Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Enam Daerah Berbagi Emas di Hari Pertama Angkat Besi Porprov Jateng 2026

Khoirul Dwi Angraeni (Kota Semarang) meraih emas kelas 57 kg putri angkat berat Porprov Jateng 2026, Selasa 27 Oktober 2026. ( foto dok koni jateng)

SEMARANG – Persaingan cabang olahraga angkat berat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Kota Semarang, Selasa (27/10/2026) berlangsung sangat ketat. Tidak ada yang dominan. Dari enam kelas yang dipertandingkan, enam daerah berbeda sukses membawa pulang medali emas, menegaskan meratanya kekuatan para atlet.

Pada hari ini pertama angkat berat ini, sebanyak 32 atlet, terdiri atas 12 putra dan 20 putri, turun di enam kelas, yakni 47 kg, 52 kg, 57 kg, dan 63 kg putri serta 59 kg dan 66 kg putra.

Kota Semarang, Surakarta, Cilacap, Boyolali, Banyumas, dan Pati masing-masing merebut satu medali emas. Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang tampil menonjol dengan tambahan medali perak dan perunggu.

Di kelas 47 kg putri, Sania Aliyah Faza dari Kota Surakarta tampil sebagai yang terbaik. Dia membukukan angkatan squat 135 kg, bench press 72,5 kg, dan deadlift 160 kg.

Medali perak diraih Nayra Anggun dari Kendal, sedangkan Alfiyah Nur dari Grobogan menempati posisi ketiga.

Persaingan menarik juga tersaji di kelas 52 kg putri. Rimawati dari Cilacap merebut emas dengan angkatan squat 140 kg, bench press 75 kg, dan deadlift 145 kg. Gerda Halim dari Kota Semarang meraih perak, disusul Ayu Safitriningsih dari Demak dengan medali perunggu.

Pada nomor putra, Boyolali berjaya di kelas 59 kg melalui Maulana Yulian Pradana. Dia mencatatkan squat 185 kg, bench press 100 kg, dan deadlift 200 kg untuk mengamankan medali emas.

Sriyanto dari Kota Semarang harus puas dengan perak, sementara Sarjanto dari Kota Surakarta meraih perunggu. Ketatnya persaingan terlihat dari catatan angkatan ketiganya, terutama pada nomor deadlift, ketika Sarjanto mampu mengangkat beban 215 kg.

Sementara itu, kelas 66 kg putra menjadi milik Syahrul Kharis Setiadi dari Banyumas. Dia mencatatkan squat 210 kg, bench press 130 kg, dan deadlift 235 kg.

Dwi Prasetyo Nugroho dari Surakarta membayangi dengan catatan angkatan yang sama pada bench press dan deadlift, masing-masing 130 kg dan 235 kg. Namun, Syahrul unggul pada squat dengan selisih 5 kg. Romandoni Tri Kundori dari Kabupaten Semarang menempati posisi ketiga.

Tuan rumah Kota Semarang juga menunjukkan daya saing kuat di nomor putri. Khoirul Dwi Angraeni meraih emas kelas 57 kg putri setelah membukukan squat 145 kg, bench press 65 kg, dan deadlift 127,5 kg.

Rini Hastutik dari Blora meraih perak, sedangkan Santi Rosa dari Jepara memperoleh perunggu. Persaingan di kelas ini memperlihatkan bahwa kekuatan atlet tidak hanya ditentukan oleh satu jenis angkatan, melainkan akumulasi performa pada tiga gerakan.

Di kelas 63 kg putri, Sukamti dari Pati tampil sebagai juara dengan catatan squat 145 kg, bench press 65 kg, dan deadlift 152,5 kg.

Renika Niken dari Salatiga meraih perak, sementara Diah Ayu Utias dari Kota Semarang membawa pulang perunggu.

Ketua Umum Pengkot Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kota Semarang sekaligus Kabid Prestasi PABERSI Jawa Tengah, Nurwito Sri Prakosa, mengatakan persaingan pada hari pertama berlangsung ketat. Menurutnya, peta kekuatan atlet di sejumlah kelas cukup berimbang sehingga setiap medali harus diperjuangkan melalui penampilan maksimal.

Dia menjelaskan, Kota Semarang menurunkan 16 atlet dengan target tiga medali emas. Salah satu hasil yang sesuai harapan datang dari Khoirul Dwi Angraeni yang mampu mengamankan emas kelas 57 kg putri.

Nurwito menyebut Khoirul Dwi Angreni, saat di BK Porprov Jepara tidak berada dipuncak.. Dia dibawah atlet lain dari kabupaten lain. Evaluasi dan peningkatan latihan kemudian dilakukan agar atlet Kota Semarang tersebut mampu mengejar target prestasi. Dan ini juga kali pertama dia turun di angkat berat, pada Porprov sebelumnya dai tampil di angkat besi.

