Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Upacara Pembukaan Porprov Harus Meriah

SEMARANG – Satu pesan lain dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 adalah upacara pembukaan harus meriah. Sebab kemeriahaan pembukaan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan tuan rumah, di samping prestasi atlet di lapangan pertandingan.
”Upacara pembukaan harus gemebyar, meriah. Itu merupakan salah satu ciri sukses,” kata Ganjar kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura.

Menurutnya, upacara pembukaan (juga penutupan) harus ditangani panitia tersendiri di luar panitia pelaksana (Panpel) pertandingan. Panitia terpisah itu akan bekerja optimal sesuai bidangnya tanpa dibebani masalah pertandingan. ”Upacara pembukaan bisa dijual jika dirancang dan dipersiapkan dengan baik,” tandasnya.
Ganjar pun membandingkan salah satu sukses Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 adalah upacara pembukaan. Dan yang terakhir, dia juga merasa takjub dengan pembukaan ASEAN Paragames di Solo, bulan lalu. Indonesia menjadi penyelenggara ASEAN Paragames karena tuan rumah SEA Games Vietnam angkat tangan, dan hanya menggelar SEA Games.

”Saya dengar pejabat Vietnam merasa takjub sekaligus berterima kasih kepada Indonesia karena dalam pelaksanaannya melampaui ekpektasi. Ya, Vietnam merasa berkepentingan karena seharusnye mereka lah tuan rumahnya,” ungkapnya.

Ganjar pun menyarankan agar kemeriahan bisa diwarnai kembang api dan juga artis beken. Kebetulan artis serba bisa Soimah yang merupakan asal Pati, bisa tampil pada pembukaan.
”Nah, itu dia. Kalau Soimah asal Pati, maka layak untuk tampil di sana.”

Logo/Maskot Dilombakan
Pada saat audiensi, KONI juga mempertunjukkan kepada Gubernur logo dan maskot Porprov 2023. Ganjar sangat setuju adanya logo dan maskot tersebut. Namun demikian, dia menyarankan agar khusus design logo dan maskot dilombakan bagi masyarakat umum.
”Logo dan maskot ini (maksudnya yang ditunjukkan KONI) boleh saja diikutkan dalam lomba. Biar karya panitia atau siapa pembuatnya, bisa bersaing dan bertarung dengan karya lainnya,” katanya.
KONI pun setuju dengan arahan Gubernur. Bona selanjutnya akan memberi tahu kepada para tuan rumah untuk segera melakukan langkah tentang logo dan maskot. (Darjo Soyat)

Gubernur Setuju Porprov Digelar 9-15 September 2023

SEMARANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023 hampir dipastikan akan digelar pada 9 – 15 September 2023. Hal itu setelah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setuju dengan waktu yang diajukan KONI Jateng, saat audiensi di Kantor Gubernur Jl Pahlawan Semarang, Kamis (8/9) kemarin.
”Ya, silakan saja. Saya manut sama KONI,” kata Gubernur dalam sambutan balasan kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana.

Pada audiensi itu, Bona didamping lima wakil ketua umum KONI Jateng yakni Bambang Raharjo Munajat (1), Soedjatmiko (2), Harry Nuryanto (3), Amir Machmud NS (4), Sudarsono (5) serta Sekretaris Umum Ade Oesman, Wakil Bendahara Sri Busono, Kabid Media-Humas Darjo Soyat dan Kabid Pulahta Muhammad Fathurrahman Bagus.
Dengan memaparkan data lewat proyektor, Bona menjelaskan kepada Gubernur tentang apa saja kegiatan selama tahun 2022 hingga bulan September, serta rencana kerja pada 2023 yang di antaranya adalah penyelenggaraan Porprov di enam kabupaten (Pati, Kudus, Rembang, Jepara, Blora, Grobogan) wilayah Pati Raya dan mengikuti babak kualifikasi PON Aceh-Sumut 2024.

