Tak Tekalahkan, Tim Basket 5v5 Putra Surakarta Raih Emas Porprov Jateng 2026 Kandaskan Kota Semarang
SEMARANG – Tim bola basket putra Kota Surakarta menutup perjuangan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan hasil gemilang.
Tampil konsisten sepanjang turnamen, tim basket nomor 5v5 putra sukses menyabet medali emas setelah menaklukkan tuan rumah Semarang dengan skor telak 62-38.
Pertandingan final yang berlangsung di GOR Sahabat, Semarang, Jumat (30/10/2026) sore itu menjadi puncak penampilan impresif tim basket putra Surakarta. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan mereka mengakhiri kompetisi dengan catatan sempurna.
Dari lima pertandingan yang dijalani, Surakarta selalu keluar sebagai pemenang. Tidak sekalipun mereka menelan kekalahan hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi Porprov Jateng 2026.
Pelatih basket putra Surakarta, Ari Sapto, mengungkapkan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain dalam menjalankan strategi yang telah disiapkan tim kepelatihan.
Menurutnya, para pemain mampu menjaga komitmen dan konsentrasi di setiap pertandingan. Bahkan, tim pelatih selalu mengingatkan bahwa setiap laga harus diperlakukan seperti partai final.
“Anak-anak sudah bermain seperti yang kita mau. Jadi, game plan dan latihan-latihan yang sudah dipersiapkan bisa dijalankan di setiap game. Pada setiap game, staf kepelatihan selalu bilang kepada pemain kalau setiap permainan itu babak final dan harus main all out,” ujar Ari kepada tim media KONI Surakarta, Jumat (30/10/2026).
Meski berhasil meraih emas dengan rekor tak terkalahkan, Ari mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Salah satunya berkaitan dengan kecerdasan pemain dalam membaca situasi dan menentukan keputusan selama pertandingan.
Ia berharap para pemain tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik individu, tetapi juga mampu memahami permainan secara lebih matang.
“Ada beberapa catatan untuk lima pertandingan di Porprov Jateng 2026 kali ini. Anak-anak setidaknya perlu memperbaiki cara bermain basket agar lebih pintar lagi. Tidak cuma skillful, tetapi juga harus cerdas dalam permainan,” ungkapnya.
Sementara itu, pebasket Surakarta, Alazhar Putra Zaka, mengakui pertandingan final menghadapi Semarang berlangsung ketat dan penuh tekanan. Namun, kesiapan seluruh pemain membuat timnya mampu mengatasi perlawanan tuan rumah.
Menurut Alazhar, kekuatan Surakarta tidak hanya terletak pada pemain inti. Kontribusi pemain yang memulai pertandingan dari bangku cadangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa tim.
“Jujur, dari awal kita sudah tahu kalau permainan bakal berjalan ketat dan keras. Mengetahui permainan bakal seperti itu, kita sebagai tim sudah siap menghadapinya. Bahkan, semua pemain sangat siap. Siapa pun yang diganti, bisa menggantikan perannya dengan baik, baik dalam melakukan defense maupun offense,” ujar pebasket berusia 17 tahun tersebut.
Alazhar juga menceritakan timnya sempat mengalami kesulitan dalam mencetak angka pada beberapa momen pertandingan. Namun, arahan pelatih Ari Sapto bersama Igun membantu para pemain menemukan kembali ritme permainan.
Seluruh pemain berusaha menjalankan instruksi yang diberikan tim kepelatihan hingga mampu bangkit dan memperlebar keunggulan atas Semarang.
“Kita bisa bangkit karena mengikuti instruksi pelatih. Coach Ari dan Igun memberikan instruksi, kita ikuti saja dan jalankan sesuai arahannya. Pasalnya, yang paling mengetahui permainan jelas pelatih. Jadi, kita ikuti saja arahannya,” lanjutnya.
Bagi Alazhar, medali emas Porprov Jateng 2026 menjadi pencapaian membanggakan. Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada tim basket putra Surakarta selama menjalani kompetisi.
“Terima kasih buat yang sudah mendukung kami sehingga kami sampai di sini (meraih medali emas). Pokoknya, thank you buat kalian semuanya,” pungkasnya.
Keberhasilan ini menjadi penutup manis perjuangan basket putra Surakarta di Porprov Jateng XVII 2026. Selain membawa pulang medali emas, rekor lima kemenangan tanpa kekalahan menjadi bukti konsistensi tim sepanjang kompetisi.(*)