Catur Semarang Rebut Juara Umum, Regenerasi Atlet Putri Jadi PR
SALATIGA– Kontingen catur Kota Semarang memastikan diri sebagai juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026.
Raihan dua medali emas, tiga perak, dan satu perunggu mengantarkan Kota Atlas mengungguli daerah pesaing dalam persaingan di atas papan catur.
Dua emas Semarang berasal dari nomor beregu putri cepat dan kilat yang dipersembahkan Zahra Chumaira Amelia Hanfin (WFM) dan Angel Ruth Nugroho (WCM).
Sementara tiga perak disumbangkan Surya Wahyu Putra (MN), Cherishta Joane Nungki, dan Brandon Sujanto. Cherishta juga menambah koleksi medali Semarang dengan meraih perunggu.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Semarang, Eko Budi Santoso, mengapresiasi perjuangan para atlet.
Meski belum mampu memenuhi target empat emas, hasil akhir tersebut tetap mengantarkan Semarang menduduki posisi teratas dalam klasemen perolehan medali cabang catur.
“Persaingan tahun ini cukup ketat dan kekuatan antardaerah semakin merata. Kami bersyukur dua emas, tiga perak, dan satu perunggu yang diperoleh sudah cukup membawa Semarang menjadi juara umum,” ungkap Eko.
Menurut dia, peta persaingan catur Porprov 2026 menunjukkan semakin banyak daerah yang memiliki atlet kompetitif. Purbalingga juga mampu mengoleksi dua emas, sedangkan Boyolali dan Grobogan masing-masing meraih satu emas.
Eko menjelaskan, dua emas yang menjadi penentu gelar juara umum berasal dari nomor beregu putri cepat dan kilat. Hasil tersebut sesuai dengan proyeksi yang telah disusun sebelum pertandingan.
Namun, beberapa nomor yang semula diharapkan menjadi sumber tambahan emas belum memberikan hasil sesuai harapan. Di antaranya nomor perorangan putra serta perorangan putri cepat dan kilat yang belum berhasil meraih podium tertinggi.
Di balik keberhasilan mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama catur Jawa Tengah, Eko justru menyoroti persoalan regenerasi atlet putri. Ketersediaan pemain junior perempuan dinilai belum sebanding dengan potensi yang dimiliki sektor putra.
Padahal, regenerasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kesinambungan prestasi. Sejumlah pemain andalan Semarang diperkirakan akan memasuki fase akhir karier kompetitif dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami harus mulai menyiapkan pemain-pemain muda sebagai penerus. Regenerasi putri menjadi perhatian khusus karena jumlah atlet junior perempuan masih terbatas. Kami akan lebih aktif menjaring bibit melalui komunitas-komunitas catur,” jelasnya.
Meski demikian, Eko melihat Porprov kali ini memberikan harapan bagi masa depan catur Kota Semarang. Sejumlah pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi tingkat provinsi ternyata mampu menyumbangkan medali.
Kehadiran atlet debutan tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan jangka panjang. Mereka diharapkan terus berkembang melalui kesempatan bertanding dan program latihan yang berkelanjutan.
“Yang menggembirakan, ada pemain yang baru pertama kali tampil di ajang sebesar Porprov tetapi sudah mampu menyumbangkan medali. Ini aset berharga bagi Semarang. Usia mereka masih muda sehingga peluang untuk berkembang masih terbuka lebar,” tandas Eko.
Percasi Kota Semarang kini dihadapkan pada dua pekerjaan sekaligus, yakni mempertahankan dominasi prestasi dan memperkuat pembinaan atlet usia muda, terutama di sektor putri agar regenerasi berjalan lebih terarah.(**)
0 Comments