Pada kesempatan tersebut, Bona juga mengungkapkan KONI akan menggelar Rapat Kerja (Raker) pada 19 – 20 September 2022 di Hotel Grand Candi Semarang. ”Pak Gubernur, lazimnya Raker (dulu diksinya RAT) digelar akhir tahun. Mengingat saat ini banyak urusan yang harus segera diputuskan termasuk tanggal pelaksanaan Porprov 2023, maka Raker kami majukan bulan ini,” paparnya.

Seusai acara, Bona menyebut pelaksanaan Porprov 9 – 15 September 2023 bisa dikatakan pasti jika sudah mendapat persetejuan peserta Raker. ”Kalau saat ini yang masih dalam rencana,” katanya.

Porprov 2023 akan diikuti 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, mempertandingkan 57 cabang olahraga dengan 70 disiplin dan 873 nomor pertandingan.
Lebih lanjut Bona menjelaskan, hal lain yang dibahas dalam Raker adalah mutasi atlet antar-kabupaten/kota berkaitan dengan Porprov. Kemudian memberikan penawaran kepada KONI Kabupaten/Kota untuk mencalonkan diri jadi tuan rumah Porprov 2027. Yang berkaitan dengan administrasi tentang peraturan Musorkab/Musorkot KONI, kemudian peraturan tentang penjaringan calon ketua umum KONI Provinsi dan KONi Kabupaten/Kota di Jateng.
”Kami juga akan memutuskan cabang olahraga baru di antaranya esport untuk menjadi anggota KONI,” paparnya.

Ngopeni Atlet
Dalam amanatnya, Gubernur juga berpesan agar KONI bisa maintenance (ngopeni) atlet agar tetap membela Jateng pada event nasional seperti PON. Atas hal tersebut, Bona menyebut KONI sudah melakuannya yakni dengan diadakannya Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang diikuti 260 atlet, 90 pelatih dari 49 cabang olahraga. Pelaksanaan Pelatda berjalan sejak Mei lalu hingga Desember 2022 mendatang.
Gubernur juga berpesan agar dalam mengejar target pada PON 2024 mendatang, KONI melakukan seleksi dengan obyektif. Artinya, hanya atlet yang secara kualitas dan potensi tinggi yang direkrut. ”Kalau mereka yang potensi medali, meskipun hanya perunggu, bina dengan baik dan tetap diberangkatkan ke event nasional. Dan atlet ini jangan sampai lepas ke daerah lain,” tegas Gubernur.

Gubernur juga berpesan agar KONI melakukan intelegence prestasi, sehingga bisa mengukur kekuatan dengan daerah lain. ”Kan, tidak banyak muncul atlet baru. Kita bisa menakar kekuatan kita dan lawan dari materi atlet yang hasil PON lalu. Jadi dalam menentukan target bisa akurat,” katanya. (H85)

Wong Ronny Kembali Aktif Pimpin FOBI

Wong Ronny Purwandi Djianto, per 9 Agustus 2022, kembali aktif memimpin Pengprov FOBI (Federasi  Olahraga Barongsai Indonesia) periode 2019 – 2023 setelah sebelumnya mengajukan ”cuti” dan mendelegasikannya kepada Giri Dahono (wakil ketua).
Dalam surat tertanggal 9 Agustus 2022, yang diserahkan kepada Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana ditegaskan, ”Sehubungan dengan sudah berakhirnya kesibukan usaha saya dan sudah terkondisi dengan baik, maka sebagai Ketua Umum FOBI Provinsi Jawa Tengah menarik kembali ‘Surat Penugasan Khusus” dan pendelegasian semua kewenangan dari Wakil Ketua FOBI Jateng saudara Giri Dahono.”

Saat menyerahkan surat tersebut di Ruang Rapat KONI Jateng, Wong Ronny didampingi Lindawati (Sekum), Lili (bendahara), Anna Kristiana (Wasekum I), Candra Budiono (bidang pembinaan) dan Hendra S (bidang hukum). Mereka diterima Ketua Umum Bona Ventura, Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo, II Soedjatmiko, V Sudarsono, Sekum Ade Oesman, Kabid Hukum Ali Purnomo, Kabid Organisasi Joko Priyono dan Kabid Pulahta M Bagus Fathurahman.

