XXI di Aceh-Sumut), dosen UPI Bandung Dr Dikdik Zafar Sidik MPd (Pembuatan Program Latihan), dan praktisi kepelatihan Dr Indro Catur Haryono MPd (Implementasi Periodesasi Latihan).

KONI Pusat Ingin Prestasi Jateng di PON Berbanding Lurus dengan Hasil Babak Kualifikasi

SEMARANG – Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno menyampaikan harapannya agar prestasi Jawa Tengah di PON 2024 Aceh-Sumut berbanding lurus dengan hasil babak kualifikasi (BK), yang mampu menembus perolehan 117 emas dan menempati urutan keempat nasional.

Keinginan Suwarno itu disampaikan dalam pembukaan Rakerprov KONI Jateng di Hotel Grand Candi Semarang, Minggu 21 Januari 2024. Rakerprov yang digelar dua hari hingga Senin (22/1), diikuti utusan dari 64 cabang olahraga, 32 KONI kabupaten/kota, dan enam badan fungsional.

”Jateng itu kurang apa? Di sini ada Fakultas Olahraga di Unnes dan UNS, yang artinya dari sisi SDM olahraga tersedia. Makanya dengan meloloskan 842 atlet, saya ingin prestasi Jateng bisa berbanding lurus dengan hasil BK PON,” tandas Suwarno.

Dia ingin KONI Jateng bisa memetakan kembali peluang raihan emas di PON nanti. Caranya dengan mengevaluasi, bagaimana daya saing para juara BK itu dibanding dengan kualitas atlet-atlet DKI Jakarta, Jabar atau pun Jatim.

Pada kesempatan itu, Suwarno juga menitipkan pesan berupa dorongan agar Jateng pada PON 2028 bisa fokus dalam proses pembinaan olahraga yang memiliki nomor-nomor banyak seperti atletk dan renang.

”Untuk PON 2024 ini Jateng harus menghadapi tantangan berat menghadapi Jabar, DKI, Jatim. Saya titip pesan, cobalah pada PON 2028 konsen pada cabor yang nomornya besar. Atletik itu 47 nomor, masak Jateng mung entuk telu (hanya dapat tiga)?,” katanya.

Di depan forum rakerprov, Suwarno menjelaskan dinamika persiapan PON 2024 di Aceh – Sumut. Misalnya terkait keinginan masyarakat Aceh yang ingin punya stadion baru pada momentum PON. Tapi akhirnya karena tingginya biaya dan faktor lokasi, diputuskan merenovasi Stadion Harapan Bangsa namun proses pembangunannya dibuat seperti membangun baru.

Menurut Suwarno, stadion Harapan Bangsa akan menjadi tempat pembukaan PON. Sedangkan untuk upacara penutupan akan dilakukan di Medan yang merupakan ibukota Sumut.

”Sesuai arahan dari Presiden Jokowi, pembukaan PON XXI akan dilakukan di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, 8 September 2024. Saat ini Stadion Harapan Bangsa Bangsa terus berbenah, dan penutupan PON digelar di Medan 20 September 2024,” kata mantan Danpaspampres tersebut.

Selain itu, venue golf di Aceh karena hanya memiliki sembilan hole, dan butuh dana banyak untuk mengembangkan menjadi 18 hole, akhirnya cabor PON ini dipindahkan ke Sumut.

Apresiasi

Rakerprov dibuka oleh Sekretaris Disporapar Jateng Syurya Deta Syafrie yang membacakan sambutan tertulis Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. Syurya menyampaikan apresiasinya terhadap capaian KONI Jateng yang sukses menggelar Porprov 2023 di Pati Raya dan raihan di babak kualifikasi PON dengan 117 emas, 117 perak, dan 125 perunggu.

”Pemprov Jateng juga mengapresiasi kontribusi atlet di SEA Games dan Asian Games. Melalui rakerprov ini, momentum evaluasi dan membuat program kerja olahraga, khususnya dalam rangka pemenangan PON XXI 2024 Aceh Sumut. Persiapan, pelaksanaan, target dan realisasi agar disinergikan dengan cabor-cabor terkait,” bebernya.

Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana menyampaikan, dalam Rakerprov yang bertajuk ‘Memantapkan Langkah Menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut’ berharap, dengan melihat capaian prestasi di BK PON dan keberadaan para atlet yang berprestasi internasional, Jateng mampu berprestasi dan mewujudkan target di PON.

Waketum II KONI Soedjatmiko dalam paparannya menjelakan, pihaknya membagi empat golongan kepada cabor yang ditarget emas. Parameternya berdasarkan hasil PON Papua dan perstasi di BK dan kejurnas.

Menuju PON 2024, kata dia, pihaknya menyiapkan Cabor Unggulan Satu yang meliputi tujuh cabor yang ditarget meraih minimal tiga emas. Selanjutnya Cabor Unggulan Dua (8 cabor/minimal 2 emas), Cabor Unggulan Tiga (26 cabor/minimal 1 emas) dan Cabor Unggulan Empat (20 cabor/1 medali).

Agenda Rakerprov juga ada paparan oleh KONI perwakilan Semarang Raya terkait kesiapan penyelenggara Porprov 2026.

KONI Jateng Akan Gelar Rakerprov

SEMARANG – KONI Jawa Tengah akan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Hotel Grand Candi Semarang, Minggu – Senin (21-22 Januari) mendatang. Rakerprov ini akan diikuti 35 KONI Kab/Kota, Pengprov cabang olahraga dan badan funsgional anggota KONI.
”Kami, panitia pelaksana dengan supervisi ketua umum KONI Jateng, sudah menyiapkan untuk menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI tahun 2023 yang digelar pada 2024,” kata Wakil Ketua Pantia Pelaksana Ali Purnomo kepada wartawan di Semarang, kemarin.
Guna menyiapkan pelaksanaan Rakerprov, panitia telah menggelar setidaknya dua kali rapat, yang terakhir adalah pada Jumat (13/1) lalu. ”Hal-hal yang berkaitan dengan rapat kerja misalnya undangan terkirim 14 hari sebelum, kemudian materi sidang juga terkirim seminggu sebelum. Jadi tinggal menggelar,” kata Ali Purnomo yang merupakan Kabid Hukum Keolahragaan KOMi Jateng itu.
Lebih lanjut Ali menjelaskan, thema Rakerprov kali ini adalah ”Memantapkan Langkah Menuju PON XXI/2024 Aceh – Sumut”. Karena itu pembahasan tentang persiapan menghadapi PON Aceh – Sumut menjadi fokus rapat.
Dalam perencanaan, KONI Jateng akan mengundang masing-masing dua orang perwakilan KONI Kab/Kota, Pengprov dan Badan Fungsional. ”Karena itu, dalam Raker hanya akan dibentuk dua komisi yakni Binpres (Komisi A) dan Organisasi/Hukum (B).

Hal lain yang akan dibahas adalah paparan kesiapan calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov 2026). Seperti diketahui, KONI Semarang Raya dengan koordinator KONI Kota Salatiga akan menjadi tuan rumah. Bendera Porprov Jateng sudah diterimakan kepada Wali Kota Salatiga Sinung Nugraha Rachmadi (ketika itu) saat penutupan Porprov 2022 di Jepara, Agustus 2023.
”Raker ini juga menjadi kesempatan bagi calon tuan rumah Porprov 2026,” kata Ali. (A4)

Tali Asih untuk Atlet dan Pelatih Jateng Berprestasi

SEMARANG, Radar Semarang- Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah memberikan tali asih kepada para atlet dan pelatih yang berprestasi di kejuaraan SEA Games 2022 dan 2023.

Kepala Bidang Keolahragaan, Suci Baskoro Wati, menjelaskan pihaknya menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk tali asih para atlet dan pelatih berprestasi di SEA Games 2022 Vietnam dan SEA Games 2023 Kamboja. Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada para atlet dan pelatih di Jawa Tengah.

“Selain itu, memotivasi para atlet dan pelatih membawa nama harum Provinsi Jawa Tengah, sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan para atlet,” katanya.

