Berkas Pendaftaran Pencalonan Tuan Rumah PON 2032 Akan Diserahkan ke KONI Pusat Senin

SEMARANG – Dokumen pendukung pendaftaran pencalonan Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032, hampir lengkap.
Rencananya setelah lengkap, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng akan menyerahkan berkas awal pendaftaran itu ke KONI Pusat pada Senin (30/3) mendatang.
Kelengkapan dokumen yang sudah dikantongi KONI Jateng antara lain surat pernyataan kesanggupan sebagai tuan rumah PON XXXIII 2032 yang ditandatangani oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Ketua DPRD Jateng Sumanto.
KONI Jateng melalui Ketua Umum Sujarwanto Dwiatmomo sudah mendapatkan tanda tangan kedua pimpinan daerah tersebut pada Rabu (25/3) lalu.
“Setelah dokumen lengkap, rencananya kami akan mendaftarkan diri ke KONI Pusat sebagai calon tuan rumah PON XXIII bersama DIY pada Senin (30/3) mendatang,” ungkap Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, saat silaturahmi dengan Ketua DPRD Jateng Sumanto, Rabu lalu.
Sujarwanto optimistis Jateng mampu menjadi tuan rumah yang baik. Hal itu tak lepas dari keberadaan Jateng sebagai tonggak sejarah perkembangan keolahragaan nasional.
Momen itu terdapat pada Kongres Olahraga I di Surakarta pada tahun 1946 serta PON I pada tanggal 8-12 September 1948 di Surakarta.
Selain itu, Jateng juga berpengalaman sebagai tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga multi event seperti Asean Paragames dan Asean School Games.
“Jateng sudah dua kali mencalonkan diri menjadi tuan rumah PON, yakni pada PON 2004 dan 2021, namun gagal. Mudah-mudahan pada PON 2032 ini Jateng bisa menjadi tuan rumah,” harap Sujarwanto.
Modal Besar
Lebih lanjut Sujarwanto mengemukakan Jateng-DIY punya modal besar sebagai tuan rumah PON 2032. Dukungan dari semua pihak sangat besar mulai dari Gubernur, DPRD, stakeholder, masyarakat olahraga pada khususnya, serta masyarakat pada umumnya.
Selain itu, kedekatan letak geografis Jateng dan DIY jadi keunggulan tersendiri. Dukungan infrastruktur yang memadai dan konektifitas wilayah akan memudahkan mobilitas peserta PON.
“Para pimpinan dan stakeholder olahraga di Jateng mendukung pencalonan tuan rumah PON 2032. Kami ingin PON 2032 nanti jadi momen kembalinya semangat PON I 1948 di Solo, yakni olahraga menjadi ajang silaturahmi bangsa dan pemupukan solidaritas, semangat persatuan serta kesatuan bangsa,” ujar Sujarwanto.
Soal venue, Sujarwanto menegaskan Jateng dan DIY punya fasilitas olahraga yang memadai dan sesuai standar nasional. Di Jateng sendiri, dari 67 cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Jateng, sebagian besar sudah mempunyai venue yang standar.
Dari jumlah tersebut hanya 14 cabang yang venuenya belum memenuhi standar.
Sementara itu, Tim Bidding PON XXIII Tahun 2032 Jawa Tengah yang dipimpin Wakil Ketua Umum III Mugiyo Hartono, kembali melakukan koordinasi ke KONI DIY pada Kamis (26/3) kemarin.
Kunjungan kerja ini untuk pembahasan lebih lanjut penyusunan dokumen bidding, khususnya melengkapi lampiran proposal yang akan diajukan kepada KONI Pusat.
Selain itu juga membahas soal cabang olahraga dan venue di dua provinsi tersebut.
Kunjungan rombongan KONI Jateng ini diterima Sekretaris Umum KONI DIY KMT A Tirtodiprojo bersama jajaran pengurus.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi dan kesiapan Jawa Tengah dan DIY sebagai tuan rumah bersama PON XXIII Tahun 2032.



0 Comments