Dalam dialog, Wong Ronny menyatakan beberapa alasan mengapa mengambil ”cuti”. Namun dari beberapa pernyataan, dia mengaku sangat lega karena rumor dirinya tidak disukai oleh Ketua Umum KONI Bona Ventura tidak terbukti. ”Ternyata beliau (Bona – Red) sangat familiar. Ini sungguh sangat melegakan,” tegasnya.

Adapun Bona menyebut tidak ada persoalan pribadi maupun organisasi antara KONI dengan FOBI. ”Wong ketemu saja baru sekarang, dan saya tidak kenal, masak saya harus membeci seseorang. Kehadiran Pengprov FOBI ke KONI ini sekaligus merupakan bantahan nyata dari isu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Bona dalam jawabannya.

Kini FOBI Jateng baru memiliki empat pengkot/pengkab, sehingga belum bisa menggelar pertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023. Adapun syarat minimal pertandingan harus diikuti 10 kabupaten/kota. ”Sebenarnya kami memiliki 11 pengkab yang sudah melakukan Muskab/kot, tapi baru empat yang kepengurusannya sah,” papar Ronny.
Atas situasi tersebut, KONI Jateng mendukung FOBI untuk segera membenahi organisasi dan meningkatkan pembinaan. Apalagi barongsai Jateng terbukti berpotensi, dibuktikan dengan meraih dua emas dan tiga perunggu pada eksibisi PON Jabar 2016.

”Sekarang saat pembenahan. Meskipun tidak Porprov, jika nanti pada Pra-PON bisa meloloskan atlet maka bisa kirim atlet ke Aceh-Sumut,” paparnya.

Porprov 2023 Minimal Diikuti 10 Pengcab

Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana kembali menegaskan, pertandingan untuk cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 minimal diikuti 10 pengcab/pengkab. Hal itu ditegaskannya saat menerima audiensi Pengprov Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) di Kantor KONI Jateng, Semarang, Senin (8/8) lalu.

”Mohon maaf, selama ini Pengprov PKSI tidak pernah berkomunikasi dengan KONI sehingga kehilangan jejak dan informasi tentang pertandingan Porprov. Padahal babak kualafikasi Porprov sudah bergulir, ” tutur Bona dalam sambutannya.
Dalam audiensi itu, hadir tiga utusan Pengprov PKSI yakni Tri Wahyuningsih (Binpres), Suglima (Humas) dan Tri Basuki (bendahara). Mereka diterima langsung oleh Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana, Wakil Ketua Umum 1 dan 2 Bambang Raharjo dan Soedjatmiko, Sekum Ade Oesman, Wasekum Bayu, Kabid Humas-Media Darjo Soyat, Wakabid Organisasi Uen Hartiwan dan Wakabid Pembinaan Agus Raharjo.

Dalam laporannya, Tri Wahyuningsih menyebut saat ini baru ada lima pengkab/pengkot PKSI di Jawa Tengah. Namun keanggotaan pengprov PKSI sudah tercatat sejak masa kepegurusan KONI Jateng periode 2013-2017.
”Apakah masih mungkin korfball dipertandingkan pada Porprov?” tanya Tri Wahyuningsih.
Atas laporan dan pertanyaan tersebut, Bona langsung menjelaskan, ”satu cabang olahraga bisa dipertandingkan pada Porprov jika memiliki minimal 10 pengkab/pengkot,” tegasnya.

Tri Wahyuningsih pun mengakui jika Pengprov PKSI periode 2019-2023 ini kurang aktif. Maka pihaknya ingin membuat organisasinya aktif kembali, salah satunya dengan menggelar Musprovlub. ”Salah satu cara agar pembinaan korfball lancar, maka perlu kepengurusan dengan tokoh-tokoh baru. Caranya tentu dengan Musprovlub,” katanya.

