Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Tak Berkategori

Arista/Iqbal Cetak Sejarah – ISSF World Cup Rifle/Pistol 2023

JUARA DUNIA : Petembak Jawa Tengah Muhammad Iqbal Raia Prabowo (kiri) dan Arista Perdana Putri Darmoyo (kanan) berpose saat pengalungan medali emas kejuaraan ISSF World Rifle/Pistol 2023 di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1). (29)

JAKARTA – Indonesia mencetak sejarah dengan meraih emas pertama dalam gelaran Piala Dunia Menembak atau ISSF World Cup Rifle/Pistol 2023 setelah duet petembak Jateng Arista Perdana Putri Darmoyo/Muhammad Iqbal Raia Prabowo menjadi yang terbaik di nomor 10m Air Pistol Tim Campuran.
Kepastian Arista/Iqbal menyabet emas setelah di final menang telak 16-4 atas Min Kyung Oh/Mose Kim (Korea Selatan 2) di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Senin (30/1) lalu.
”Bersyukur bisa berjuang hingga akhirnya meraih kemenangan. Ini menjadi medali pertama saya di Piala Dunia. Saya terus berusaha fokus dan berusaha untuk tenang sepanjang perlombaan,” kata Arista usai lomba.
Arista menambahkan kemenangan ini tak lepas dari hasil evaluasi pada hari perlombaan, kemarin, di nomor 10m Air Pistol Putri. Arista ketika itu mengaku kurang berani saat menarik pelatuk. Pada sisi lain, ada sedikit persoalan pada senjata, sehingga kurang maksimal.
”Pada hari ini, saya lebih yakin dan percaya diri sehingga bisa mengatasi persoalan yang kemarin,” kata Arista menambahkan.
Hal senada juga diungkapkan Iqbal. ”Hasil ini melampaui batas saya. Sebelumnya saya hanya menargetkan lebih baik dari kemarin. Mendapatkan emas tidak mudah dan ini menjadi batu loncatan saya untuk lebih baik lagi untuk ajang yang lebih
tinggi selanjutnya,” ujar Iqbal yang kemarin juga meraih perunggu di nomor 10m Air Pistol Putra.

Tampil Apik
Sejak awal, Arista/Iqbal memang tampil apik. Pada babak kualifikasi mereka berada di posisi pertama dari 18 tim campuran yang bersaing. Pada fase ini,
mereka mencetak 579 poin, gabungan dari 287 milik Arista dan Iqbal mencetak 292.
Tercatat 18 bidikan mereka tepat di titik tengah sasaran. Dengan hasil tersebut, Arista/Iqbal melaju ke putaran final untuk memperebutkan medali emas melawan Min Kyung Oh/Mose Kim (Korea Selatan 2) yang pada babak kualifikasi berada di urutan kedua dengan mengoleksi 577-16x.
Pada babak final Arista/Iqbal kembali tampil gemilang untuk bisa lebih dulu mendapatkan 16 poin.
Bidikan pertama mereka menghasilkan dua poin. Hasil tersebut menambah kepercayaan diri Arista/Iqbal hingga terus unggul hingga tembakan keempat, sehingga skor menjadi 8-0.
Bidikan kelima, pasangan Korea Selatan berhasil meraih dua poin memperkecil ketertinggalan menjadi 2-8. Kondisi tersebut berlanjut pada tembakan keenam menjadi 4-8.
Sorakan penonton kembali bergema, ketika Arista/Iqbal kembali mendulang dua poin yang memperlebar skor menjadi 10-4. Situasi ini berlanjut pada tembakan ketujuh yang membuat skor berubah menjadi 12-4.
Di atas angin, Arista/Iqbal makin dekat dengan juara usai mengubah skor menjadi 14-4. Hingga bidikkan terakhir membawa mereka menang 16-4 sekaligus mencetak sejarah sebagai petembak Indonesia pertama yang meraih emas di World Cup Rifle/Pistol.
Sedangkan perunggu bersama diraih Irina Yunusmetova/Valeriy Rakhimzhan (Kazakhstan 2) dan Sylvia Steiner/Richard Zechmeister (Austria) yang mengalahkan lawan masing-masing pada putaran final.
Yunusmetova/Rakhimzhan menang atas Ye Jin Oh/Cheongyong/Ye Jin Oh (Korea Selatan 1) dengan 16-10. Sementara Steiner/Zechmeister mengalahkan Nigina Saidkulova/Mukhammad Kamalov (Uzbekistan 2) dengan skor 16-6.
Dengan hasil ini, Indonesia selaku tuan rumah untuk sementara berada di peringkat ketiga klasemen sementara perolehan medali dengan satu emas dan satu perunggu.
Posisi pertama dihuni Hungaria yang mengantongi dua medali emas. Kemudian Korea Selatan di posisi kedua dengan satu emas dan satu perak. Jepang dan Uzbekistan berbagi tempat di posisi keempat dengan sama-sama meraih satu emas. (A4,ant-29)

