Surakarta Gagalkan Sapu Bersih Kota Semarang
SEMARANG– Kota Surakarta menggagalkan ambisi Kota Semarang menyapu bersih empat emas cabang bola basket Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026. Kota Bengawan meraih emas melalui tim putra nomor 5on5.
Kota Semarang meraih tiga emas melalui nomor 5on5 putri dan 3×3 putra/putri. Pada final yang berlangsung di Sahabat Arena Semarang, Jumat (30/10/2026), Zaky Alhakim dan kawan-kawan menaklukakkan tuan rumah 62-38. Untuk perunggu diraih Banyumas usai mengalahkan Kudus 78-68.
Bagian putri, Kota Semarang meraih podium tertinggi usai menumbangkan putri Kudus dengan 76-39. Untuk perunggu diraih Pati setelah mengalahkan Kota Surakarta 59-47.
Kota Semarang berhasil mengawinkan emas pada nomor 3×3. Tim putri Kota Semarang meraih kepingan tertinggi usai membungkan putri Grobogan melalui laga sengit dengan skor akhir 13-12. Sedangkan tim putra, meraih emas usai menumbangkan putra Banjarnegara dengan 19-16.
Untuk perunggu nomor 3×3 diraih tim putra Kendal dan tim putri Kota Surakarta. Pada laga final putra 5on5, Kota Surakarta langsung mendominasi permainan sejak tepak mula. Tim asuhan Ari Sapto langsung melakukan tekanan ke pertahanan Kota Lumpia. Pada kuarter pembuka, Kota Bengawan langsung tancap gas dengan unggul 20-3.
Pada kuarter kedua, dominasi Kota Surakarta terus berlanjut. Paruh kedua, Kota Surakarta unggul dengan 33-19. Memasuki paruh kedua, permainan Kota Semarang membaik. Namun belum cukup untuk mengimbangi tim lawan.
Kuarter ketiga berakhir 45-30. Surakarta menutup pertandingan dengan 62-38 pada kuarter keempat. Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Semarang Nelwan Hendarto mengapresiasi kerja keras semua tim Kota Semarang baik nomor 5on5 maupun 3×3.
”Kami harus mengakui, tim putra 5on5 Kota Surakarta memang yang terbaik pada porprov kali ini. Tapi anak-anak sudah bekerja keras untuk menang dan kami sangat mengapresiasi,” kata Nelwan.
Pelatih tim putra 5on5 Surakarta Ari Sapto mengatakan, keberhasilan ini karena kerja keras semua tim. Mulai dari pemain, pelatih, dan ofisial.
”Saya hanya menekankan kepada pemain untuk bermain lepas. Kami pernah bertemu saat fase grup dan menang. Tapi itu bukan jaminan akan mudah. Tim Kota Semarang tim yang kuat memberi perlawanan hingga akhir laga,” kata dia.(**)
0 Comments