Tali asih yang diberikan untuk nomor individu peraih emas masing-masing mendapatkan Rp 90 juta, untuk individu peraih perak mendapatkan Rp 40 juta, dan peraih perunggu Rp 20 juta.

Untuk nomor ganda, setiap atlet peraih emas mendapatkan Rp 65 juta, peraih perak Rp 35 juta, dan peraih perunggu mendapatkan Rp 18,75 juta.

Untuk nomor beregu, setiap atlet peraih emas mendapatkan Rp 45 juta, peraih perak mendapatkan Rp 25 juta, dan peraih perunggu mendapatkan Rp 12,5 juta.

Sedangkan untuk pelatih, peraih medali emas mendapatkan Rp 45 juta, peraih perak mendapatkan Rp 30 juta, dan peraih perunggu mendapatkan Rp 20 juta.

“Jumlah yang menerima ada 44 orang di SEA Games 2022 dan 41 orang di SEA Games 2023, dan ini juga berlaku untuk Soina, Olimpic, dan MPC,” katanya.

Ia berharap para atlet yang sudah berprestasi di Jawa Tengah, tetap loyal kepada Jawa Tengah dan lebih berprestasi hingga jenjang internasional.

Atlet Wushu peraih emas, Tharisa Dea Florentina, 22, sangat bersyukur mendapatkan Rp 90 juta. “Mungkin ini ditabung untuk investasi, sebelumnya dapat Rp 525 juta dari Kemenpora,” tuturnya.

Ia berharap tidak hanya mendapat bonus saja, tetapi mendapatkan jaminan pekerjaan di masa depan untuk para atlet.

“Targetnya mendapatkan emas di PON 2024 Aceh-Sumut, kami harus tetap mempersiapkan, tuan rumah harus diwaspadai,” kata atlet kelas 52 kilogram.

Ia mengajak para atlet Jawa Tengah tidak mudah diiming-imingi untuk pindah provinsi lain. “Tetap loyal kepada Jawa Tengah,” jelasnya.

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana, menambahkan, pemberian tali asih kepada para atlet dan pelatih supaya keras bekerja untuk mengharumkan Jawa Tengah. “Ini bentuk kesungguhan KONI agar lebih merasa termotivasi untuk Jawa Tengah,” katanya.

Pemberian tali asih untuk menjaga para atlet dan pelatih untuk selalu loyal kepada Jawa Tengah. “Karena banyak iming-iming untuk membela provinsi lain,” katanya.

Bona berharap, para atlet dan pelatih Provinsi Jawa Tengah bisa berkompetisi lebih baik. Sehingga mempertinggi prestasi. “Karena KONI telah menyediakan fasilitasi untuk kegiatan pelatda, sentralisasi, disentralisasi, bahkan mendatangkan pelatih dari luar negeri kita lakukan untuk para atlet, khususnya pada PON 2024 ini, dan ada atlet Jawa Tengah di SEA Games, Asean Games,” katanya. (fgr)