Enam Desain Dinominasi Jadi Logo dan Maskot Porprov 2023

WhatsAppImage2023-01-24at123506
WhatsAppImage2023-01-24at123503
WhatsAppImage2023-01-24at123507
WhatsAppImage2023-01-24at123500
WhatsAppImage2023-01-24at1235001
previous arrow
next arrow

MENILAI LOGO – MASKOT : Tiga dewan juri Sri Busono, Joko Sunarto dan Herry Nuryanto disaksikan Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat saat menilai karya disain lomba logo dan maskot Porprov Jateng 2023.

SEMARANG – Enam karya disain dari peserta masuk menjadi nominasi untuk dinobatkan sebagai pemenang lomba sekaligus sebagai logo dan maskot resmi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 mendatang. Hasil tersebut didapat setelah tiga juri lomba melakukan penjurian karya peserta di Kantor KONI Jateng, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, kemarin.
”Ya. Tugas panitia adalah menjaring peserta lomba, menginventarisasi karya dan kemudian melakukan penjurian. Hasil penjurian, yakni masing-masing enam maskot dan logo akan dikonsultasi dengan Gubernur Jateng sekaligus penentuan pemenang,” kata Ketua Panitia Lomba Desain Logo dan Maskot Porprov 2023 Darjo Soyat kepada wartawan, Jumat (6/1) sore.
Selain tiga juri yakni Sri Busono (unsur budayawan), Joko Sunarto (pakar desain grafis) dan Harry Nuryanto (unsur masyarakat), penjurian juga disaksikan Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat, ketua panitia Darjo Soyat, wakil ketua Heny Setyawati, sekretaris panitia Achmad Ris Ediyanto, Humas M Fatchurrahman Bagus, juga panitia pengarah Amir Machmud dan Sudarsono.
Lebih lanjut Darjo menjelaskan, dalam masa sebulan yakni dari 1 Desember 2022 hingga ditutup 2 Januari 2023, terdapat 192 karya disain yang masuk ke panitia. Dari jumlah tersebut, setelah diverifikasi terdapat karya yang dikirim lebih dari sekali oleh peserta, juga tidak terdapat penjelasan tentang filosofi.
”Setelah diverifikasi didapatkan 126 logo dan 41 maskot yang layak untuk dinilai oleh dewan juri. Sedang 16 lainnya tak lolos verifikasi,” ungkapnya.
Dalam penjurian, para juri berlaku cermat dan hati-hati. Setelah semua karya disain dibeber di meja, kemudian para juri mulai menyortir karya-karya yang tersisih. Dari sejumlah karya peserta itu, akhirnya didapat enam logo dan enam maskot yang masuk nominasi.
”Mengenai pengumuman pemenang, sesuai jadwal adalah 23 Januari 2023. Namun jika Pak Gubernur menghendaki, bisa maju atau mundur. Kami serahkan kepada beliau,” kata Darjo.
Di samping penentuan juara yang bakal jadi logo dan maskot resmi akan mendapat hadiah masing-masing Rp 10 juta. Kemudian juara kedua Rp 7,5 juta dan ketiga Rp 5 juta. (H85)

KONI Jateng Silaturahmi ke Kejati

WhatsAppImage2023-01-12at200009
WhatsAppImage2023-01-12at200010
WhatsAppImage2023-01-12at200011
WhatsAppImage2023-01-12at2000111
previous arrow
next arrow

FOTO BERSAMA : Kajati Jateng I Made Suarnawan (lengang panjang) foto bersama dengan Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat dan pengurus KONI Jateng seusai acara silaturahmi.

