Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: Dicki Tifani Badi

Sujarwanto Bidik Prestasi PON 2028, Porprov Jateng Jadi Ajang Pembuktian Atlet Terbaik

SEMARANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) XVII 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali dan gelar juara. Kompetisi olahraga empat tahunan ini menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet di daerah sekaligus momentum menjaring bibit-bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah sekaligus Ketua Harian PB Porprov XVII Jateng, Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan bahwa Porprov memiliki peran strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan.

Menurutnya, ajang ini menjadi wadah bagi atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk menguji kemampuan, menunjukkan hasil latihan, sekaligus membuktikan kualitas pembinaan yang selama ini dijalankan.

“Melalui kegiatan ini, kita mempertemukan atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota untuk menjadi yang terbaik. Namun, bukan hanya soal prestasi, kita juga ingin memperkuat silaturahmi, persaudaraan, serta menumbuhkan semangat patriotisme dan sportivitas yang sehat,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Porprov XVII Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (25/10/2026) malam.

Sujarwanto menjelaskan, hasil pertandingan Porprov akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga dalam menyempurnakan sistem pembinaan atlet. Evaluasi tersebut diperlukan agar pembinaan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.

Porprov XVII Jateng 2026 secara resmi berlangsung pada 25–31 Oktober 2026. Namun, sejumlah cabang olahraga telah memulai pertandingan sejak 20 Oktober 2026 untuk mengakomodasi padatnya jadwal kompetisi.

Skala penyelenggaraan Porprov tahun ini terbilang besar. Sebanyak 58 cabang olahraga dipertandingkan dengan total 810 nomor pertandingan. Kompetisi tersebut melibatkan 7.999 atlet dan didukung 1.910 ofisial.

Pertandingan tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal menjadi tuan rumah utama penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

Selain lima daerah tersebut, beberapa cabang olahraga juga dipertandingkan di daerah lain. Cabang aeromodelling digelar di Kabupaten Blora, balap sepeda di Kota Surakarta, serta senam artistik di Kabupaten Pati.

Sujarwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov, termasuk daerah yang menyediakan fasilitas pertandingan bagi cabang olahraga tertentu.

Menurutnya, dukungan lintas daerah menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh pertandingan berlangsung lancar, aman, dan berkualitas, meskipun ketersediaan fasilitas olahraga di setiap daerah masih beragam.

Tak hanya melibatkan atlet dan ofisial, Porprov XVII Jateng 2026 juga didukung ribuan perangkat pertandingan. Sebanyak 3.571 perangkat pertandingan dari 58 cabang olahraga bertugas memastikan kompetisi berjalan sesuai peraturan, dengan penilaian yang objektif dan pelaksanaan pertandingan yang tertib.

Sujarwanto pun mengapresiasi seluruh pengurus cabang olahraga dan perangkat pertandingan yang telah berkontribusi menyukseskan pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Porprov harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Jawa Tengah dalam meningkatkan daya saing atlet menuju PON 2028.

Atlet yang menunjukkan potensi dan prestasi selama kompetisi akan menjadi bahan pertimbangan dalam program pembinaan lanjutan. Dengan demikian, Porprov tidak berhenti pada persaingan memperebutkan medali, tetapi menjadi awal dari proses pemantauan, evaluasi, seleksi, dan peningkatan kualitas atlet.

“Kita bersama seluruh pengurus dan kabupaten/kota akan terus melanjutkan pembinaan atlet menuju babak kualifikasi hingga nantinya bertanding di ajang Pekan Olahraga Nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujarwanto juga menyambut kehadiran perwakilan KONI dari sejumlah provinsi, di antaranya Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah itu diharapkan dapat memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengembangan olahraga prestasi.

Bagi Jawa Tengah, Porprov XVII 2026 menjadi momentum penting untuk mengukur kekuatan atlet sekaligus memetakan tantangan pembinaan yang masih harus dibenahi. Hasil kompetisi ini diharapkan menjadi pijakan dalam menyiapkan atlet yang lebih kompetitif agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Jawa Tengah pada PON 2028.

Obor Porprov Jateng XVII 2026 Tiba di Kantor KONI, Sujarwanto Sampaikan Harapan Ini

SEMARANG-– Kirab obor atau Torch Relay Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) XVII 2026 tiba di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026), sekitar pukul 18.00 WIB.Obor api tersebut diterima langsung oleh Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, di depan Kantor KONI Jateng. Selanjutnya, obor diserahkan kepada pengurus KONI untuk dibawa menuju GOR Jatidiri Semarang dan digunakan dalam prosesi penyalaan api pada pembukaan Porprov Jateng XVII 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Sujarwanto menyampaikan apresiasi atas kelancaran perjalanan kirab obor yang dimulai dari sumber Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, hingga tiba di Kota Semarang. Sepanjang perjalanan, kirab tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat di berbagai daerah.

“Saya berterima kasih sekali karena *Torch Relay* api Porprov XVII 2026 akhirnya telah sampai di GOR Jatidiri, setelah tiba di Kantor KONI Provinsi Jawa Tengah. Obor ini selanjutnya siap dinyalakan pada saat pembukaan Porprov XVII 2026,” ujar Sujarwanto seusai menerima kirab obor, Minggu petang.

Ia menjelaskan, perjalanan panjang kirab obor dari sumber Api Abadi Mrapen melintasi sejumlah daerah mendapat sambutan luar biasa, baik dari masyarakat maupun para pimpinan daerah.”Kami memantau perjalanan kirab ini satu demi satu. Ternyata, para pimpinan daerah, mulai dari bupati, wali kota beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga insan olahraga di kabupaten dan kota, menyambutnya dengan baik,” sambungnya.

Sujarwanto berharap, kirab obor tersebut mampu membangkitkan semangat seluruh atlet dari 35 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam Porprov Jateng XVII 2026. Ia juga mengingatkan para atlet agar menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik untuk meraih prestasi.Menurutnya, ajang olahraga tingkat provinsi ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet unggulan Jawa Tengah yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi, bahkan memecahkan rekor prestasi sebelumnya.

“Semoga semangat api Porprov ini terus bergelora di dalam diri setiap insan olahraga Jawa Tengah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sujarwanto menyebut jumlah atlet dan peserta yang terlibat dalam kirab obor Api Abadi Mrapen diperkirakan mencapai ribuan orang. Mereka bergantian membawa obor secara estafet melintasi sejumlah daerah, dimulai dari tim KONI Jawa Tengah, kemudian dilanjutkan oleh para olahragawan dan atlet di Kabupaten Demak, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang di Ungaran, Kabupaten Kendal, hingga berakhir di Kota Semarang.

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3