PPKORI Dukung Prestasi Olahraga Jawa Tengah

SEMARANG – Dalam rangka mengoptimalkan perannya terhadap perkembangan prestasi olahraga Jawa Tengah, Persatuan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Jateng menggelar workshop dengan peserta para pelatih cabang olahraga yang lolos ke PON XXI/2024, Sabtu (23/12) pekan lalu.
Dalam acara yang digelar di Kantor KONI Jateng dengan thema ”Peran PPKIRI Jateng dalam Mendukung Prestasi Olahraga di Jawa Tengah”, Ketua PPKORI Jateng Prof Dr dr Hardhono Susanto mengakui organisasi yang dipimpinya belum maksimal. Karena itu, pihaknya menggelar acara tersebut demi ikut mendukung prestasi pada PON 2024.
”Kesehatan olahraga itu banyak sekali permasalahannya, mulai kesehatan itu sendiri, doping, cedera dan lain-lain. Namun kami akui, kami belum maksimal,” kata Hardhono dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena itu, dia berterima kasih kepada PPKORI atas dukungannya dalam mengembangkan prestasi olahraga. ”Kami harapa acara seperti ini bukan yang pertama, juga bukan yang terakhir. Artinya, PPKORI bisa berkala menyelenggarakan acara sejenis.
”Semoga ini bukan yang pertama, juiga bukan yang terakhir. Kami lihat peran PPKORI dalam membantu prestasi sangat dibutuhkan,” kata Bona.
Pada workshop tersebut, tampil empat nara sumber yakni Bona Ventura Sulistiana, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko, Prof Dian Ratna Sawitri PhD (dekan Fakultas Psikologi Undip) dan dr Robin Novriansyah. Moderator acara tersebu Yuswo Supadmo.
Bona menyebut dukungan psikologis bagi atlet Jateng ke PON 2024 sangat dibutuhkan. Hal itu berdasar pada pengalaman PON 2021 lalu. ”Seorang juara dunia panjat tebing (Aris Susanti), terpeleset saat start pada semifinal. Hal-hal seperti ini perlu kajian psikologis,” katanya.
Adapun Soedjatmiko menyebut guna meraih prestasi pada PON 2024, pihaknya menerapkan analisis SWOT (strenght, weaknees, opportunity dam threaty). Dia pun menjelaskan tentang kelebihan dan kemungkinan ancaman prestasi atlet Jatengh pada PON 2024.


Kemudian dr Robin Novriansyah menjabarkan tentang cedera otot yang sering dialami para atlet dan penanganannya. ”Penyebab terjadinya cedera otot di antaranya kurang pemanasan, badan tidak dalam kondisi fit, kurang lentur, kelelahan, keletihan, mengangkat beda berat dalam posisi tidak tepat, melompat, berlari, tergelincir dan kehilangan pijakan,” paparnya.
Sedangkan Prof Dian menyebut beberapa hambatan yang mempengaruhi rendahnya prestasi olahraga nasional di antaranya profesi atlet tidak atraktif bagi generasi muda, olahraga tidak terintegrasi dengahn sistem pendidikan, minimnya dana untuk pembinaan olahraga, belum optimalnya keterllibatan berbagai pihak dalam pembinaan olahraga serta minimnya sarana dan prasarana olahraga. (A4)

Panahan Target Rebut 18 Tiket PON

SEMARANG – Kontingen panahan Jawa Tengah menargetkan 18 tiket ke PON 2024. Hal itu disampaikan Ketua Pengprov Perpani Jateng Sujarwanto Dwiatmoko saat audiensi dengan Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura di Kantor KONI, Kamis (16/11).
”Panahan membidik 18 tiket ke PON, yang berarti semua nomor diambil. Namun, kami cukup berjuang merebut 12 saja, karena 6 lainnya sudah lolos dengan fasilitas wild card,” katanya.
Dalam audiensi itu, Bona didampingi Wakil Ketua Umum II – III Soedjatmiko dan Harry Nuryanto, Sekum Ahmad Ris Ediyanto, Kabid Pembinaan dan wakil Rumini dan Rudi Dwi Tjahyanto, Kabid Pulahta M Bagus Faturrahman serta Kabid Media-Humas Darjo Soyat.
Panahan akan mengikuti babak kualifikasi PON 2024 di Bogor, 18 – 24 November ini. Tim beranggotakan 30 orang, dengan rincian 2 ofisial, 4 pelatih, dan 24 atlet (8 coumpond, 8 atlet divisi nasional dan 8 atlet recurve).
Adapun 6 atet yang lolos tanpa kualifikasi adalah Hendika Pratama Putra (emas SEA Games 2022), Alviyanto Bagas Prastyadi (emas SEA Games 2022), Catherine Thea Darma (Pelatnas), Vinenthea Natasya M (Pelatnas), Qanita Syauqina L dan Gilang Aji Jayawardhana.
”Jadi fokus kami tinggal meraih 12 tiket, atau dua pertiga lagi,” katanya.
Sujarwanto, yang merupakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, merasa optimistis tim panahan bisa memenuhi target. Sebab dalam beberapa event panahan nasional, Jateng selalu juara umum, seperti Kejurnas Panahan Senior di Palangkaraya dan Kejurnas Panahan Yunior di Yogyakarta.