SEMARANG – Dalam rangka pengelolaan keuangan pembinaan olahraga Jawa Tengah yang transparan dan akuntabel maka pengurus KONI Jawa Tengah melakukan silaturahmi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng di Jl Pahlawan Semarang, Kamis (12/1) kemarin.
Rombongan KONI dipimpin Plt Ketua Umum Bambang Rahardjo Munadjat yang didampingi Wakil Ketua Umum II dan V Soedjatmiko dan Sudarsono, Sekum dan Wasekum Ahmad Ris Ediyanto dan Bayu Eka Ardian, Kabid MSDD Henri Pelupessi serta Kabid Media-Humas Darjo Soyat. Mereka diterima Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng DR I Made Suarnawan SH MH,
Asisten Intelijen (Asintel) Bambang Marsana SH MH, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Prihatin SH MH.
”Kedatangan kami tentu untuk silaturahmi. Kemudian kami mohon arahan agar dalam pengelolaan keuangan benar-benar mengikuti prinsip good governance (sesua tata kelola keuangan), transparan dan akuntabel. Ya, sebelum melangkah kami harus minta arahan, sehingga terhindar dari kemungkinan penyalahgunaan anggaran,” kata Bambang dalam awal sambutan.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, kedudukan KONI dalam Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional adalah mitra pemerintah. Sifatnya membantu pemerintah dalam membina atlet untuk berprestasi dari tingkat daerah hingga nasional. Maka menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan anggaran pembinaan.
”Tetapi kami pun harus bertanggung jawab, yakni menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai kaidah good governance,” jelasnya.
Sementara Sekum Ahmad Ris Ediyanto menjelaskan, Kajati Jateng bersama unsur Forkompida (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) lainnya seperti ketua DPRD, Kapolda, Pangdam dan Ketua Pengadilan Tinggi Jateng masuk dalam susunan kepengurusan KONI Jateng sebagai Dewan Penasehat. Adapun Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng sebagai pelindung.
”Hal ini tertuang dalam SK KONI Pusat nomor 15 tahun 2022, tertanggal 25 Januari 2022,” jelas Ade, panggilan akrab Sekum.
Sekum juga menjelaskan, Kajati bersama jajaran Forkompinda Jateng masuk sebagai Pengarah dalam kepanitiaan PB Porprov 2023. Namun SK PB Proprov masih dalam proses pengesahan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
”Dalam Porprov yang dijadwalkan 5 – 11 Agustus 2023 di Pati Raya, Pak Kajati bersama Forkompinda masuk panitia pengarah,” jelas Ade.

Kajati Antusias
Atas permohonan dan ajakan dari KONI Jateng, Kajati I Made Suarnawan menyambutnya dengan antuasias. Ia menyatakan terima kasih dan bersedia untuk memberikan sumbangan pemikiran serta pertimbangan kepada KONI Jateng demi pembinaan olahraga di provinsi ini.
”Saya sangat berterima kasih sudah dilibatkan dalam pembinaan olahraga. Untuk masalah pengelolaan anggaran, silakan konsultasi dengan kami jika ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan dikonsultasikan. Namun kalau sudah menjalankan prinsip-prinsip keuangan, saya rasa akan bersih dan aman,” kata Kajati.
Kajati pun meminta agar salinan SK KONI Pusat bisa diserahkan kepada dirinya. ”Dengan dasar SK itu, saya bisa memberi laporan kepada Kejakgung apabila harus ikut melakukan pembinaan olahraga di Jateng. Jadi ada dasarnya saya bertindak,” katanya. (H85,A4)

Kunjungan Kerja KONI Jateng ke Jawa Barat

JAWA Barat membukti diri sebagai provinsi dengan pembinaan olahraga terbaik di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya juara dua Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, PON Jabar (2016) dan Papua (2021).
Jabar juga tercatat lima kali juara, namun yang tiga sudah terlalu lama yakni 1951, 1953 dan 1961. Pada PON 1916, sebagai tuan rumah Jabar mengoleksi 217 emas, 154 perak dan 158 perunggu (unggul atas DKI dan Jatim yang masing-masing mengoleksi 132 emas). Jateng hanya mengemas 32 emas, 56 perak 173 perunggu bercokol di peringkat keempat.

PON Papua 2021, Jabar mempertahankan juara dengan 133 emas, 105 perak dan 115 perunggu. Jatim dan DKI juga mengemas medali emas yang sama 110 di peringkat kedua dan ketiga. Bedanya, peringkat keempat Papua (93 emas) dan kelima Bali (28). Jateng melorot ke posisi keenam (27 – 47 – 64).

Merosotnya perolehan medali sekaligus peringkat menjadi evaluasi pengurus KONI Jateng periode 2021-2025 ini. Maka pada Juni lalu, di bawah komando Ketua Umum Bova Ventura Sulistiana, Jateng melakukan kunjungan kerja ke KONI Jawa Timur.
Terbaru 13-16 Desember 2022, Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat bersama beberapa pengurus melakukan studi banding ke KONI Jawa Barat. ”Kami bermaksud ngangsu kawruh (menimba ilmu) ke Jabar untuk belajar bagaimana melakukan pembinaan olahraga,” kata Bambang, yang mengembang sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum KONI Jateng karena Bona Ventura sedang sakit.
Sambutan dari Jawa Barat sangat menggembirakan. Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin yang merupakan purnawirawan berpangkat brigadir Jenderal (Brigjen TNI) sangat ramah. Seluruh permintaan Bambang Rahardjo tentang pola pembinaan diberikan semua dalam bentuk copy paste.

