KONI Jateng Apresiasi Taekwondo Jateng, Sujarwanto: Manajemen Cabor Ini Patut Jadi Contoh

SEMARANG – Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Jawa Tengah atas konsistensi pembinaan dan kemandiriannya dalam memajukan olahraga prestasi. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pemberian tali asih kepada atlet taekwondo berprestasi di Gedung PGRI, Kompleks GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/2/2026).
Dalam sambutannya, Sujarwanto menilai Taekwondo Jawa Tengah layak menjadi contoh bagi cabang olahraga (cabor) lain, terutama dalam sistem manajerial organisasi dan strategi pemassalan atlet yang berkelanjutan.
“Dari sisi organisasi dan pembinaan, Taekwondo Jawa Tengah ini cabor besar. Manajemennya rapi, pembinaannya berjenjang, dan pemassalannya berjalan. Ini patut ditiru oleh cabor-cabor lain,” tegasnya.
Sujarwanto juga mengapresiasi langkah Pengprov Taekwondo Jawa Tengah yang mampu memberikan tali asih kepada atlet dan pelatih dari hasil pengelolaan internal organisasi.
“Taekwondo bisa memberi tali asih kepada atletnya sendiri. Ini luar biasa. Artinya organisasi berjalan sehat dan mandiri, tidak semata bergantung pada bantuan pemerintah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tali asih diberikan kepada atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Jawa Tengah di berbagai ajang, mulai dari POPNAS, PON Beladiri, SEA Games, hingga para pelatih yang berperan besar dalam proses pembinaan.
Sujarwanto menekankan bahwa bonus atau penghargaan tidak boleh menjadi tujuan utama atlet. Orientasi utama harus tetap pada prestasi, bahkan hingga level internasional.
“Bonus itu bentuk apresiasi, bukan tujuan akhir. Orientasi atlet harus prestasi setinggi-tingginya, sampai internasional. Dengan prestasi, masa depan atlet akan mengikuti,” katanya.
Ia menambahkan, negara telah menunjukkan kehadirannya dalam menjamin masa depan atlet berprestasi. Atlet yang sukses di level internasional kini mendapat peluang berkarier di institusi strategis seperti TNI dan Polri.
“Inilah bentuk negara hadir. Atlet harus punya masa depan yang jelas, punya kesempatan karier yang setara, dan tidak kebingungan di hari tua,” ungkap Sujarwanto.
Dalam sambutannya, Sujarwanto juga menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada kegiatan tersebut merupakan bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pembinaan olahraga prestasi.
“Kehadiran Bapak Gubernur adalah suntikan semangat luar biasa bagi atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia memaparkan kontribusi atlet Jawa Tengah pada ajang SEA Games 2025. Kontingen Jawa Tengah menyumbangkan 12 medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu untuk Indonesia. Dari raihan tersebut, Taekwondo Jawa Tengah berkontribusi 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, sehingga Jawa Tengah menyumbang sekitar 13 persen dari total medali Indonesia.
Sementara pada ajang PON Beladiri, atlet Jawa Tengah berhasil meraih 4 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu, sebuah capaian yang dinilai sangat membanggakan.
“Kami berharap para atlet tidak cepat berpuas diri. Terus berlatih, jaga disiplin, dan persiapkan diri menghadapi agenda besar ke depan,” pesan Sujarwanto.
Menghadapi tantangan ke depan, termasuk Porprov Jawa Tengah XVII di Semarang Raya tahun 2026, PON, serta kejuaraan nasional dan internasional lainnya, Sujarwanto mendorong Pengprov Taekwondo Jawa Tengah untuk terus memperkuat pembinaan usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperbanyak kompetisi sebagai sarana uji kemampuan atlet.
Selain dukungan dari KONI Jateng, Sujarwanto juga mengungkapkan bahwa banyak pihak swasta telah bekerja sama memberikan beasiswa bagi atlet berprestasi sebagai bagian dari penguatan masa depan atlet.
“KONI Provinsi Jawa Tengah akan terus mendukung pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan demi terwujudnya Jawa Tengah sebagai lumbung atlet berprestasi nasional dan internasional,” pungkasnya.()
0 Comments