Dari Nigeria-Tionghoa ke Barongsai Solo, Kisah Daniel Ekene di Porprov Jateng 2026
SEMARANG – Latar belakang keluarga yang berbeda tidak menjadi penghalang bagi Daniel Ekene Osikwu untuk mengukir prestasi bersama Kota Surakarta.
Atlet barongsai nomor Pekingsai Taolu Bebas tersebut ikut memperjuangkan nama Kota Bengawan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026.
Daniel memiliki darah campuran Nigeria dan Tionghoa Indonesia. Ayahnya berasal dari Nigeria, sedangkan ibunya merupakan keturunan Tionghoa Indonesia. Meski memiliki latar belakang budaya yang beragam, Daniel justru menemukan ruang untuk berkembang melalui olahraga barongsai di Surakarta.
Perkenalannya dengan barongsai bermula saat masih duduk di bangku SD Tri Pusaka, Solo. Kala itu, seorang teman mengajaknya mencoba olahraga yang identik dengan tradisi Tionghoa tersebut.
Dari sekadar mencoba hal baru, Daniel akhirnya tertarik untuk menekuninya hingga mendapat kesempatan menjadi atlet yang membela Kota Surakarta.
“Akhirnya aku mencoba-coba hal baru, akhirnya terjun ke barongsai. Sekarang bisa membawa nama Kota Surakarta,” ujar Daniel kepada tim KONI Surakarta, Rabu (28/10/2026).
Pandemi Covid-19 Membawa Daniel ke Solo
Perjalanan Daniel menekuni barongsai ternyata tidak terlepas dari perubahan besar dalam kehidupan keluarganya.
Sebelum menetap di Solo, ayah Daniel memiliki perusahaan yang bergerak di bidang impor beras. Namun, pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap usaha tersebut hingga akhirnya mengalami keterpurukan.
Kondisi ekonomi keluarga yang berubah membuat mereka harus mencari tempat tinggal dengan biaya hidup lebih terjangkau. Solo kemudian menjadi pilihan untuk memulai kehidupan baru.
“Kalau bukan gara-gara Corona, aku kayaknya enggak mungkin main barongsai. Karena dulu bapak saya mempunyai perusahaan impor beras. Nah, tapi gara-gara Corona perusahaannya ambruk, terus enggak ada duit yang masuk,” ungkapnya.
Setelah pindah ke Solo, Daniel bersekolah di SD Tri Pusaka. Di lingkungan sekolah itulah dia mulai mengenal barongsai melalui teman-temannya.
Baca Juga: GoTo Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar pada Kuartal III 2026, Target EBITDA Naik
Perjalanan yang awalnya tidak direncanakan tersebut perlahan membuka kesempatan bagi Daniel untuk berkembang menjadi atlet.
Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan tersendiri. Daniel mengaku kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh terhadap pilihannya menekuni barongsai.
“Ya gede sih, bapakku support-nya gede, ibuku support-nya gede. Terus mamahku ya support-nya gede banget,” katanya.
Memiliki darah Nigeria dan Tionghoa membuat Daniel tumbuh dengan latar belakang budaya yang beragam. Namun, dia mengaku tidak mengalami kendala berarti ketika berinteraksi dengan rekan-rekan satu tim.
Meski demikian, Daniel terkadang masih merasakan ketakutan ketika berada di tengah keramaian. Dia menyadari penampilan fisiknya berbeda dari sebagian orang di sekitarnya.
“Cuman aku ini orangnya punya warna kulit yang eksotik, mereka mau meremehin aku juga nggak terasa,” tuturnya.
Di arena barongsai, Daniel justru menemukan kesempatan untuk membangun kebersamaan. Perbedaan latar belakang tidak menghalangi dirinya untuk berlatih dan berjuang bersama atlet lainnya.
Tantangan yang lebih terasa justru berkaitan dengan komunikasi dan kekompakan tim. Menurut Daniel, koordinasi antarpemain menjadi faktor penting untuk menghasilkan penampilan terbaik dalam pertandingan.
Dia juga mengakui persaingan di Porprov Jateng 2026 cukup ketat. Kontingen Kota Semarang dan Kabupaten Tegal menjadi lawan yang patut diwaspadai.
“Komunikasinya itu agak kurang dengan teman-teman. Tapi aku percaya kita bisa mendapatkan nilai yang baik. Terlihat susah (menghadapi Semarang dan Tegal) tapi saya akan mengusahakan seberat-beratnya,” tegasnya.
Perjuangan tim barongsai Kota Surakarta di Porprov Jateng akhirnya membuahkan hasil membanggakan.
Kontingen Surakarta berhasil mengoleksi total delapan medali dari sejumlah nomor pertandingan. Rinciannya satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Capaian tersebut menjadi hasil kerja keras para atlet yang menjalani persiapan dan pertandingan di tengah persaingan ketat antardaerah.
Bagi Daniel, kesempatan membela Surakarta menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan olahraganya.
Berawal dari ajakan sederhana seorang teman saat masih duduk di bangku sekolah dasar, kini dia bisa ikut memperjuangkan prestasi untuk Kota Bengawan.(*)
0 Comments