”Tidak ada yang perlu dirahasiakan. Silakan copy, dan terapkan program ini sesuai dengan kondisi Jawa Tengah,” kata Saefuidn saat menyerahkan buka pendoman pembinaan kepada Bambang, seusai acara.
Di samping pengurus KONI, Bambang juga menyertakan Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Aria Chandra Destianto dan anggota Komisi E DPRD Jateng Umar Utoyo.

Sport Intelegence
Di samping menyerahkan buku dan soft copy program, Saefudin juga memaparkan secara gamblang pola pembinaan olahraga di Jawa Barat dalam dua periode kepengurusan, dua kali PON.

Menjelang PON 2016, Jabar membuat motto yakni ”Jabar Juara”. Kemudian pada PON 2021, mereka juga berslogan ”Jabar Kahiji’. ”Motto itu sangat penting untuk memacu semangat. Itu sebagai sasaran utama, mau ke mana tujuan kita. Kalau tanpa motto, ibarat orang berjalan tanpa tujuan,” katanya.
Lebih lanjut Saefudin menyebutkan, prestasi tidak datang ujug-ujug tetapi melalui proses panjang. Di samping itu, dia menolak transaksi atlet instant. ”Kita harus membina, tak boleh ujug-ujug mendatangkan atlet berprestasi dari daerah lain,” tegasnya.
Dalam proses pembinaan, di samping adanya SDM yakni atlet potensial maka perlu adanya pembinaan yang lebih maju. Maka dilibatkanlah teknologi dan digital. Semua perkembangan atlet baik Jabar maupun pesaing daerah lain, termasuk Jawa Tengah, masuk dalam pantauan secara cermat.
”Ya, sport intelegence kami jalankan secara maksimal. Kami mendata setiap atlet mana pun lengkap dengan catatan prestasinya. Jadi kita juga tahu persis kekuatan calon lawan,”ungkapnya.
”Kalau kita membina atlet secara maksimal pun, tetapi tidak tahu kekuatan lawan, maka seperti orang buta maju perang.”
Tentang digitalisasi data, KONI Jabar menyingkronkan Bidang Pembinaan dan Bidang Pulahta serta tim khusus untuk mengolah hasil dari sport intelegence. ”Memang dibutuhkan juga perangkat teknologi yang canggih. Misalnya laptop, harus dengan spek tertinggi (terbaru). Dengan kapasitas yang tinggi, tim bisa bekerja secara maksimal,” kata lulusan Akabri 1985 itu.
Pria kelahiran 12 September 1961 itu pun menyebut target 2021 berhasil 95 persen. Bahkan untuk PON 2016 melampaui target yakni 180 medali emas, namun diperoleh 217 emas. ”Ini sangat spektakuler, gak mungkin dilewati pada PON mendatang. Bahkan Jabar pun tidak akan mampu mengulang sukses itu,” katanya.
Teknologi yang dimiliki KONI Jabar juga bisa memetakan atau mengarahkan kapasitas seorang atlet untuk menekuni cabang olahraga. ”Kami bekerja sama dengan UPI memiliki alat yang bisa mendeteksi bakal atlet dari ludah. Mmaaf bukan pamer, tetapi saya hanya menegaskan bahwa prestasi olahraga saat ini tidak cukup dengan cara-cara pelatihan tradisional. Harus ada upaya pemanfaatan teknologi,” katanya. (Darjo Soyat-Humas KONI Jateng)

Unika Siap Beri Bea Siswa Atlet

SEMARANG – Dalam upaya mendukung pendidikan atlet, KONI Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi. Langkah awal dari hal tersebut, Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munajat bersama pengurus lainnya beraudiensi dengan Unika Sugijapranata Semarang.
Bambang didamping Kabid Kerja Sama Antar-Lembaga Erikda Ucok Hindratmo dan Kabid MSD Henri Pelupesi. Mereka diterima Rektor Unika Ferdinand, didampingi Dr Berta Bekti Retnawati (Wakil Rektor Bdang Akademik) dan Dr Siswanto.
”Kami ingin ada kerja sama dengan perguruan tinggi. Intinya, para atlet Jateng maupun lulusan PPLOP bisa mendapat bea siswa untuk melanjutkan kuliah,” kata Ucok kepada Suara Merdeka.

