Grogi di Final Porprov Jateng 2026, Pradinda Puspa Rinjani Gagal Pertahankan Medali Emas
SALATIGA – Kontingen taekwondo Kota Surakarta gagal menambah koleksi medali emas pada hari ketiga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Andalan Solo, Pradinda Puspa Rinjani, harus puas meraih medali perak setelah kalah tipis dari atlet Kabupaten Semarang.
Bertanding di Auditorium UIN Salatiga, Kamis (29/10/2026), Pradinda yang akrab disapa Dinda takluk dengan skor 1-2 dari Elisabeth Yuannita Desstri Saputri pada nomor kyorugi under 46 kilogram putri.
Hasil tersebut menggagalkan ambisi Dinda mempertahankan medali emas yang diraihnya pada Porprov Pati Raya sebelumnya di nomor yang sama.
Usai pertandingan, raut kekecewaan terlihat dari wajah atlet Kota Surakarta tersebut. Dinda mengakui rasa gugup dan tekanan untuk mempertahankan gelar juara memengaruhi penampilannya sehingga tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.
“Pastinya sangat kecewa sekali. Hari ini saya grogi dan kemampuan terbaik tidak maksimal. Secara pribadi, hasil yang mengecewakan untuk saya, karena gagal mempertahankan emas di Porprov 2026,” ujar Dinda.
Ia mengaku tekanan pada Porprov kali ini terasa lebih besar karena berstatus sebagai juara bertahan. Dinda juga menilai persiapan latihannya masih perlu ditingkatkan.
“Tegang ya, karena seperti tekanan lebih tinggi dan harus mempertahankan emas di Porprov sebelumnya. Evaluasi pribadi, mungkin latihan saya kurang,” tandasnya.
Pelatih senior taekwondo Kota Surakarta, Tanu Kismanto, mengaku tetap bangga dengan perjuangan para atletnya. Hingga hari ketiga pertandingan, kontingen taekwondo Solo telah mengoleksi tiga medali emas atau sesuai target yang ditetapkan.
Meski demikian, Tanu mengakui pihaknya semula menargetkan tambahan satu emas dari Pradinda. Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi atlet maupun tim pelatih.
“Puji Tuhan hasil hingga hari ketiga ini sudah meraih tiga emas sesuai target. Terima kasih support-nya KONI Surakarta. Hari ini sebenarnya kami targetkan satu emas lagi dari Dinda, namun hasil berkata lain,” kata Tanu.
Menurut dia, Pradinda tampil lebih berhati-hati dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut membuat sejumlah teknik andalannya tidak berkembang optimal selama pertandingan.
“Permainannya Dinda jadi kelihatan grogi, terlalu berhati-hati. Kita bisa lihat hanya satu dua teknik saja yang keluar. Tidak seperti biasa, terlalu berhati-hati, sayang sekali,” ungkapnya.
Tanu menegaskan, hasil pertandingan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa atlet ke depan. Ia berharap kontingen taekwondo Surakarta masih mampu menambah medali emas pada pertandingan berikutnya.
“Kita tetap evaluasi hasil pertandingannya, sayang sekali sebenarnya. Ini bisa menjadi perbaikan atlet ke depan, pelatih juga evaluasi. Kita harapkan besok bisa mencuri satu emas lagi,” ucapnya.
Regenerasi Jadi Fokus
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Tanu menyoroti proses regenerasi atlet taekwondo Kota Surakarta yang menjadi salah satu fokus pada Porprov Jateng XVII 2026.
Pada ajang kali ini, Surakarta menurunkan atlet lapis kedua. Sejumlah atlet andalan yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games tidak diikutsertakan dalam kompetisi tersebut.
Menurut Tanu, keputusan itu merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet generasi berikutnya, meskipun konsekuensinya persaingan untuk meraih gelar juara umum menjadi lebih berat.
“Regenerasi atlet, kita memang sedang menurunkan lapis dua di Porprov Jateng, karena atlet andalan Kota Solo yang mengikuti SEA Games tidak diikutkan,” jelasnya.
Ia menilai regenerasi harus tetap berjalan agar Kota Surakarta memiliki atlet yang siap bersaing pada kompetisi tingkat provinsi maupun nasional pada masa mendatang.
Tanu berharap para atlet muda yang tampil pada Porprov 2026 dapat berkembang dan mencapai hasil lebih maksimal pada penyelenggaraan berikutnya.
Dengan tiga medali emas yang telah dikumpulkan hingga hari ketiga, tim taekwondo Surakarta masih berpeluang menambah pundi-pundi medali. Evaluasi pertandingan dan pembinaan atlet muda diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi persaingan pada hari-hari terakhir Porprov Jateng XVII 2026.(*)
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Gagal Pertahankan Emas, Pradinda Puspa Sumbang Perak untuk Surakarta di Porprov Jateng”
Baca selengkapnya di: https://www.jatengnetwork.com/olahraga/28417830355/gagal-pertahankan-emas-pradinda-puspa-sumbang-perak-untuk-surakarta-di-porprov-jateng