Jateng–DIY Matangkan Rencana Tuan Rumah Bersama PON, KONI Jateng Audiensi dengan Paku Alam X

SUASANA hangat terasa di ruang kerja Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026). Di ruangan itu, Wakil Gubernur sekaligus Ketua KONI Daerah Istimewa Yogyakarta, Paku Alam X, menerima audiensi jajaran pengurus KONI Jawa Tengah yang dipimpin Ketua Umum Sujarwanto Dwiatmoko.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi olahraga. Di baliknya, tersimpan agenda penting, membahas rencana Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk maju bersama sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XXIII.
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun penuh gagasan itu, Sri Paduka Paku Alam X yang didampingi sejumlah pengurus KONI DIY menyambut positif inisiatif kolaborasi dua provinsi tersebut. Ia menilai kerja sama ini memiliki potensi besar, namun perlu dipersiapkan secara matang agar mampu bersaing dalam proses bidding tuan rumah ajang olahraga nasional tersebut.
“Kami menyambut baik rencana ini. Namun tentu harus dipersiapkan dengan serius dan matang agar semua aspek benar-benar siap,” ungkapnya dalam pertemuan tersebut.
Dalam paparan yang disampaikan, pengurus KONI Jawa Tengah dan DIY memaparkan sejumlah keunggulan yang menjadi modal kuat bagi kedua provinsi untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Salah satunya adalah dukungan luas dari berbagai pihak di kedua daerah, mulai dari pemerintah provinsi, DPRD, pemangku kepentingan olahraga, hingga masyarakat umum.
Selain itu, Jawa Tengah dan DIY dinilai memiliki kesamaan kultur dan kedekatan geografis yang memudahkan koordinasi dalam penyelenggaraan event berskala nasional.
Dari sisi infrastruktur, kedua wilayah juga dinilai cukup siap. Akses transportasi yang semakin baik, ketersediaan fasilitas akomodasi, serta berbagai destinasi wisata menjadi nilai tambah yang dapat mendukung konsep sport tourism.
Tak hanya itu, baik di Jawa Tengah maupun DIY telah tersedia berbagai venue olahraga yang memadai dan memenuhi standar untuk penyelenggaraan pertandingan berbagai cabang olahraga.
Faktor lain yang turut menjadi kekuatan adalah ketersediaan sumber daya manusia di bidang olahraga. Di kedua provinsi terdapat sejumlah perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Ilmu Keolahragaan, yang selama ini berperan dalam mencetak tenaga profesional di bidang sport science dan manajemen olahraga.
Dengan berbagai potensi tersebut, rencana Jawa Tengah dan DIY untuk menjadi tuan rumah bersama PON dinilai memiliki peluang besar apabila dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi.
Pertemuan siang itu pun ditutup dengan optimisme. Bagi kedua daerah, kolaborasi ini bukan hanya tentang menjadi tuan rumah sebuah ajang olahraga, tetapi juga tentang menunjukkan bahwa kerja sama antarprovinsi dapat melahirkan kekuatan baru dalam memajukan dunia olahraga nasional.()





0 Comments