Upaya tersebut dilakukan agar para atlet potensi Jateng tetap kerasan di provinsi ini. ”Sebab dengan langkah tersebut, para atlet tidak pindah ke daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unika Ferdinand menyatakan lembaga yang dipimpinnya siap memberi bea siswa kepada para atlet. Hal itu dinilainya sebagai sumbangsih perguruan tinggi terhadap prestasi olahraga Jateng.
”Kami dengan tangan terbuka menerima permohonan dari KONI Jateng. Dan kami siap,” katanya.
Untuk langkah berikutnya, Ferdinand menyarakan kepada KONI Jateng untuk membuat rancangan kerja samanya. ”Ya, kita harus bahas lagi soal kriteria dan apa saja yang bisa menjadi parameter untuk atlet yang bisa menerima bea siswa,” paparnya. (DS)

Pati Raya Antusias Gelar Porprov 2023

PATI – Tekad dan semangat enam bupati dan ketua KONI di wilayah Pati Raya untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga (Porprov) 2023 sangat tinggi. Mereka berusaha seoptimal mungkin untuk bisa menggelar event olahraga empa tahunan Jateng dan menyambut tamu-tamunya dari 35 kabupaten/kota.
Dalam tinjauan venue yang dilakukan KONI Jateng di bawah komando langsung Ketua Umum Bona Ventura Sulistiana, lima kepala daerah menyambut langsung dan memberi paparan tentang kesiapan timnya. Diawali dari Plt Bupati Jepara Edy Supriyanta yang menyebut daerahnya siap menggelar Porprov. “Seluruh cabang olahraga yang sudah dijadwalkan di Jepara, kami siap. Jika ada venue yang belum siap, kami siap menyelesaikan pada waktunya,” kata Bupati Edy Supriyanta.
Ada satu venue yang secara teknis bermasalah di Jepara yakni kolam renang. Namun hal itu bagi Kertua KONI Jepara Samsul Anwar akan diselesaikan.
Kudus yang memiliki kompleks olahraga di Wergu Wetan juga tak kalah siap. Plt Bupati Hartopo menjamin pelaksanaan Porprov di daerahnya lancar. “Tinggal renovasi atau penyempurnaan sepeeti arena balap motor,” kata Ketua KONI Kudus Imam Triyanto.
Pati yang bakal dijadikan sentral acara yakni diadakannya upacara pembukaan, tampak sangat siap. Rencana kerja mereka sudah dituangkan dalam bentuk buku kecil, sehingga sangat meyakinkan. Ketua KONI Mustamaji menyatakan Pati akan membuat upacara yang bagus. Hal itu didukung juga oleh Plt Bupati Pati Henggar Budi Anggoro.
“Stadion Joyonegoro sudah siap untuk pembukaan. Saat ini dipakai Persipa Pati untuk Liga 2,” kata Mustamaji.
Kabupaten Blora dengan fasilitas olahraga di antaranya GOR Mustika dan venue lain milik Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral di Cepu juga terlihat sangat siap. Bupati Arief Rohman dan Ketua KONI Blora Heri Sutiono memberi garansi Blora sukses. “Blora siap sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” tegas Arief Rohman.
Kabupaten Grobogan juga sangat antusias. Meskipun Bupari Sri Sumarni berhalangan namun Ketua KONI Fathurrahman bersama Wakil Bupati Bambang Pujiyanto menyambut rombongan KONI Jateng sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan spanduk sambutan di ruang serbaguna Pendapa Kabupaten Grobogan.
“Grobogan bukan hanya siapkan venue tetapi juga hotel bagi tempat istirahat atlet,” kata wakil bupati.
Rembang dengan segala keterbatasannya juga tidak kalah siap dari daerah lain. Dari enam cabang olahraga yang akan digelar di sana, semua venue masih dalam proses dan belum selesai. Bupati Rembang Abdul Hafidz yang didampingi Ketia KONI Vivit Dina Rini Atnasari menyebut prioritas daerahnya adalah pengentasan kemiskinan.
“Namun kami tetap siap untuk menggelar Porprov. Jangan ada pertandingan yang dipindah ke kabupaten lain,” kata bupati.

Solo, Salatiga dan Magelang Calonkan Diri – Tuan Rumah Porprov XVII

SEMARANG – Tiga kota yakni Solo, Salatiga dan Magelang mengajukan diri menjadi calon tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah yang dijadwalkan tahun 2027. Hal itu diketahui dari Rapat Pleno III Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jateng di Hotel Grand Candi Semarang, Senin (19/9) malam.
Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Jateng Bona Sulistiana, ketiga kota itu langsung menyerahkan surat permohonan resmi. Bahkan Solo (Surakarta) sudah menyerahkan surat beberapa hari sebelum Rakerprov.