Jatim Gelar Porprov Dua Tahunan

Selama tiga hari (26-28 Juli), KONI Jawa Tengang melakukan study banding ke KONI Jawa Timur di Surabaya. Acara ini dimaksudkan untuk menimba ilmu kepada provinsi yang selalu menempati posisi tiga besar dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
”Maksud kami berkunjung ke KONI Jatim adalah untuk mendapatkan informasi sekaligus strategi bagaimana Jatim bisa mempertahankan prestasi pada PON yakni selalu tiga besar. Di sana kami mendapatkan informasi mulai soal anggaran dari APBD Jatim, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan pola pembinaan atlet dalam rangak menghadapi PON,” kata Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiyana.

Rombongan KONI Jatengr terdiri dari 15 orang yakni Bona Ventura Sulistiyana didampingi empat wakil ketua umum Bambang Raharjo, Soedjatmiko, Hary Nuryanto, Sudarsono, Sekretaris Umum Ade Oesman, Wakil Bendahara Umum Sri Busono, Kabid Pulahta M Fatchurrahman Bagus, Kabid Media-Humas Darjo Soyat. Di samping itu, hadir pula Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid, Sekretaris Komisi E Sri Ruwiyati, Biro Kesra Provinsi Jateng Budi Martono, Plt KaDisporapar Setyo Irawan, Kabid Keolahragaan Disporapar Aria Candra Destianto dan pejabat Bappeda Jateng Kharisma Saktiya Airlangga.

Mereka disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil, Wakil Ketua Umum Irmantara Subagio, Bendahara Umum Jasmono, Kabid Pembinaan dan Prestasi Dudy Harjanto, Konsultan Sumarniyah, Kabid Perencanaan Program dan Anggaran M Iskandar.

Pertemuan pengurus KONI Jateng dan Jatim digelar di Ruang Rapat KONI Jatim JlRaya Kertajaya Indah No. 4 Surabaya. Pada pertemuan tersebut, diketahui banyak perbedaan antara kedua daerah, salah satunya adalah Pekan Olahraha Provinsi (Porprov) digelar dua tahun sekali. Artinya, dalam persiapan menghadapi PON mereka menggelar dua kali Porprov.

”Sebenarnya dalam urusan Porprov, saya rasa Jatim ketinggalan dari Jateng. Kami baru menggelar Porprov mulai 2007, jadi baru tujuh kali. Sedangkan Jateng, saya dengar sudah 15-an kali,”kata Nabil.
Seperti diketahui, Jatim baru saja menggelar Porprov dengan tuan rumah empat KONI Kabupaten/Kota.
Hal lainnya, peserta Porprov adalah atlet-atlet kelompok umur. Dengan demikian, mereka yang sudah pernag tampil pada PON, SEA Games, Asian Games dan Olim

piade dilarang tampil. Bedanya, Porprov Jateng merupakan PON mini sehingga atlet-atlet terbaik yang dimiliki Kabupaten/Kota di provinsi ini bisa tampil.
”Ini merupakan hal bagus. Namun kami belum bisa menerapkannya pada Porprov 2023 karena sudah menjadi keputusan pada Rapat Anggota Tahunan yang lalu. Ini baru bisa menjadi konsep pembinaan untuk Porprov berikutnya atau berarti untuk kepengurusan KONI periode mendatang,” kata Bona menanggapi tentang peserta pekan olahraga antar kabupaten/kota di Jateng.

Hal-hal lain dalam study banding sangat banyak. Mulai pembagian biaya pelaksanaan Porprov antara KONI Jatim dengan kabupaten/kota tuan rumah pelaksana, pola pembinaan atlet, dan yang paling mendesak adalah besaran dana dari APBD Jatim.”Dari tukar pengalaman dengan KONI Jatim, akan kami godok bersama pengurus dan kemudian menjadi salah masukan dalam penyusunan program pembinaan, pendanaan dan semua aspek kerja KONI,” kata Bona.
Mengenai dilibatkan nya Komisi E DPRD, Disporapar, Biro Kesra dan Bappeda Jateng, Bona menyebut karena KONI merupakan mitra pemerintah sehingga harus bekerja sama dengan lembaga pemerintah itu

KONI JATENG gelar Coffee Morning dengan Wartawan

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 persoalan mutasi atau perpindahan atlet mengemuka.
Untuk membahas masalah mutasi atlet pada Porprov, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah mempercepat pelaksanaan rapat kerja dengan KONI kabupaten/kota.

