Angkat Besi Porprov Jateng 2026 Tuntas, Kota Semarang Keluar sebagai Juara Umum

SEMARANG – Kontingen Kota Semarang menutup rangkaian pertandingan cabang olahraga (cabor) angkat besi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan hasil gemilang. Koleksi lima medali emas, tiga perak, dan lima perunggu memastikan Kota Atlas tampil sebagai juara umum.
Kepastian itu didapat setelah Anis Nur Romadoni menyumbangkan emas kelima bagi Kota Semarang pada hari terakhir pertandingan di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Senin (26/10/2026).
Bertanding di kelas 77+ kilogram lebih putri, lifter alumni Universitas Semarang (USM) tersebut membukukan angkatan snatch 80 kilogram dan clean and jerk 102 kilogram. Anis mengungguli Angelica Natasya Arestha P dari Kendal yang meraih perak serta Ayunda Risma dari Kabupaten Semarang yang menempati posisi ketiga.
Bagi Anis, keberhasilan tersebut menjadi emas keduanya di ajang Porprov. Sebelumnya, ia juga meraih medali emas pada Porprov Jawa Tengah 2023 di Pati Raya.
Empat emas Kota Semarang lainnya dipersembahkan Sifah Az-Zahra di kelas 48 kilogram putri, Nikolas Destian Prayuda di kelas 60 kilogram putra, Ifah Romadian di kelas 58 kilogram putri, serta Dyah Ayu Permatasari di kelas 77 kilogram putri.
Capaian tersebut menandai peningkatan prestasi Kota Semarang dibandingkan Porprov sebelumnya. Saat berlaga di Pati Raya pada 2023, kontingen ini hanya mampu membawa pulang dua medali emas.
Pembinaan Atlet Jadi Perhatian
Ketua Pengkot Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Semarang, Iskandar, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian para atlet. Perolehan lima emas dinilai menjadi perkembangan positif bagi kekuatan angkat besi Kota Semarang.
“Kalau dibandingkan dengan Porprov kemarin, kita hanya mendapatkan dua medali emas. Sekarang bisa meraih lima emas,” ungkapnya seusai pertandingan.
Meski demikian, Iskandar mengakui hasil yang diraih belum sepenuhnya memenuhi target pribadinya. Ia menilai masih ada atlet yang belum mampu tampil maksimal ketika menghadapi tekanan pertandingan.
“Untuk Davin, mungkin faktor psikis. Kondisinya kurang tenang saat mengangkat beban. Mentalnya masih perlu diperkuat,” katanya.
Selain mengevaluasi penampilan atlet, Iskandar menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan dan regenerasi lifter. Menurut dia, upaya menjaring atlet muda masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan fasilitas latihan hingga kekhawatiran orang tua terhadap olahraga angkat besi.
“Kita selalu memotivasi agar pembibitan tidak berhenti. Kita berupaya mencari solusi, antara lain merangkul sekolah-sekolah untuk sosialisasi. Atlet senior juga kita dorong membantu pembinaan, menjadi teman latihan sekaligus mendampingi atlet muda,” tuturnya.
Keterlibatan atlet senior diharapkan dapat mendukung proses regenerasi sekaligus membantu atlet-atlet muda meningkatkan kemampuan dan kesiapan mental sebelum tampil dalam kompetisi.
Blora Tempati Posisi Kedua
Di klasemen akhir, Kabupaten Blora menempati peringkat kedua dengan tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu. Pada hari terakhir, Blora menambah satu perak melalui Novel Ardiansyah di kelas 110 kilogram lebih putra.
Posisi ketiga ditempati Kabupaten Grobogan dengan koleksi satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Emas Grobogan diperoleh Mohamad Najib di kelas 88 kilogram putra pada hari kedua pertandingan. Atlet yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu membukukan angkatan snatch 130 kilogram dan clean and jerk 160 kilogram.
Kendal berada di peringkat keempat dengan satu emas dan dua perak. Kota Surakarta menempati posisi kelima dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu, sedangkan Kabupaten Banyumas berada di urutan keenam dengan satu emas dan satu perak.
Kabupaten Cilacap, Pati, dan Jepara masing-masing juga berhasil meraih satu emas. Sementara itu, Kota Pekalongan mengoleksi tiga perak dan satu perunggu, Boyolali mendapatkan satu perak, serta Kabupaten Semarang dan Karanganyar masing-masing meraih satu perunggu.
Persaingan pada hari terakhir turut menghasilkan dua juara dari sektor putra. Henokh Aldi Saputra dari Banyumas merebut emas kelas 110 kilogram putra dengan angkatan snatch 130 kilogram dan clean and jerk 150 kilogram.