”Solo siap, bahkan sangat siap,” kata Ketua KONI Surakarta Lilik Kusnandar saat sesi pengajuan diri menjadi calon tuan rumah.
Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto mendapat giliran berikutnya, langsung maju ke meja pimpinan rapat kemudian menyerahkan surat permohonan kepada Bona Ventura.
”Salatiga siap. Dan, kami memohon kepada saudara tua Solo, yang sudah kali jadi tuan rumah, untuk memberikan kesempatan kepada adiknya,” kata Agus.
Lilik langsung tanggap, sehingga terjadi dialog. ”Kalau ada saudara muda atau daerah lain yang siap, Solo juga akan memberikan kesempatan. Tidak masalah,” katanya.
Salatiga kemudian mendapat dukungan dari tetangganya Eks Karesidenan Semarang yakni KONI Kendal dan Kabupaten Semarang. ”Kami siap mendukung Salatiga menjadi tuan rumah,” tegas utusan KONI Kendal.
Terakhir, Ketua KONI Wonosobo Kozin juga maju ke podium, meskipun tidak membawa surat permohonan. ”Kami dititipi Ketua KONI Kota Magelang Habib Ali Sungkar. Intinya, Kota Magelang dan Kedu Raya juga mengajukan diri menjadi calon tuan rumah,” tegas Kozin.

Mutasi Atlet
Di samping menerima permohonan bakal calon tuan rumah, Rapat Pleno III juga mengesahkan cabang olahraga esport resmi menjadi anggota KONI Jawa Tengah. Namun karena anggota baru, maka cabang olahraga tersebut tidak bisa dipertandingkan pada Porprov 2023.
”Yang sangat memungkinkan adalah dipertandingkan sebagai eksibisi,” kata Bona.
Rakerprov juga mengesahkan hasil Rapat Komisi A tentang batas waktu mutasi atlet yakni 11 bulan sebelum pelaksanaan Porprov 2023. Dengan demikian, perpindahan atlet antar-kota/kabupaten maksimal 8 Oktober 2022.
Porprov 2023 yang akan digelar di enam kabupaten wilayah Pati Raya, akan berlangsung 9 – 15 September 2023. Mempertandingkan 57 cabang olahraga, 70 disiplin dan 873 nomor pertandingan.

Pati Raya Siap Gelar Porprov 2023

SEMARANG – Para ketua KONI Pati Raya menyatakan siap menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023, yang dijadwalkan akan berlangsung 9 – 15 September 2023. Pernyataan kesiapan tersebut tampak dalam rapat koordinasi KONI Jawa Tengah dengan calon tuan rumah pesta olahraga empat tahunan itu di Kantor KONI Jateng, Kamis (15/9) kemarin.
Hadir dalam rapat tersebut lima ketua KONI yakni Mustamaji (Ketua KONI Pati), Imam Triyanto (Kudus), Fatchurrahman (Grobogan), Syamsul Anwar (Jepara), Herry Setiyono (Blora) dan Harry Masahir (Bidang Perencanaan dan Program KONI Rembang). Mereka juga didampingi oleh Kadispora atau staf seperti Kadispra Pati Rekso Haryono. Mereka diterima langsung oleh Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana. Hadir juga Wakil Ketua Umum I, II dan V Bambang Raharji Munajat, Soedjatmiko dan Sudarsono serta Sekum Ade Oesman, Kabid Hukum Ali Purnomo, Kabid Pulahta MF Bagus Saputra, Kabid Litbang Mugiyo Hartono dan Kabid Media-Humas Darjo Soyat.
Mengawali rapat, Bona mengungkapkan tentang rancangan jadwal pelaksanaan Porprov yang sudah hampir pasti yakni 9 – 15 September 2023, setelah tanggal tersebut disetujui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ”Kami diterima Pak Gubernur, 8 September lalu. Semula direncankan 30 Agustus, namun tiba diundur. Namun poin penting dari audiensi itu adalah persetujuan beliau tentang tanggal pelaksanaan Porprov,” kata Bona.
Meskipun hal itu belum diumumkan secara resmi, tetapi enam kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Pati memang sangat antusias. Maka mereka langsung mengadakan koordinasi di antara para ketua KONI setelah mengetahui persetujuan gubernur dari pemberitaan media massa maupun chatting media sosial.
”Kami langsung berkoordinasi dengan sesama ketua KONI di Pati Raya. Meskipun belum resmi, persetujuan Gubernur bisa menjadi pegangan dalam melangkah,” kata Ketua KONI Pati Mustamaji.
Di hadapan pengurus KONI dan peserta rapat, Mustamaji menyebut Pati sudah sangat siap menggelar Porprov. Hal itu dibuktikan dengan penyiapan venues serta hotel penginapan atlet dan ofisial. ”Secara umum, venues di Pati sudah siap. Jika ada kekurangan, terus kami lakukan pembenahan dalam waktu yang kurang dari setahun ini,” tegasnya.
Sementara Kadispora Pati Rekso Haryono bahkan memaparkan Pemkab Pati sudah mengalokasikan anggaran Rp 11 miliar untuk menggelar dan mengikuti Porprov. Pihaknya masih berharap ada tambahan anggaran pada tahun 2023 nanti.
Dalam event ini, Kabupaten Pati akan menjadi sentral dari lima daerah lainnya. Di sana akan dilakukan upacara pembukaan yakn di Stadion Joyokusumo. Mereka pun menggelar cabang olahraga paling banyak yakni 12 dari 57 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Blora yang mendapat jatah 10 cabang olahraga dan satu disiplin, juga tidak kalah serius dari Pati. Ketua KONI Blora Heri Setiyono menyebut semua venue yang terletak di Kota Blora dan Cepu sudah siap. Pihaknya mengaku mendapat anggaran Rp 12,5 miliar.
Ketua KONI Kudus Imam Triyanto, KONI Jepara Syamsul Anwar dan Ketua KONI Grobogan Fatchurrahman serta Kabid Perencanaan dan Program KONI Rembang Harry Masahir pun mengaku daerahnya siap menggelar Porprov. Kudus akan menggelar 9 cabang olahraga, Grobogan (7), Jepara (10) dan Rembang (4). Di luar itu, ada tiga cabang olahraga yang dimainkan di luar tuan rumah seperti balap sepeda, golf dan arung jeram.

