Sejarah! Tekuk Kota Semarang lewat Adu Penalti, Sepak Bola Surakarta Raih Emas Pertama di Porprov Jateng 2026

SEMARANG – Tim sepak bola Kota Surakarta mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama sepanjang keikutsertaan mereka di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
Tim berjuluk Kota Bengawan itu memastikan gelar juara Porprov XVII Jateng 2026 setelah menaklukkan Kota Semarang melalui adu penalti di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (27/10/2026).
Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang sepak bola Surakarta untuk meraih podium tertinggi Porprov Jateng. Dalam pertandingan final yang berlangsung ketat, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Alvaro Adriano sempat membawa Surakarta unggul sebelum Kota Semarang menyamakan kedudukan. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Di babak penentuan, kiper Surakarta Arya Sheka tampil gemilang dengan menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Semarang.
Satu tendangan lawan lainnya meleset dari sasaran sehingga membuka jalan bagi Surakarta untuk mengunci kemenangan dan membawa pulang medali emas.
Manajer tim sepak bola Kota Surakarta, Rianto Ardi Nugroho, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian bersejarah tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, tim pelatih, serta dukungan masyarakat Kota Solo.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerja keras seluruh tim serta masyarakat Kota Surakarta, sore ini kami bisa pecah telur. Kami berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama untuk sepak bola Kota Surakarta di Porprov,” ujar Rianto.
Menurut Rianto, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Konsistensi selama persiapan dan perjuangan pemain dalam melewati setiap pertandingan menjadi bagian penting dari perjalanan tim hingga mencapai partai final.
Pelatih kepala sepak bola Kota Surakarta, Agus Pratikto, yang akrab disapa Atik, turut menyampaikan apresiasi kepada KONI dan Pemerintah Kota Surakarta atas dukungan yang diberikan kepada tim.
Ia mengakui kondisi fisik para pemain tidak sepenuhnya prima saat menjalani pertandingan final. Jadwal pertandingan yang berdekatan membuat pemain harus menguras tenaga untuk mempertahankan performa hingga laga penentuan.
“Karena bermain hampir lima kali berturut-turut, kondisi fisik anak-anak sudah tidak maksimal. Mungkin tinggal sekitar 50 persen. Namun, yang paling dominan justru mental mereka. Mental juaranya sangat kuat sehingga akhirnya bisa menyelesaikan pertandingan dengan maksimal,” ungkap Atik.
Atik menilai mental juara menjadi salah satu faktor penting yang membantu pemain menghadapi tekanan pertandingan final. Meski kelelahan, para pemain tetap mampu menjaga konsentrasi hingga menyelesaikan pertandingan melalui adu penalti.
Atik juga berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan sekolah sepak bola di Kota Bengawan.
“Untuk masyarakat Solo, semoga keberhasilan menjadi juara Porprov ini bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan olahraga di Kota Solo. Saya juga berharap sekolah sepak bola yang dinaungi PSSI Kota Surakarta bisa berkembang dengan baik,” tutur Atik.
Medali emas pertama sepak bola Surakarta di Porprov Jateng menjadi catatan penting bagi perjalanan olahraga Kota Bengawan.
Keberhasilan ini sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pengelola sepak bola daerah untuk menjaga prestasi dan memastikan pembinaan pemain muda berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Porprov Jateng 2026: Wushu Surakarta Tampil Gemilang di Salatiga, Tiga Emas dan Satu Perak Jadi Modal Positif
Dengan dukungan pemerintah, KONI, PSSI, sekolah sepak bola, dan masyarakat, para pemain muda Surakarta diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas untuk melangkah ke level senior serta mengharumkan nama daerah di kompetisi yang lebih tinggi.(*)
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Porprov Jateng 2026: SEJARAH! Tekuk Semarang Lewat Adu Penalti, Sepak Bola Surakarta Raih Emas “
Baca selengkapnya di: https://www.jatengnetwork.com/olahraga/28417821500/porprov-jateng-2026-sejarah-tekuk-semarang-lewat-adu-penalti-sepak-bola-surakarta-raih-emas
0 Comments