Taekwondo Surakarta Andalkan Regenerasi, Tiga Emas Porprov Jateng 2026 Tercapai
SALATIGA – Kontingen taekwondo Kota Surakarta memenuhi target tiga medali emas yang ditetapkan KONI Surakarta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Kepastian itu diperoleh setelah Hanindra Agung Nugroho menyumbangkan emas dari kategori heavy putra over 87 kilogram pada hari kedua pertandingan, Rabu (28/10/2026).
Bertanding di Auditorium UIN Salatiga, Hanindra tampil impresif dengan mengalahkan taekwondoin Kabupaten Pati, Kelvin Indra Rahma, dengan skor 1-0.
Selain emas, Surakarta juga menambah satu medali perunggu melalui Arini Puspitasari dari kategori middle putri under 73 kilogram.
Arini harus mengakui keunggulan Dinda Putri Lestari dari Kabupaten Temanggung yang merupakan atlet SEA Games yang meraih emas. Sementara itu, medali perak pada kategori tersebut diraih Jeiny Flora Mandasta dari Kabupaten Semarang.
Tambahan dua medali itu membuat koleksi taekwondo Surakarta semakin lengkap setelah pada hari pertama membukukan dua emas dan dua perunggu dari nomor poomsae.
Dua emas sebelumnya diraih melalui nomor poomsae beregu putra oleh Arya Duta Angkasa, Hanif Wisnu Moorteza, dan Muhammad Fadli. Sementara itu, Angela Khansa Nathania menjadi juara nomor poomsae individual putri setelah mengalahkan Besta Noviana Kushof dari Kabupaten Banyumas.
Dua perunggu hari pertama berasal dari nomor poomsae beregu putri yang diperkuat Angela Khansa Nathania, Kireina Cahya Kirana, dan Kayla Refa, serta nomor poomsae individual putra melalui Muhammad Fadli.
Bagi Hanindra, medali emas Porprov Jateng 2026 memiliki arti tersendiri. Atlet yang akrab disapa Hanin itu akhirnya mampu menuntaskan penantian setelah gagal meraih emas pada Porprov empat tahun sebelumnya.
Ia mengaku bersyukur kerja keras selama bertahun-tahun berbuah hasil sesuai harapan. Emas tersebut sekaligus menjadi pembuktian atas perjuangannya untuk mengharumkan nama Kota Surakarta.
“Puji Tuhan. Ini emas pertama saya di ajang Porprov. Empat tahun lalu di Porprov Pati Raya gagal mempersembahkan medali emas,” terang Hanin.
“Penantian yang cukup panjang, karena empat tahun lalu saya gagal mempersembahkan emas. Tahun ini, puji Tuhan dapat emas dan bisa membayar utang untuk membanggakan Kota Solo,” tambah mahasiswa semester akhir Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang tersebut.
Hanin mempersembahkan medali emas itu untuk orang tua, pelatih, dirinya sendiri, serta masyarakat Kota Surakarta yang selama ini memberikan dukungan.
Namun, perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mulus. Ia harus menjalani persiapan intensif selama empat bulan di tengah cedera otot betis yang cukup parah.
Cedera tersebut membuatnya terpaksa berhenti berlatih selama tiga minggu, tepat ketika Porprov semakin dekat. Situasi itu sempat membuatnya khawatir tidak bisa tampil maksimal.
“Saya rest total hingga tiga minggu dan benar-benar tidak latihan. Itu dalam waktu H- sebulan Porprov. Saya juga sudah pasrah, bagaimana ini kaki tidak sembuh-sembuh. Dan puji Tuhan dikasih kesembuhan dan bisa tampil maksimal,” tutur atlet kelahiran 18 April 2003 itu.
Persaingan di arena pertandingan juga menjadi tantangan tersendiri. Hanindra mengaku harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk melewati setiap ronde dan memastikan kemenangan.
Dukungan keluarga yang hadir langsung di tribun menjadi sumber motivasi tambahan. Ia melihat kehadiran orang tua dan keluarga sebagai pengingat agar tidak mengulangi kegagalan pada Porprov sebelumnya.
“Saya lihat optimisme dari wajah kedua orang tua saya, Uti, Kakung, dan adik-adik saya itu jadi motivasi berlipat,” imbuh putra Sigit Mulato dan Veronina Elsa tersebut.
Regenerasi Atlet
Ketua Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (TI) Surakarta, Harkiman, mengapresiasi perjuangan para atlet yang berhasil memenuhi target medali emas.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil pembinaan dan regenerasi yang mulai dilakukan secara konsisten.
Surakarta juga memberikan kesempatan kepada pelatih-pelatih muda untuk menangani atlet dalam persiapan menghadapi Porprov Jateng 2026.
“Tahun ini regenerasi dan memberi kesempatan untuk tim pelatih yang muda-muda. Ini yang menangani muda-muda, atletnya pun SEA Games sudah tidak kami turunkan di Porprov Jateng, yang seni atlet baru semua,” jelas Harkiman.
Ia menilai persaingan taekwondo pada Porprov kali ini semakin merata. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi atlet-atlet muda untuk membuktikan kemampuan mereka.
“Meski target awal tiga emas telah terpenuhi, Surakarta masih memiliki peluang menambah medali di dua hari terakhir pertandingan,” katanya.
Harkiman berharap atlet yang tersisa dapat memaksimalkan kesempatan tersebut untuk menambah koleksi emas sekaligus memperkuat hasil kontingen Kota Bengawan.
Keberhasilan memenuhi target tiga emas menjadi modal positif bagi pembinaan taekwondo Surakarta. Selain membuktikan kualitas atlet, capaian ini juga memperlihatkan potensi regenerasi untuk menjaga prestasi pada kejuaraan mendatang.(*)
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Bangkit dari Cedera, Hanindra Agung Persembahkan Emas untuk Surakarta di Porprov 2026”
Baca selengkapnya di: https://www.jatengnetwork.com/olahraga/28417826595/bangkit-dari-cedera-hanindra-agung-persembahkan-emas-untuk-surakarta-di-porprov-2026