Raker KONI
Tentang saran dari Gubernur Jateng soal upacara pembukaan yang meriah, Mustamaji juga menyatakan pihaknya siap untuk melakukannya secara maksimal. Karena itu, KONI Pati sudah beberapa kali melakukan study banding maupun melihat langsung pelaksanaan Porprov di Jatim dan Porda DIY di Sleman.
”Kami juga berguru kepada KONI Surakarta yang menjadi tuan rumah Porprov 2018,” ungkapnya.
Bona juga mengingatkan KONI akan menggelar Rapat Kerja (Raker) di Hotel Grand Candi Semarang, 19-20 September lusa. Seluruh KONI Kota/Kabupaten (34 utusan), 76 cabang olahraga serta 6 badan fungsional. Pokok bahasan dalam Raker itu di antaranya penetapan tanggal pelaksanaan Porprov melalui surat keputusan, mutasi atlet, peraturan penjaringan calon ketua KONI Kabupaten/Kota maupun provinsi, pengesahan calon anggota KONI dan penawaran calon tuan rumah Porprov 2027. (DS)

Upacara Pembukaan Porprov Harus Meriah

SEMARANG – Satu pesan lain dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 adalah upacara pembukaan harus meriah. Sebab kemeriahaan pembukaan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan tuan rumah, di samping prestasi atlet di lapangan pertandingan.
”Upacara pembukaan harus gemebyar, meriah. Itu merupakan salah satu ciri sukses,” kata Ganjar kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura.

Menurutnya, upacara pembukaan (juga penutupan) harus ditangani panitia tersendiri di luar panitia pelaksana (Panpel) pertandingan. Panitia terpisah itu akan bekerja optimal sesuai bidangnya tanpa dibebani masalah pertandingan. ”Upacara pembukaan bisa dijual jika dirancang dan dipersiapkan dengan baik,” tandasnya.
Ganjar pun membandingkan salah satu sukses Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 adalah upacara pembukaan. Dan yang terakhir, dia juga merasa takjub dengan pembukaan ASEAN Paragames di Solo, bulan lalu. Indonesia menjadi penyelenggara ASEAN Paragames karena tuan rumah SEA Games Vietnam angkat tangan, dan hanya menggelar SEA Games.

”Saya dengar pejabat Vietnam merasa takjub sekaligus berterima kasih kepada Indonesia karena dalam pelaksanaannya melampaui ekpektasi. Ya, Vietnam merasa berkepentingan karena seharusnye mereka lah tuan rumahnya,” ungkapnya.

Ganjar pun menyarankan agar kemeriahan bisa diwarnai kembang api dan juga artis beken. Kebetulan artis serba bisa Soimah yang merupakan asal Pati, bisa tampil pada pembukaan.
”Nah, itu dia. Kalau Soimah asal Pati, maka layak untuk tampil di sana.”