Adapun Puguh Prasetyo yang kali ini membela Jepara menjadi juara kelas 110 kilogram lebih putra dengan catatan angkatan 125 kilogram pada snatch dan 150 kilogram pada clean and jerk.
Puguh memiliki rekam jejak di Porprov Jawa Tengah dengan membela Kabupaten Blora pada edisi sebelumnya. Ia meraih emas pada 2018 dan perak pada 2023.
Berakhirnya pertandingan selama tiga hari ini menempatkan Kota Semarang sebagai peraih medali emas terbanyak di cabor angkat besi Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Peningkatan dari dua menjadi lima emas sekaligus menjadi modal bagi Kota Semarang untuk memperkuat pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi mendatang.
Berikut hasil tiga kelas angkat besi pada hari ketiga Porprov Jateng 2026 (Senin 26 Oktober 2026):
- Kelas 110 kilogram putra: emas Henokh Aldi Saputra (banyumas) ((snatch: 130 kg/ clear & Jerk : 150 kg), perak Wahyu Purwantoro (grobogan) (100/120), Liero Braga Son Belini (Blora) (93/113)
- Kelas 110+ kilogram putra: emas Puguh Prasetyo (Jepara) (125/150), perak Novel Ardiansyah(Blora) (125/141), perunggu Doroan Yates (Semarang) (105/120)
- Kelas 77+ kilogram putri: emas Anis Nur Romadoni (Kota Semarang) (80/102), perak Angelica Natasya Arestha P (Kendal) (84/96), perunggu Ayunda Risma (Kab. Semarang) (75/90)
Hasil enam kelas angkat besi pada hari kedua Porprov Jateng 2026 (Minggu 25 Oktober 2026):
- Kelas 58 kilogram putri: emas Ifah Romadian(semarang) (snatch: 73 kg/ clear & Jerk : 87 kg), perak Ananda Ismawati (Kota Pekalongan) (63/92), Perunggu Eka Amalia Putri (grobogan) (71/83)
- Kelas 63 kilogram putri: emas Tasya Rizky Citra Lestasi (pati) (75/100), perang Carisa Yuen Amanda (solo) (75/93), perunggu Yunensi Novitasari(Semarang) (60/70)
- Kelas 88 kilogram Putra : emas Mohamad Najib (grobogan) (130/160), perak Tio Wenendi (Semarang) (105/115), perunggu Danang Firmansyah (Pekalongan) (96/110)
- Kelas 98 kilogram putra: emas Arif Puji Saputra (Cilacap) (125/161), perak Affuwun Afwa Subby P (grobogan) (115/151), Perunggu Lhofer Rixno (Semarang) (105/110)
- Kelas 69 kilogram putri: emas Ivania Cahyaningtyas (Solo) (77/93), perak Delila Putri Wulandari (Semarang) (73/92), perunggu Votcha Lintang Safira (Grobogan) (70/92)
- Kelas 77 kilogram putri: emas emas Dyah Ayu Permatasari (semarang) (80/96), perak Djezema Kyla Indira (Grobogan) (75/90), Perunggu Deva Visa Ananda (Solo) (70/81).
Berikut hasil enam kelas angkat besi pada hari pertama Porprov Jateng 2026 (Sabtu 24 Oktober 2026):
- Kelas 48 kilogram putri: emas Sifah Az-Zahra (Kota Semarang) (snatch: 55 kg/ clear & Jerk : 70 kg), perak Naraya Ayu Fadra (Kendal) (49kg/63kg, perunggu Aisyah Syifa Az-Zahra (Grobogan) (50kg/61kg).
- Kelas 53 kilogram putri: emas Siti Nafisatul Hariroh (Blora) (65/80), perak Ida Apri Astuti (Banyumas) (55/65), perunggu Elisabeth Vanina (Kota Semarang) (45/60).
- Kelas 60 kilogram putra: emas Nikolas Destian Prayuda (Kota Semarang) (107/135), perak M. Maq-dum Hasani (Kota Pekalongan) (100/125), perunggu Sofiatin Abdullah (Blora) (100/122).
- Kelas 65 kilogram putra: emas Ahmad Taifur Rahman (Blora) (108/131), perak Davian Samtama Ilham (Kota Semarang) (106/130), perunggu Redha Berlian (Karanganyar) (95/120).
- Kelas 71 kilogram putra: emas Tejo Sasongko Putro (Kendal) (110/133), perak Zaki Ardinata (Kota Pekalongan) (106/130), perunggu Raihan Dwi Artanto (Blora) (110/125).
- Kelas 79 kilogram putra: emas Muhammad Yasin (Blora) (120/130), perak Gandung Santoso (Boyolali) (100/121), perunggu Bagus Danu Saputra (Kota Semarang) (106/110).**
0 Comments