Barongsai Surakarta Raih Lima Medali Porprov Jateng 2026, Bidik Emas Kedua dari Nomor Naga Kecepatan

SEMARANG – Cabang olahraga barongsai menambah koleksi medali kontingen Kota Surakarta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Hingga Rabu (28/10/2026), tim Kota Bengawan mengoleksi lima medali, terdiri atas satu emas, tiga perak, dan satu perunggu.
Medali emas diraih melalui nomor Barongsai Halang Rintang. Sementara itu, tiga medali perak disumbangkan dari nomor Pekingsai Taolu Bebas, Naga Taolu Bebas, dan Barongsai Kecepatan. Adapun medali perunggu diperoleh dari nomor Naga Halang Rintang.
Bertanding di GOR Universitas Semarang, tim barongsai Surakarta masih berpeluang menambah koleksi emas. Satu nomor yang menjadi sasaran berikutnya adalah Naga Kecepatan yang dijadwalkan berlangsung Kamis (29/10/2026).
Atlet senior barongsai Surakarta, Reinardus Rismawan Susanto, mengatakan timnya akan berusaha memaksimalkan peluang pada pertandingan tersisa untuk memperbaiki capaian medali.
”Harapannya, kami bisa meraih hasil semaksimal mungkin. Besok kami masih bertanding dengan target satu medali emas di nomor Naga Kecepatan,” ujar Reinardus kepada tim media KONI Surakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, persiapan hingga pelaksanaan pertandingan sejauh ini berjalan sesuai rencana. Para atlet juga tidak menghadapi kendala berarti selama berlaga di Semarang.
Tim telah berupaya menerapkan strategi yang disiapkan untuk setiap nomor. Meski demikian, hasil akhir tetap bergantung pada kemampuan atlet menampilkan performa terbaik di arena pertandingan.
”Untuk kendala tidak ada. Sampai saat ini semuanya berjalan baik dan sesuai rencana. Memang, untuk hasil akhir saat pertandingan, kami serahkan kepada para atlet. Mereka harus menampilkan kemampuan terbaiknya di arena,” jelasnya.
Evaluasi untuk Kejar Tambahan Emas
Di tengah capaian lima medali, tim barongsai Surakarta tetap melakukan evaluasi terhadap penampilan para atlet. Reinardus menilai peningkatan kualitas latihan menjadi hal penting, terutama untuk nomor yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan keterampilan tinggi.
Pada nomor Barongsai Kecepatan dan Naga Halang Rintang, atlet dituntut mampu menyelesaikan lintasan dalam waktu terbaik dengan kondisi fisik yang prima. Sementara itu, nomor Taolu Bebas membutuhkan keterampilan serta kerapian gerakan agar penampilan memperoleh hasil maksimal.
”Evaluasinya tentu kami harus bekerja lebih keras dan berlatih lebih keras lagi. Untuk Barongsai Kecepatan dan Naga Halang Rintang, kami harus mencari cara agar bisa menempuh waktu tercepat. Kemudian, untuk Taolu Bebas, keterampilan dan kerapian penampilan juga masih perlu kami tingkatkan,” terangnya.
Dalam Porprov Jateng XVII 2026, tim barongsai Surakarta menetapkan target awal dua medali emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Dengan raihan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu, tim masih memiliki peluang untuk menambah medali sekaligus mendekati sasaran yang telah ditetapkan.
Reinardus menyebut target tersebut menjadi acuan awal bagi tim. Ia berharap para atlet mampu memaksimalkan pertandingan tersisa sehingga hasil akhir bisa melampaui perkiraan semula.
”Target kami sebenarnya dua emas, lima perak, dan tiga perunggu. Itu target pesimistis kami. Sebenarnya, kami ingin mengejar lebih dari itu. Namun, sekarang tinggal melihat hasil akhir dari teman-teman. Kami akan berusaha memaksimalkan semuanya,” ungkapnya.
Reinardus mengakui, upaya memenuhi target medali menjadi tantangan tersendiri. Selain berstatus atlet senior, ia juga terlibat dalam kepengurusan yang menangani sejumlah nomor, mulai dari barongsai, liong, hingga pekingsai.
Kepercayaan yang diberikan KONI Surakarta menjadi dorongan bagi tim untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik bagi daerah.
”Ini menjadi beban yang cukup berat karena saya juga menjadi salah satu pengurus yang mengurusi liong, barongsai, dan pekingsai. Saya sudah memberikan target kepada KONI dan mereka percaya kepada kami. Jadi, kami harus mengusahakan hasil maksimal untuk Kota Surakarta, KONI Surakarta, FOBI Surakarta, serta perkumpulan-perkumpulan yang mengikuti pertandingan ini,” paparnya.
Menurut Reinardus, pencapaian medali bukan satu-satunya hal yang ingin dibawa pulang dari Porprov Jateng 2026. Ia juga berharap partisipasi tim barongsai Surakarta dapat meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap olahraga tersebut.
Reinardus menilai barongsai masih kerap dipandang masyarakat sebatas pertunjukan tradisi atau bagian dari ritual dan adat. Padahal, olahraga ini telah berkembang menjadi cabang olahraga kompetitif dengan beragam kategori pertandingan.
”Sekarang barongsai sudah menjadi cabang olahraga. Memang, paradigma bahwa barongsai hanya untuk ritual dan adat masih ada. Namun, saat ini beberapa kategori, seperti liong, barongsai, dan pekingsai, sudah menjadi cabang olahraga yang diakui KONI,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Kota Surakarta yang tertarik mempelajari dan menekuni olahraga tersebut, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Keberadaan berbagai perkumpulan barongsai di Kota Solo diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi calon atlet sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.
”Harapannya, teman-teman di Solo, mulai dari yang kecil sampai dewasa, kalau ingin mengikuti cabor ini bisa menghubungi perkumpulan-perkumpulan yang ada di Solo,” tandasnya.
Dengan lima medali yang telah dikumpulkan dan satu peluang emas tersisa, tim barongsai Surakarta kini berupaya menutup perjuangan di Porprov Jateng 2026 dengan hasil maksimal. Nomor Naga Kecepatan menjadi kesempatan berikutnya bagi Kota Bengawan untuk menambah medali emas sekaligus memperkuat pencapaian kontingen.(*)
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Barongsai Surakarta Raih Lima Medali Porprov Jateng 2026, Bidik Emas Kedua dari Nomor Naga Kecepatan”
Baca selengkapnya di: https://www.jatengnetwork.com/olahraga/28417826821/barongsai-surakarta-raih-lima-medali-porprov-jateng-2026-bidik-emas-kedua-dari-nomor-naga-kecepatan
0 Comments