Logo dan Maskot Porprov 2026 Jadi Simbol Kebanggan dan Prestasi Olahraga Jawa Tengah

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah memacu persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026. Langkah awal pada tahun ini meluncurkan logo dan maskot ajang empat tahunan tersebut.
Keduanya merupakan simbol kebanggan dan prestasi olahraga di provinsi ini.
“Logo dan Maskot Porprov ini menjadi identitas pekan olahraga di Jawa Tengah. Diharapkan, gaung Porprov Jateng XVII ini semakin baik di masyarakat,” tutur Ketua Panitia Sayembara Logo dan Maskot Porprov Jateng 2026, Harry ‘Yanto Soediro’ Nuryanto di Kantor KONI Jawa Tengah, Kompleks Jatidiri Semarang, Rabu (12/3).
Lomba logo dan maskot ini dibuka pada 30 Januari hingga 20 Februari. Adapun penilaian juri dilakukan pada 21-24 Februari lalu.
Yanto mengatakan, ada 74 peserta mengikuti lomba ini. Diakuinya, sempat terjadi diskusi cukup panjang antarjuri. Dari jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi delapan terbaik. Setelah itu, tiga peringkat terbaik diserahkan kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk dipilih yang terbaik.
“Hampir semua logo dan maskot punya karakteristik sendiri dan kuat. Setelah dilakukan penilaian, kami serahkan kepada juri kehormatan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Hasilnya tak jauh dari pandangan para juri,” jelas pria yang juga Wakil Ketua Umum III KONI Jateng.
Seksi Lomba Sayembara Logo dan Maskot Porprov Jateng 2026, Siswo Abadi, menuturkan penilaian bobot karya peserta lomba logo dan maskot meliputi kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, nilai filosofis, kekuatan visual, fleksibilitas aplikasi, serta daya ingat dan ikonik.
“Nilai filosofis dan pesan dari karya yang disampaikan memiliki makna serta cerita yang relevan dengan semangat olahraga, persatuan, dan prestasi,” ungkap Siswo Abadi.
Identitas Lokal
Sebagai pemenang lomba logo, KONI Jateng menetapkan karya Wahyu Purnomo (Banyumas) sebagai pemenang pertama. Posisi pemenang kedua dan ketiga diraih oleh Sukawi dan M Hafidh M.
Karya Wahyu Purnomo yang menggambarkan Tugu Muda mengandung filosofi lambang persatuan, kejayaan, keteguhan, jati diri
masyarakat Semarang Raya, serta harapan akan lahirnya
generasi atlet Jawa Tengah yang berprestasi dan berkarakter.
Sementara, untuk kategori lomba maskot, karya berjudul Waraga yang dibuat oleh Ari Krispriyanto ditetapkan sebagai juara pertama. Pemenang kedua dan ketiga kategori lomba maskot diraih oleh M Nurul Hakim S, dengan judul Si Argo, dan M Reivan Hafiz dengan judul Si Wara.
Untuk maskot Waraga yang merupakan singkatan dari Warak Olahraga mempunyai filosofi yang melambangkan perpaduan antara warisan budaya Semarang dan semangat Porprov Jateng XVII Tahun 2026 Semarang Raya. Nama ini mencerminkan kekuatan, kelincahan, serta jiwa kompetitif yang tetap berakar pada identitas lokal.
“Pemenang nanti diwajibkan membuat pictogram masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Jawa Tengah nanti,” terang Siswo.
Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso mengatakan, lomba logo dan maskot ini bagian dari persiapan penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah XVII. Pihaknya akan menguatkan koordinasi dengan KONI Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Salatiga selaku tuan rumah bersama.
“Kami ingin Porprov nanti menjadi momentum prestasi olahraga Jawa Tengah ke level yang lebih tinggi. Kami mohon dukungan masyarakat menyukseskan ajang ini nanti,” tandas Budi.




0 Comments