Psikologis
Sementara Bona dalam arahannya mengingatkan agar atlet panahan juga menjaga faktor psikologis. Sebab, cabang olahraga akurasi itu bukan sekadar membutuhkan fisik prima namun juga konsentrasi.
”Ya, kalau fisik bagus tetapi psikologis kurang, maka hasil kurang optimal,” katanya.
Adapun Soedjatmiko menyebut hingga kini Jateng telah meloloskan 868 atlet dengan prestasi 117 medali emas. ”Sembilan cabang olahraga sebelumnya minimal meraih 5 emas. Maka kami harapkan panahan menjadi cabang ke-10 yang mampu merebut 5 atau lebih medali emas,” kata wakil ketua umum II KONI Jateng itu. (29)

Empat Pesilat Jateng dapat Wild Card – Pra-PON Pencak Silat

SEMARANG – ”Semoga Allah mengijabahi ikhtiar kita,” ucap Ketua Pengprov IPSI Jateng Harry Nuryanto menutup laporan kepada KONI Jawa Tengah saat pamitan kontingen pencak silat untuk menghadapi Kejurnas/Babak Kualifikasi PON 2024 di kantor KONI Jateng, Jumat (8/9) kemarin.
Kejurnas Pencak Silat yang diikuti seluruh provinsi di Indonesia dijadikan pula sebagai babak kualifikasi PON 2024. Event itu akan berlangsung di UNS Surakarta, 10 – 14 September ini.
Atas ungkapan kata penutup tersebut, Wakil Ketua Umum IV KONI Jateng Amir Machmud NS menyambutnya dengan baik. Ia pun mengungkapkan, di balik persiapan keras dan serius pada akhirnya seorang atlet/pesilat akan menyerahkan hasil akhir kepada kekuasaan Allah SWT. ”Sangat baik harapan dari Mas Yanto selaku ketua IPSI. Maka dari itu, kita tidak boleh takabur atas prestasi kita,” katanya.
Acara pamitan kontingen pencak silat dihadiri Sekum KONI Jateng Achmad Ris Ediyanto, Wakil Sekum BayU Eka Erdian, Kabid Pembinaan dan wakil Rumini dan Agus Raharjo serta Kabid Media-Humas KONI Darjo Soyat. Dari IPSI hadir antara lain Sekum Kuncoro Dwi Wibowo dan pelatih Sigit Infantoro.
Dalam laporan, Yanto (panggilan akrab Harry Nuryanto) menyebut Jawa Tengah mengirimkan 14 atlet putra dan 10 putri untuk tampil dalam 12 nomor tanding dan 6 nomor seni. Guna menghadapi event tersebut, para pesilat dengan bimbingan para pelatih digodok dalam Pelatda (pemusatan latihan daerah) selama lima bulan di Graha Wiyata Patemon Gunungpati, Semarang.
”Target kami bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin,” tegasnya.
Sementara empat pesilat Jateng yakni Khoirudin Mustakim (kelas A putra), Safira Dwi M (B putri), Atifa Fismawati (D putri), Tito Hendra SK (E putra) mendapar wild card, sehingga langsung lolos ke PON 2024 tanpa harus ikut babak kualifikasi. Hal itu sebagai penghargaan atas prestasi mereka, menyumbang empat dari sembilan medali emas Indonesia pada SEA Games Kamboja 2023 lalu.
Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Jateng Rumini juga mendorong agar para pesilat tidak minder menghadapi lawan-lawannya. ”Semakin kuat lawan, kita harus lebih bersemangat untuk meraih hasil maksimal. Sebagai atlet, saya juga selalu tertantang untuk memecahkan rekor,” kata Rumini. (A4)

http://sisfora.pekalongankab.go.id/assets/laporan/ https://jdih.sumbawakab.go.id/ https://perpus.pn-wates.go.id/ situs slot https://bpbjsetda.lumajangkab.go.id/sertifikat/kay/ https://siat.unpad.ac.id/eoffice2020/uploads/ https://siat.unpad.ac.id/eoffice2020/uploads/ https://si-asik.tubaba.go.id/assets/kygacor/ https://dapurberita.tubaba.go.id/tentang/