Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Sempurnakan Target 7 Emas, Kota Surakarta Juara Umum Anggar Porprov Jateng 2026

SALATIGA – Kontingen Kota Surakarta sukses mengukuhkan dominasinya di cabang olahraga (cabor) anggar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Patriot Bengawan keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tujuh medali emas, tiga perak, dan enam perunggu.

Kepastian gelar juara umum tersebut diperoleh setelah tim anggar Surakarta menambah satu medali emas pada pertandingan hari terakhir, Jumat (30/10/2026). Emas ketujuh dipersembahkan melalui nomor Floret Putra Beregu.

Selain emas, Surakarta juga memperoleh dua medali perak dari nomor Degen Putri Beregu dan Sabel Putri Beregu. Tambahan tersebut melengkapi pencapaian enam emas yang sebelumnya dikumpulkan selama tiga hari pertama kompetisi.

Enam emas terdahulu berasal dari nomor Degen Individu Putra, Floret Individu Putri, Floret Individu Putra, Degen Beregu Putra, Floret Beregu Putri, dan Sabel Beregu Putra.

Dengan hasil tersebut, Surakarta unggul cukup jauh dari pesaingnya. Kabupaten Kendal menempati posisi kedua dengan tiga emas, empat perak, dan tiga perunggu. Sementara Kabupaten Klaten berada di urutan ketiga setelah mengumpulkan satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Manajer Anggar Kota Surakarta, Nuruddin Priya Budi Santoso, mengaku bersyukur timnya mampu memenuhi target tujuh medali emas yang ditetapkan KONI Surakarta.

Menurutnya, tambahan satu emas dan dua perak pada hari terakhir menjadi penutup yang memuaskan setelah para atlet menunjukkan performa konsisten sepanjang kompetisi.

“Kami memang ditargetkan 7 emas dari KONI Surakarta. Tiga hari awal kami sudah mengamankan 6 emas. Hari ini, berhasil menambah 1 emas Floret putra beregu, dan dua perak masing-masing dari Degen putri beregu dan Sabel putri beregu,” jelas Nuruddin.

Nuruddin menjelaskan, keberhasilan Surakarta menguasai persaingan anggar tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan secara terencana sebelum Porprov Jateng 2026.

Program latihan disusun dengan intensitas dan materi khusus untuk meningkatkan kemampuan atlet. Sebagian besar personel yang memperkuat Surakarta juga merupakan atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda), sehingga memiliki pengalaman dan pola latihan yang lebih terstruktur.

“Persiapan memang berbeda dengan daerah lainnya. Sebagian besar merupakan atlet Pelatda, jadi menu latihan pun sangat berbeda dengan daerah lainnya. Selain itu alat-alat yang kami gunakan sudah standar nasional,” ungkapnya.

Meski berhasil mendominasi perolehan medali, Nuruddin mengingatkan bahwa kekuatan daerah lain mulai berkembang. Kabupaten Kendal dan Klaten, misalnya, dinilai mulai memperlihatkan potensi melalui kemunculan atlet-atlet baru.

Karena itu, tim pelatih tetap akan melakukan evaluasi setelah Porprov berakhir. Langkah tersebut diperlukan agar prestasi anggar Surakarta dapat dipertahankan pada kompetisi berikutnya.

“Porprov tahun ini Surakarta memang mendominasi. Namun yang menjadi catatan kami, daerah lain juga mulai mengancam. Evaluasi pasti akan tetap dilakukan tim pelatih usai Porprov,” tandasnya.

Atlet Pelatda Jateng Warnai Persaingan Menuju PON 2028

Dominasi Surakarta juga mendapat pengakuan dari Technical Delegate Cabor Anggar Porprov Jateng 2026, Hendra Faradillah.

Ia menilai kekuatan Surakarta memang terlihat sepanjang pertandingan. Terlebih, sejumlah atlet yang berhasil meraih medali merupakan bagian dari tim Pelatda Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Secara umum dominasi Kota Surakarta memang tak terbendung di anggar. Atlet peraih medali pun juga masuk dalam tim Pelatda disiapkan untuk PON 2028,” kata Hendra saat ditemui di GOR Sepak Takraw, Kota Salatiga, Jumat (30/10/2026).

Hendra menambahkan, persaingan hingga babak final masih banyak melibatkan atlet-atlet Pelatda Jawa Tengah. Kondisi tersebut menunjukkan Porprov menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus melihat perkembangan kekuatan masing-masing daerah.

Sebagai pelatih anggar Jawa Tengah, ia menilai peta kekuatan cabor tersebut masih bertumpu pada beberapa daerah, yakni Kota Surakarta, Salatiga, Kendal, dan Klaten.

“Persaingan antardaerah yang semakin berkembang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet anggar di Jawa Tengah. Apalagi, para atlet potensial tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan Jawa Tengah dalam menghadapi PON 2028,” pungkas Faradillah.(*)

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3