Tak Lagi Muda, Kastari dan Cris Subiyanto, Atlet Woodball Sumbang Emas Untuk Kota Semarang
Pasangan atlet woodball KONI Kota Semarang, Kastari dan Cris Subiyanto, sukses mempersembahkan medali emas nomor Ganda Fairway Putra dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Keduanya memastikan kemenangan setelah menaklukkan pasangan KONI Kota Surakarta dengan skor 2-1 di Lapangan Candigolf, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026).
Kemenangan tersebut menjadi kebanggaan bagi kontingen Kota Semarang. Kastari dan Cris menunjukkan kekompakan serta konsistensi permainan hingga berhasil mengamankan gelar juara di tengah cuaca panas dan rangkaian pertandingan yang menguras tenaga.
Kastari mengaku bersyukur dapat menuntaskan pertandingan final dengan hasil terbaik. Meski belum sepenuhnya puas dengan penampilannya, ia merasa bangga bisa menyumbangkan medali emas untuk Kota Semarang bersama Cris Subiyanto.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa menjadi juara di nomor Ganda Fairway Putra bersama Pak Cris,” kata Kastari seusai pertandingan.
Kalahkan Surakarta dengan Skor 2-1
Kastari mengakui pasangan Kota Surakarta memberikan perlawanan sengit di partai final. Menurutnya, lawan memiliki kemampuan pukulan yang bagus sehingga ia dan Cris harus menjaga konsentrasi serta membangun kerja sama yang solid sepanjang pertandingan.
Keduanya menjadikan pertandingan final sebagai momentum untuk mewujudkan target medali. Fokus dan kemampuan mengendalikan permainan menjadi bagian penting dalam menghadapi tekanan dari pasangan lawan.
“Kami memang fokus pada pertandingan final ini dan menargetkan bisa mendapatkan medali, meskipun lawan juga mempunyai pukulan yang bagus,” ujarnya.
Kemenangan dengan skor 2-1 tersebut memastikan Kastari dan Cris berdiri di podium tertinggi nomor Ganda Fairway Putra. Hasil ini sekaligus menambah prestasi kontingen woodball Kota Semarang dalam persaingan Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Cuaca Panas dan Jadwal Padat Uji Stamina Atlet
Perjalanan menuju medali emas tidak berlangsung mudah. Kastari menjelaskan, rangkaian pertandingan woodball telah berlangsung sejak Senin, dengan persaingan mulai babak 16 besar hingga partai final.
Jadwal pertandingan yang padat dan cuaca panas di area Lapangan Candigolf menuntut para atlet menjaga kebugaran serta konsentrasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika atlet harus mempertahankan akurasi pukulan dalam pertandingan yang berlangsung beruntun.
Kastari menilai kesiapan fisik sejak awal kompetisi berperan penting dalam menjaga performa hingga babak penentuan. Menurutnya, atlet tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknik, tetapi juga harus mampu mengelola stamina dan mempertahankan fokus di bawah tekanan.
Dalam olahraga woodball, ketepatan pukulan dan strategi permainan perlu berjalan seiring dengan kondisi tubuh yang prima. Terlebih dalam nomor ganda, setiap atlet harus menjaga komunikasi dan kekompakan agar pasangan dapat menjalankan strategi secara optimal.
Dukungan Pelatih dan Tim Kesehatan Bantu Pemulihan Atlet
Kastari turut mengapresiasi dukungan KONI Kota Semarang yang membantu para atlet selama menjalani kompetisi. Ia menilai persiapan yang melibatkan pelatih, ofisial, dan tim kesehatan memberikan kontribusi penting terhadap kelancaran pertandingan.
KONI Kota Semarang juga menyediakan dukungan pemulihan fisik, termasuk layanan pijat dan tenaga medis, untuk membantu atlet menjaga kondisi tubuh selama rangkaian pertandingan.
“Dari kota juga sudah didukung pelatih dan ofisial yang menyiapkan segala sesuatunya. KONI juga menyiapkan layanan pemulihan, termasuk pijat dan dokter untuk membantu menjaga kondisi kesehatan atlet,” jelasnya.
Selain dukungan selama pertandingan, Kastari menekankan pentingnya pemeriksaan kebugaran dan kesehatan secara berkala dalam pembinaan atlet. Menurutnya, setiap atlet yang memperkuat kontingen kota harus menjaga kondisi tubuh sejak masa persiapan hingga kompetisi berakhir.
Kesiapan tersebut membantu atlet menghadapi jadwal pertandingan yang padat sekaligus mempertahankan performa ketika memasuki babak-babak krusial.
Emas Woodball Tambah Prestasi Kota Semarang
Medali emas yang diraih Kastari dan Cris Subiyanto menjadi hasil dari perpaduan kemampuan individu, kerja sama pasangan, serta dukungan tim di luar lapangan.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya konsistensi latihan dan pengelolaan kondisi fisik dalam olahraga woodball. Kemampuan membaca situasi pertandingan, menjaga akurasi pukulan, dan menyusun strategi bersama menjadi faktor penting untuk menghadapi lawan yang memiliki kualitas permainan seimbang.
Bagi Kastari dan Cris, kemenangan di Lapangan Candigolf bukan sekadar keberhasilan mengalahkan lawan di partai final. Medali emas tersebut menjadi buah perjuangan selama kompetisi sekaligus kontribusi nyata bagi kontingen Kota Semarang dalam ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Keduanya pun berhasil membuktikan bahwa kekompakan, disiplin, dan kesiapan fisik menjadi modal penting untuk meraih prestasi di tingkat provinsi.
0 Comments