“Pelaksanaan rapat kerja dipercepat pada Agustus mendatang dari jadwal semula Desember 2022,” kata Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana pada coffee morning dengan wartawan di Kantor KONI Jateng di Semarang, Jumat (22/7).
Mutasi atlet yang pindah ke daerah lain menjelang adanya event olahraga besar, seperti Porprov, menurut Bona belum ada sanksi hukum tegas yang mengaturnya. Sanksi yang diberikan KONI Jateng berupa sanksi sosial dengan menyampaikan kepada bupati/wali kota, KONI, sampai ke RW dan RT tempat tinggal atlet bersangkutan.
“Kami berharap sanksi sosial ini bisa membuat efek jera bagi atlet bersangkutan akan merasa malu,” ujarnya.
Pada Porprov Jateng yang bakal di gelar pada September 2023 mempertandingkan cabang olah raga (cabor) lebih banyak dari tahun 2018 yakni 49 cabor.

Porprov 2023 akan digelar di Pati Raya dengan tuan rumah enam kabupaten yakni Kabupaten Jepara, Porprov, Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Grobogan.
“Ada beberapa cabang olahraga di gelar di luar Pati Raya seperti

berkuda, golf, dan arum jeram,” ujar Bona.
Sementara, Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi KONI Jateng, Masalah batas waktu mutasi atelat pada Porprov akan disampaiakan pada rapat kerja KONI Jateng mendatang.
Oleh karenanya, Soedjatmiko meminta para peserta rapat kerja untuk memberikan masukan batasan waktu mutasi atlet Porprov sehingga putusanya bisa diterima semua pihak.
“Atlet mempunyai hak untuk berpindah ke daerah lain, kita tidak bisa melarang,” tandasnya.

KONI Pati Raya audiensi dengan KONI Jateng persiapan pelaksanaan Porprov 2023

SEMARANG – Venue untuk menggelar pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 sudah siap 90 persen. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko seusai menerima audiensi KONI Pati Raya di Kantor KONI Jateng, kemarin.
”Dari laporan KONI Pati Raya, kami menyimpulkan kesiapan venue sudah mencapai 90 persen. Jadi ini perkembangan yang menggembirakan,” kata Soedjatmiko kepada wartawan, kemarin.

Dalam audiensi itu, hadir Mustamaji (Ketua KONI Pati), Fathurrahman (Grobogan), Heri Setiono (Blora). Adapun KONI Jepara, Kudus dan Rembang diwakili oleh pengurus. Diketahui, Ketua KONI Kudus Imam Triyanto dan KONI Rembang Vivit Dina Atnasari belum pulang dari ibadah haji. Sedangkan Ketua Umum KONI Jepara Samsul Anwar izin.
Sementara Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana didampingi lima wakil ketua umum yakni Bambang Raharjo (1), Soedjatmiko (2), Hary Nuryanto (3), Amir Machmud (4) dan Sudarsono (5) serta Sekum Ade Oesman, Kabid Litbang Mugiyo Hartono, Kabid Pulahta MF Bagus Faturahman dan Kabid Media-Humas Darjo Soyat.
Di samping memberi laporan tentang perkembangan persiapan masih kabupaten dalam menggelar Porprov, para ketua KONI Pati Raya juga menanyakan kepastian bulan pelaksanaan pekan olahraga antar-Kabupaten/Kota di Jateng itu. Seperti Ketua KONI Blora Heri Setiono yang menanyakan seusai memberi paparan tentang kesiapan Blora. ”Terakhir, kami ingin tahu kapan pelaksanaan Porprov. Ini penting bagi kami dalam menyiapkan semuanya, terutama anggaran,” tanya Heri.

Pertanyaan lain yang mengemuka adalah soal pedoman pelaksanaan pertandingan, batasan minimal peserta dan juga logo Porprov. ”Soal logo ini, apakah kami enam kabupaten seragam atau boleh membikin sendiri-sendiri?” kata Heri melanjutkan pertanyaan.