“Karena target utama adalah medali emas, atlet digenjot dan dilatih oleh pelatih nasional maupun mantan atlet nasional,” ujarnya.

Menurut Nurwito, persaingan juga berlangsung ketat di kelas 59 kg putra. Sriyanto harus menghadapi Sarjanto dari Surakarta yang memiliki kemampuan angkatan cukup kuat. Persaingan keduanya sempat diperkirakan berimbang sebelum Sriyanto akhirnya meraih medali perak.

Secara keseluruhan, hasil hari pertama memperlihatkan belum adanya daerah yang benar-benar mendominasi perolehan emas. Sebaran gelar juara di enam kelas menjadi gambaran bahwa persaingan angkat berat Porprov Jateng 2026 masih terbuka.

Pertandingan cabang olahraga angkat berat akan berlanjut selama dua hari berikutnya, Rabu dan Kamis (28–29/10/2026). Persaingan diperkirakan tetap menarik seiring upaya setiap kontingen menambah koleksi medali.**

Kelas 47 kg Putri

  1. Sania Aliyah Faza (Surakarta) Berat angkatan :Squat 135 kg, Bench Press 72,5 kg, deadlift 160 kg.
  2. Nayra Anggun (Kendal) : Squat 100 kg, Bench Press 60 kg, deadlift 117,5 kg
  3. Alfiyah Nur (Grobogan) : Squat 90, Bench Press 55 kg, deadlift 117,5 kg,
    Peserta yang tidak dapat medali : Devira Harris Darmadi (Kota Semarang) dan Puji Dwi Astuti (Blora)

Kelas 52 kg Putri

  1. Rimawati (Cilacap) : Squat 140 kg, Benchprees 75 kg, Deadlift 145 kg.
  2. Gerda Halim (Kota Semarang): Squat 100 kg, Bench Press 45 kg, deadlift 122,5 kg
    3 Ayu Safitriningsih – Demak : Squat 90 kg, Bench Press 45 kg, deadlift 115 kg.
    Peserta yang tidak dapat medali: Tiara Noviyanti (Jepara), Dekra Pasha Anada (Surakarta)

Kelas 59 kg putra

  1. Maulana Yulian Pradana (boyolali) : Squat 185 kg, Bench Press 100 kg, deadlift 200 kg.
  2. Sriyanto (Kota Semarang) : Squat 195 kg, Bench Press 92,5 kg, deadlift 190 kg,
  3. Sarjanto (Kota Surakarta): Squat 155 kg, Bench Press 90 kg, deadlift 215 kg.
    Peserta yang tidak dapat medali : M Irsyad Mahardika (Banjarnegara), Sanu (Banyumas), Indra Tri Junaedi (Kab Semarang)

Kelas 66 kg putra

  1. Syahrul Kharis Setiadi (Banyumas) : Squat 210 kg, Bench Press 130 kg, deadlift 235 kg,
  2. Dwi Prasetyo Nugroho (Surakarta) : Squat 205 kg, Bench Press 130 kg, deadlift 235 kg.
  3. Romandoni Tri Kundori ( Kab Semarang): Squat 190 kg, Bench Press 110, deadlift 257,5 kg.
    Peserta yang tidak dapat : Fajar Agus (Jepara), Sandi Makmur (Kota Pekalongan), Danang Wiratmo (Kota Semarang)

Kelas 57 kg putri

  1. Khoirul Dwi Angraeni (Kota Semarang) : Squat 145 Kg, Bench Press 65 kg, deadlift 127,5 kg
  2. Rini Hastutik (Blora) : Squat 107,5 kg, Bench Press 82,5 kg, deadlift 140 kg.
  3. Santi Rosa (Jepara) : Squat 120 kg, Bench Press 67,5 kg, deadlift 137,5 kg.
    Peserta yang tidak dapat : Haura Syifa (Banyumas) Durrotun Nasihah (Pati)

Kelas 63 kg putri

  1. Sukamti (pati) : Squat 145 kg, Bench Press 65 kg, deadlift 152,5 kg.
  2. Renika NIken (Salatiga) : Squat 140 kg, Bench Press 72,5 kg, deadlift 147,5 kg,
  3. Diah Ayu (Kota Semarang) : Squat 130 kg, Bench Press 72,5 kg, deadlift 322 kg,
    Peserta yang Tidak Dapat medali : Naif Zubaidah Grobogan) dan Ima Isnei Ruzika (Japara)**

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3