Logo/Maskot Dilombakan
Pada saat audiensi, KONI juga mempertunjukkan kepada Gubernur logo dan maskot Porprov 2023. Ganjar sangat setuju adanya logo dan maskot tersebut. Namun demikian, dia menyarankan agar khusus design logo dan maskot dilombakan bagi masyarakat umum.
”Logo dan maskot ini (maksudnya yang ditunjukkan KONI) boleh saja diikutkan dalam lomba. Biar karya panitia atau siapa pembuatnya, bisa bersaing dan bertarung dengan karya lainnya,” katanya.
KONI pun setuju dengan arahan Gubernur. Bona selanjutnya akan memberi tahu kepada para tuan rumah untuk segera melakukan langkah tentang logo dan maskot. (Darjo Soyat)

Gubernur Setuju Porprov Digelar 9-15 September 2023

SEMARANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023 hampir dipastikan akan digelar pada 9 – 15 September 2023. Hal itu setelah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setuju dengan waktu yang diajukan KONI Jateng, saat audiensi di Kantor Gubernur Jl Pahlawan Semarang, Kamis (8/9) kemarin.
”Ya, silakan saja. Saya manut sama KONI,” kata Gubernur dalam sambutan balasan kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana.

Pada audiensi itu, Bona didamping lima wakil ketua umum KONI Jateng yakni Bambang Raharjo Munajat (1), Soedjatmiko (2), Harry Nuryanto (3), Amir Machmud NS (4), Sudarsono (5) serta Sekretaris Umum Ade Oesman, Wakil Bendahara Sri Busono, Kabid Media-Humas Darjo Soyat dan Kabid Pulahta Muhammad Fathurrahman Bagus.
Dengan memaparkan data lewat proyektor, Bona menjelaskan kepada Gubernur tentang apa saja kegiatan selama tahun 2022 hingga bulan September, serta rencana kerja pada 2023 yang di antaranya adalah penyelenggaraan Porprov di enam kabupaten (Pati, Kudus, Rembang, Jepara, Blora, Grobogan) wilayah Pati Raya dan mengikuti babak kualifikasi PON Aceh-Sumut 2024.

Pada kesempatan tersebut, Bona juga mengungkapkan KONI akan menggelar Rapat Kerja (Raker) pada 19 – 20 September 2022 di Hotel Grand Candi Semarang. ”Pak Gubernur, lazimnya Raker (dulu diksinya RAT) digelar akhir tahun. Mengingat saat ini banyak urusan yang harus segera diputuskan termasuk tanggal pelaksanaan Porprov 2023, maka Raker kami majukan bulan ini,” paparnya.

Seusai acara, Bona menyebut pelaksanaan Porprov 9 – 15 September 2023 bisa dikatakan pasti jika sudah mendapat persetejuan peserta Raker. ”Kalau saat ini yang masih dalam rencana,” katanya.

Porprov 2023 akan diikuti 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, mempertandingkan 57 cabang olahraga dengan 70 disiplin dan 873 nomor pertandingan.
Lebih lanjut Bona menjelaskan, hal lain yang dibahas dalam Raker adalah mutasi atlet antar-kabupaten/kota berkaitan dengan Porprov. Kemudian memberikan penawaran kepada KONI Kabupaten/Kota untuk mencalonkan diri jadi tuan rumah Porprov 2027. Yang berkaitan dengan administrasi tentang peraturan Musorkab/Musorkot KONI, kemudian peraturan tentang penjaringan calon ketua umum KONI Provinsi dan KONi Kabupaten/Kota di Jateng.
”Kami juga akan memutuskan cabang olahraga baru di antaranya esport untuk menjadi anggota KONI,” paparnya.

Ngopeni Atlet
Dalam amanatnya, Gubernur juga berpesan agar KONI bisa maintenance (ngopeni) atlet agar tetap membela Jateng pada event nasional seperti PON. Atas hal tersebut, Bona menyebut KONI sudah melakuannya yakni dengan diadakannya Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang diikuti 260 atlet, 90 pelatih dari 49 cabang olahraga. Pelaksanaan Pelatda berjalan sejak Mei lalu hingga Desember 2022 mendatang.
Gubernur juga berpesan agar dalam mengejar target pada PON 2024 mendatang, KONI melakukan seleksi dengan obyektif. Artinya, hanya atlet yang secara kualitas dan potensi tinggi yang direkrut. ”Kalau mereka yang potensi medali, meskipun hanya perunggu, bina dengan baik dan tetap diberangkatkan ke event nasional. Dan atlet ini jangan sampai lepas ke daerah lain,” tegas Gubernur.

Gubernur juga berpesan agar KONI melakukan intelegence prestasi, sehingga bisa mengukur kekuatan dengan daerah lain. ”Kan, tidak banyak muncul atlet baru. Kita bisa menakar kekuatan kita dan lawan dari materi atlet yang hasil PON lalu. Jadi dalam menentukan target bisa akurat,” katanya. (H85)