Atas pertanyaan tersebut, kemudian Bona memberi penjelasan. Soal pelaksanaan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Pemprov Jawa Tengah. Keputusannya akan dituangkan dalam acara Rapat Kerja KONI Jateng, Agustus 2022.
”Kami sudah punya ancar-ancar antara Juli – September 2023. Namun kami harus konsultasi dengan Pemprov, kan penanggung jawab Porprov adalah Bapak Gubernur Ganjar Pranowo,” paparnya.

Upacara Pembukaan
Ketua KONI Pati Mustamaji memaparkan kesiapan daerahnya menggelar Porprov sekaligus menjadi tempat upacara pembukaan. ”Stadion Joyokusumo sudah siap untuk menjadi tempat upacara pembukaan. Dan hal ini sudah didahului ketika launching Persipa Pati yang cukup sukses,” tegasnya.

Guna menggelar Porprov, Mustamaji dan pengurus KONI Pati sudah melakukan study banding ke Jawa Timur yang baru saja menggelar Porprov 2022, dan juga ke KONI Surakarta dengan pengalaman Porprov 2018.
Sayangnya, dalam pertemuan tersebut belum diketahui upacara penutupan akan digelar. Dari enam utusan kabupaten, belum ada satu pun yang menawarkan diri.

”Upacara pembukaan dan penutupan seyogyanya dibuat semeriah mungkin,” kata Wakil Ketua Umum III KONI Jateng Hary Nuryanto.

Sementara Wakil Ketua Umum IV Amir Machmud berpesan kepada para ketua KONI Pati Raya untuk memperhatikan publikasi yakni dengan mengelola pemberitaan oleh wartawan. ”Bukan sekadar menyediakan Media Center, KONI daerah juga harus bekerja sama dengan para wartawan di daerahnya. Mereka harus dilibatkan,” pesannya.
KONI Jateng selaku panitia besar (PB), kata Amir, juga sudah menyiapkan 12 wartawan peliput yang akan ditempatkan di enam kabupaten di wilayah Pati. ”Bidang Media-Humas KONI Jateng sudah mulai bekerja sejak saat ini,” ungkapnya.

Adapun Wakil Ketua Umum V Sudarsono hanya berpesan singkat. ”Kita perlu memikirkan bagaimana Porprov ini bisa dijual. Artinya, ada sponsor bisa ikut menopang pendanaan,” katanya.

Porprov 2023 dijadwalkan digelar selama tujuh hari di enam kabupaten di wilayah Pati Raya. Sebanyak 57 cabang olahraga akan dipertandingkan. Dari jumlah cabang olahraga itu, empat di antaranya harus digelar di luar wilayah Pati yakni arung jeram, berkuda, golf dan balap sepeda. (A4

260 Atlet Pelatda Jawa Tengah Ikuti Test Fisik

SEMARANG – Sebanyak 260 atlet Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) mengikuti test fisik yang diseelenggarakan KONI Jateng di Gedung Prof Kamiso, kampus Unnes Semarang, Sekaran, Jumat dan Sabtu (1-2/7). Pelaksanaan tersebut dilakukan oleh tester yang terdiri dosen olahraga FIK dalam empat sesi yakni Jumat dua sesi (pukul 07.00 – 11.00 dan 13.00 – 16.00 WIB), serta Sabtu dua sesi dengan waktu yang sama.

 

Pembukaan secara resmi tesf fisik dilakukan oleh Sekum KONI Jateng Achmad Ris Ediyanto, yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum II Soedjatmiko yang bertindak sebagai ketua panitia, Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo, Kabid Pembinaan Rumini, Kabid Litbang Mugiyo Hartono.

”Test fisik ini sangat penting dan akan menjadi tolok ukur bagi kebugaran para atlet. Karena itu, para atlet harus sungguh-sungguh menjalaninya,” kata Ade Oesman, panggilan akrab sekum KONI, saat pembukaan.

Hadir pula para wakil ketua bidang pembinaan yang bertanggung jawab pada kelompok cabang olahraga yakni Rudi Dwi Tjahyanto (cabang akurasi), Agus Supriyadi (beladiri), Agus Raharjo (permainan). Adapun Budi Leksono (cabang terukur) berhalangan hadir karena ada tugas di PASI.

