Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Tag: Muay Thai Solo

Akhir Kisah Manis Jalu Aji di Porprov Jateng 2026: Pertahankan Tradisi Emas Muay Thai, Kini Fokus Perkuat Jateng di PON 2028

SALATIGA – Nama Jalu Aji Dharma Suseno kembali menjadi sorotan setelah sukses meraih medali emas cabang olahraga Muay Thai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.

Atlet asal Kota Surakarta tersebut menambah daftar panjang prestasinya yang kini mencapai lebih 33 medali dari berbagai kejuaraan bela diri.

Jalu memastikan medali emas di nomor fighting putra kelas -71 kilogram (kg) setelah mengalahkan Sigit Purnomo Jati dari Kudus. Pertandingan berlangsung di GOR Hati Beriman, Salatiga, Minggu (25/10/2026).

Keberhasilan itu sekaligus melengkapi raihan tiga medali emas tim Muay Thai Kota Surakarta di Porprov Jateng 2026.

Bagi Jalu, pencapaian tersebut menjadi tambahan prestasi setelah sebelumnya dua kali meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Pertarungan sangat sengit hingga tiga ronde. Bersyukur bisa mempertahankan emas di Porprov 2026 ini,” tegas Jalu Aji saat ditemui usai pengalungan medali di GOR Hati Beriman Salatiga, Minggu (25/10/2026), malam.

Jalu mengungkapkan, Porprov Jateng 2026 kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya bersama kontingen Kota Surakarta.

Faktor usia yang mendekati batas persyaratan menjadi salah satu alasan dirinya mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

“Maybe ini Porprov terakhir saya karena umur sudah hampir lewat dari persyaratan. Untuk Porprov berikutnya mungkin saya sudah tidak bisa bergabung lagi dengan tim Surakarta,” ungkapnya.

Jika tidak lagi bisa tampil pada Porprov berikutnya, Jalu berharap atlet-atlet muda Surakarta mampu meneruskan pencapaian yang telah dirintis generasi sebelumnya.

“Semoga adik-adik penerus saya bisa lebih berprestasi, saatnya regenerasi,” tutur Jalu.

Lahir di Solo pada 29 September 1995, Jalu telah menekuni olahraga bela diri sejak berusia 12 tahun.

Lebih dari satu dekade menjalani latihan dan kompetisi, ia terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai disiplin, mulai dari tinju, ju-jitsu, kick boxing, wushu, hingga Muay Thai.

Rekam jejak Jalu di tingkat nasional menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Ia berhasil meraih medali emas pada PON XX Papua di kelas 67 kg putra.

Prestasi tersebut kembali diulang pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Kali ini, Jalu tampil di kelas 71 kg putra dan kembali berdiri di podium tertinggi.

Dua medali emas PON itu mempertegas konsistensinya sebagai atlet bela diri. Kini, keberhasilan di Porprov Jateng 2026 menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi kontingen Surakarta.

Pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan juga membuat Jalu terbiasa menghadapi lawan dengan karakter dan kemampuan berbeda. Ia menilai setiap pertandingan merupakan ujian untuk menjaga kualitas sekaligus mengukur perkembangan kemampuan atlet.

Meski berhasil meraih emas, Jalu mengakui persaingan di Porprov Jateng 2026 berlangsung ketat. Ia tidak mempermasalahkan asal atlet yang menjadi lawannya selama seluruh ketentuan pertandingan dipenuhi.

“Pertandingan hari ini cukup sengit. Ada beberapa atlet dari provinsi lain dan mungkin dari luar juga. Itu tidak masalah buat saya. Saya siap bertanding melawan siapa saja, dari mana pun asalnya, selama persyaratannya sudah benar,” ujar Jalu.

Ia berharap penyelenggaraan Porprov ke depan semakin berkualitas dan mampu menghadirkan persaingan yang mendorong perkembangan olahraga bela diri di Jawa Tengah.

Jalu juga mengapresiasi hasil yang diraih tim Muay Thai Surakarta. Meski demikian, ia mengaku memiliki harapan lebih tinggi dibandingkan raihan tiga medali emas.

“Ekspektasi saya lebih dari tiga emas. Melihat persaingan cukup sengit, tetapi melihat prestasi Solo tidak lain tidak bukan karena asahan HAN Academy, terutama Coach Johan Mulya Legowo yang mendedikasikan diri secara penuh untuk olahraga kombat,” tuturnya.

Menurut Jalu, peran pelatih dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet berprestasi. Ia berharap HAN Academy terus menghasilkan petarung yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Bidik PON 2028

Setelah Porprov Jateng 2026, Jalu masih membuka peluang untuk memperkuat tim Jawa Tengah pada ajang berikutnya, termasuk PON Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia menyatakan siap memenuhi panggilan jika mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda). Namun, keputusan tersebut tetap akan mempertimbangkan kondisi dan kesibukannya saat ini.

Kehidupan keluarga menjadi salah satu pertimbangan Jalu. Setelah berkeluarga dan memiliki seorang anak, ia menyadari bahwa tanggung jawab di luar olahraga semakin bertambah.

“Saya lihat-lihat saja, karena melihat situasi dan kondisi. Kesibukan semakin ke sini semakin banyak, sudah punya anak satu. Mungkin kalau memang dipanggil, saya selalu siap memenuhi panggilan. Cuma, semisal ada yang lebih baik dari saya, mungkin bisa menggantikan saya, saya terima,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Jalu masih memiliki keinginan untuk membela Jawa Tengah.

Namun, ia juga terbuka terhadap regenerasi apabila ada atlet lain yang dinilai lebih siap untuk mengemban tanggung jawab di kompetisi mendatang.

“Saya selalu siap jika dipanggil memperkuat Jateng di PON. Namun, jika ada atlet dari daerah lain yang melebih saya, saya pun legawa untuk digantikan,” kata Jalu sembari tersenyum.

Ia ingin semakin banyak atlet bela diri dari Solo dan Jawa Tengah yang mendapat kesempatan tampil di panggung lebih tinggi, mulai dari PON hingga SEA Games dan kejuaraan internasional lainnya.

“Regenerasi atlet menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga. Dengan pembinaan yang konsisten, potensi atlet muda diharapkan dapat berkembang dan menghasilkan prestasi baru,” ucap Jalu.

Perjalanan Jalu Aji Dharma Suseno menjadi gambaran bagaimana ketekunan sejak usia muda dapat menghasilkan pencapaian panjang di dunia olahraga.

Dengan koleksi puluhan medali, dua emas PON, serta emas Porprov Jateng 2026, ia masih menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam olahraga bela diri terutama Muay Thai.

Kini, selain menjaga peluang untuk kembali bersaing di level nasional, Jalu juga berharap muncul generasi penerus yang mampu mengharumkan nama Jawa Tengah dan Indonesia di berbagai kejuaraan mendatang.(*)

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Last Dance Jalu Aji di Porprov, Berharap Atlet Muda Solo Terus Berprestasi di Muay Thai”
Baca selengkapnya di: https://www.jatengnetwork.com/jateng/28417814199/last-dance-jalu-aji-di-porprov-berharap-atlet-muda-solo-terus-berprestasi-di-muay-thai

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3