Dalam test ini, setiap akan menjalani sembilan tahapan mulai dari pendaftaran dengan diukur tensi, kemudian diukur tinggi dan berat badan. Test sesungguhnya dimulai dari flexibility (dengan cara duduk kemudian meembungkuk dengan jangkauan tertentu), vertical jump (melompat lurus ke atas), speed-power (push-up dan sit-up 30 detik), speedi (sprint 10, 20 dan 30 m), agility (kelincahan), dan terakhir aerobic fitness.

Sementara itu Soedjatmiko menjelaskan, tujuan dilakukan test fisik adalah pertama memantau kesiapan atlet untuk menghadapi latihan, kedua sebagai tolok ukur awal bagia pembuatan program latihan, ketiga merupakan rangkaian besar dari Pelatda. ”Dari hasil test fisik ini, maka program latihan akan dibuat dan diterapkan. Kemudian, nanti ada test fisik lagi sekitar Desember 2022,” paparnya.

KONI Jateng sebenarnya sudah melakukan Pelatda sejak 1 Mei 2022 lalu. Para atlet berlatih di bawah pengawasan pelatih masing-masing cabang olahraga. Namun demikian, beberapa atlet Jateng juga ada yang saat ini berada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games. ”Solusi untuk atlet yang berada di Pelatnas, maka kami akan meminta hasil test fisik nasional,” katanya.
Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, meskipun secara umum para menjalani test fisik yang sama, namun disesuaikan juga dengan klasifikasi cabang olahraga. Ada tiga kategori yakni kelompok cabang olahraga yang dominan fisik tinggi, sedang dan rendah. ”Tentu kebutuhan fisik atletik berbeda dari catur. Nah karakteristik itu ikut menentukan pola test,” katanya. (A4)

KONI Jateng Optimalkan SDM Atlet Melalui Pendekatan Sport Science

SEMARANG – Prestasi olahraga Jawa Tengah sebenarnya tak bisa disepelekan dalam di tataran nasional. Yang perlu terus diciptakan adalah giat mengoptimalkan human resources (sumber daya manusia) untuk disiplin berlatih dengan pendekatan sport science.
Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana mengungkapkan hal tersebut, di sela-sela acara Workshop Penyusunan Program Latihan Pelatda KONI Jateng Tahun 2022 di Hotel Quest Semarang, Jumat 24 Juni 2022. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Sabtu (25/6), diikuti 90 pelatih Jateng yang menangani Pelatda.

‘’Torehan prestasi atlet kita tak bisa disepelekan. Indikasi tersebut, salah satunya hasil SEA Games 2021 di Vietnam, yang mana dari 42 atlet yang masuk kontingen Merah Putih, 31 diantaranya berkontribusi menyumbangkan tujuh emas, 12 perak, 12 perunggu. Ini akan kita optimalkan agar SDM atlet dan pelatih juga lebih optimal, tentu saja dengan pendekatan sport science,’’ tandas Bona.

Bona berharap, dari forum workshop ini, KONI mendapatkan masukan terkait program pelatda Jateng yang muaranya adalah PON XXI 2024 di Aceh-Sumut. Dia mencontohkan, dalam workshop muncul diskusi perlunya pelatih fisik di cabang non-beladiri dan psikiater untuk memantau kejiwaan atlet.

‘’Dalam konteks pembinaan atlet, kadang antara das sollen dan das sein, teori dan praktik di lapangan nggak sama. Kita akan menerima masukan apa yang KONI tidak lihat, dan selalu mencari solusi atas masalah secara bersama-sama,’’ tambahnya.

Dalam workshop itu, Wakil Ketua Umum II KONI Soedjatmiko memberikan paparan garis besar program pembinaan prestasi tahun 2022-2025. Menurutnya, Jateng merupakan provinsi yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet potensial.
‘’Banyak atlet Jateng berbakat yang berprestasi di tingkat nasional, bahkan juara dunia. Ini modal besar untuk menghadapi PON 2024 nanti, ‘’ kata Jatmiko sambil menyebut persiapan PON membutuhkan akselerasi kegiatan secara cepat, efektif dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Jatmiko menyampaikan juga soal kegiatan pendukung pelatda seperti seleksi, try in, tes fisik, mendatangkan pelatih nasional, pelatih asing, dan try out.

Selain Jatmiko, dalam workshop, sejumlah pengurus KON Jateng memberikan materi. Seperti Kabid Binpres Rumini yang banyak membedah tentang Teori Latihan, sedangkan Kabid Sport Science Iptek Tri Rustiadi membedah Tinjuan Fisiologi dalam Latihan Olahraga.
Nara sumber lain, dosen FPOK Universitas Pendidikan Indonesia Dikdik Zafar Sidik berbicara tentang Penyusunan Periodisasi Program Latihan. (Aji)

Mutasi Atlet Jadi Bahasan Pengprov

SEMARANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023
merupakan pesta olahraganya atlet-atlet Jateng, bukan atlet
provinsi lain. Karena itu, harus diwaspadai munculnya atlet dadakan namun kemudian hilang lagi seusai Porprov.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Jateng
Soedjatmiko dalam rapat koordinasi KONI Jateng dengan ketua
atau utusan pengprov cabang olahraga, Senin (12/6).
”Kalau ada atlet daerah lain mau bergabung dengan
Kabupaten/Kota di Jateng, kami sangat terbuka. Namun,
setelah itu terikat dengan Jateng hingga PON Aceh-Sumut.
Bukan ikut Porprov ikut Kota/Kabupaten, setelah itu
hilang,” katanya.
Rapat Koordinasi dihadiri Wakil Ketua Umum I Bambang Raharjo Munajat, Kabid Pembinaan Rumini, Kabid Organisasi Joko Priyono dan Kabid Hukum Ali Purnomo, serta Wakabid Pembinaan Budi Leksono, Agus Raharjo, Agus Supriyadi dan Rudi Dwi Tjahyanto.Bahasan mengenai mutasi atlet memang menjadi bahan pertanyaan peserta. Namun KONI Jateng belum memiliki acuan, sehingga batas waktu mutasi belum diputuskan. ”Dari hasil RAT KONI Jateng 2020 memang sudah diputuskan untuk Porprov 2022. Karena pelaksanaan Porprov bergeser ke
2023, otomatis acuan itu gugur. Untuk penetapannya, harus lewat Rakerprov,” kata Kabid Hukum Ali Purnomo. Atas hal tersebut, utusan Pengprov PBVSI Jateng Lamidin memberi saran, batasan mutasi Porprov adalahs setahun sebelumnya. Hal itu didasari pemikiran bahwa mutasi untuk PON 2024 adalah dua tahun, yang berarti tahun 2022 ini merupakan batas akhir. ”Untuk Porprov, bolehlah pindah antakota/kabupaten, yang penting masih untuk Jawa Tengah. Artinya, jika Porprov September 2023, maka batas akhir perpindahan adalah September 2022 ini,” paparnya. Pelaksanaan Porprov sendiri belum diputuskan bulan dan tanggalnya. Ancer-ancer yang diperkirakan adalah Juli, September atau November 2023. ”Kita masih berpikir juga soal Pra-PON. Jangan sampai waktunya tumbukan,” kata Soedjatmiko.

Porprov 2023 direncanakan digelar di wilayah Eks Pati Raya
meliputi Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora dan
Grobogan. Cabang olahraga yang akan dipertandingkan 65.
Untuk kelolosan cabang olahraga tuan rumah, hanya cabang
olahraga yang digelar di Kabupaten tersebut. ”Misalnya bola
voli di Kudus, yang hanya Kudus saja yang lolos otomatis.
Sementara lima kabupaten lain di Pati Raya tetap ikut Pra-Porprov,” papar dosen FIK Unnes itu. Mengenai pelaksanaan Pra-Porprov, Soedjatmiko menjelaskan, dijadwalkan mulai Juni sampai November 2022.