Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Tiga Emas Porprov Jateng 2026, Sejuta Kebahagiaan Dela: Perjuangan Panjang Atlet Sepak Takraw Muda Jepara

Dela Agustina Ramadani setelah sukses membawa pulang tiga medali emas dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026

SEMARANG – Senyum bahagia menjadi gambaran perjuangan Dela Agustina Ramadani setelah sukses membawa pulang tiga medali emas dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Atlet sepak takraw asal Kabupaten Jepara itu membuktikan bahwa kegemaran sederhana saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) bisa berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Siapa sangka, perjalanan Dela hingga berdiri di podium juara bermula dari sekadar ikut-ikutan teman bermain sepak takraw. Kala itu, ia belum membayangkan olahraga tersebut bakal menjadi bagian penting dalam hidupnya. Namun, rasa penasaran yang tumbuh saat mencoba perlahan berubah menjadi kecintaan yang membuatnya terus bertahan hingga sekarang.

“Dulu iseng-iseng ikut teman waktu SD, terus alhamdulillah ketagihan sampai sekarang,” kata Dela, Rabu (28/10/2026).

Dari permainan bersama teman-teman, Dela mulai menekuni sepak takraw dengan lebih serius. Kemampuannya terus diasah, sementara keinginannya untuk berkembang membawanya menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah.

Di sekolah tersebut, Dela mendapatkan kesempatan untuk menyeimbangkan pendidikan formal dengan pembinaan sebagai atlet. Namun, menjadi atlet pelajar bukan perkara mudah. Ada kedisiplinan yang harus dijaga, waktu istirahat yang perlu diatur, serta latihan rutin yang menuntut konsistensi setiap hari.

Aktivitas Dela dimulai sejak pagi. Sekitar pukul 05.00, ia sudah berada di lapangan untuk menjalani latihan hingga pukul 07.00. Setelah itu, ia kembali ke asrama untuk sarapan, mandi, dan bersiap mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Pelajaran berakhir sekitar pukul 12.30. Seusai makan siang dan beristirahat, ia kembali mengenakan perlengkapan latihan untuk menjalani sesi sore mulai pukul 15.30 hingga menjelang magrib.

Rutinitas belum berhenti begitu saja setelah latihan selesai. Dela masih harus membersihkan diri, makan malam, dan mengikuti apel malam sebelum beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh.

Hari demi hari dijalaninya dengan pola yang hampir sama. Ada kalanya lelah datang setelah kegiatan sekolah dan latihan yang padat. Namun, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

“Jadi, setiap hari kita juga ada latihan khusus buat meningkatkan kemampuan kita, selain sekolah,” ujarnya.

Perjuangan Berbuah Tiga Medali Emas
Semua proses itu akhirnya menemukan hasil manis di arena Porprov Jateng 2026. Membela Kabupaten Jepara, Dela berhasil meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang diikutinya, yakni tim regu, tim dobel, dan inter regu.

Tiga medali emas sekaligus menjadi pencapaian istimewa bagi atlet asal Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, tersebut. Kegembiraan atas keberhasilan itu terasa semakin berarti karena setiap medali diperoleh melalui persaingan yang tidak mudah.

Salah satu lawan tangguh yang harus dihadapi adalah Kabupaten Kendal. Menghadapi persaingan seperti itu, Dela tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu. Sepak takraw menuntut koordinasi, kekompakan, dan kepercayaan antarpemain agar setiap serangan maupun pertahanan berjalan sesuai strategi.

Dalam pertandingan, konsentrasi juga menjadi kunci. Pemain harus tetap tenang ketika mendapat tekanan, menjaga semangat ketika permainan berlangsung ketat, dan tidak kehilangan keyakinan terhadap kemampuan sendiri.

Dela mengaku dukungan para pelatih turut membantunya menghadapi tantangan tersebut. Motivasi yang diberikan menjadi bekal untuk menjaga kepercayaan diri dan tetap fokus ketika bertanding.

“Dari kemampuan, kekompakan juga harus semangat. Motivasi dari pelatih-pelatih sini sangat membantu. Tetap jadi diri sendiri di lapangan, jangan mudah goyah, tetap yakin sama diri sendiri,” tuturnya.

Keberhasilan memborong tiga emas itu menjadi buah dari perjalanan panjang yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Dari sekadar bermain bersama teman, Dela kini mampu menunjukkan kemampuannya di kompetisi olahraga tingkat provinsi.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak datang dalam semalam. Bakat perlu dipertemukan dengan kesempatan, latihan yang terarah, kedisiplinan, serta dukungan pelatih yang mendampingi proses perkembangannya.

SMANKO Jadi Bagian Perjalanan Atlet Muda
Kepala Seksi Kepelatihan Balai PPLOP/PPOP Jawa Tengah pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Anastasia Rita Eny Wijayanti, mengatakan, siswa SMANKO direkrut melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan potensi dan prestasi olahraga yang dimiliki.

“Anak-anak yang mengikuti seleksi, dilaksanakan oleh Balai PPLOP. Kita mencari anak-anak yang memang punya prestasi olahraga,” kata Rita.

Menurut dia, siswa SMANKO memperoleh fasilitas pendidikan dan asrama, uang saku, serta kesempatan menjalani latihan rutin pada pagi dan sore hari. Program pembinaan tersebut dilaksanakan melalui Balai PPLOP/PPOP Jawa Tengah.

Pembinaan mencakup 24 cabang olahraga. Sejumlah cabang yang dikembangkan bahkan telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.

Rita menambahkan, kualitas pelatih menjadi salah satu perhatian dalam upaya melahirkan atlet berprestasi. Para pelatih dipilih dengan mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak prestasi, serta memiliki sertifikasi minimal tingkat nasional.

“Kami memilih benar-benar pelatih yang andalan Jawa Tengah. Kami membina mereka untuk berprestasi,” ujarnya.

Bagi Dela, tiga medali emas Porprov bukan sekadar koleksi penghargaan. Ketiganya menjadi bukti bahwa pilihan untuk terus menekuni sepak takraw sejak kecil telah membawanya ke pencapaian yang membanggakan.

Perjalanan tersebut juga menjadi pengalaman berharga untuk menatap tantangan berikutnya. Setelah merasakan keberhasilan di tingkat provinsi, kesempatan tampil di kompetisi yang lebih tinggi dapat menjadi sasaran untuk terus mengembangkan kemampuannya.

Dari lapangan tempat ia dahulu bermain bersama teman-temannya, kini Dela telah melangkah lebih jauh. Kerja keras, disiplin, dan dukungan pelatih mengantarkannya merasakan manisnya berdiri sebagai peraih tiga medali emas Porprov Jateng 2026.

Bagi Jawa Tengah, prestasi atlet muda seperti Dela menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan agar semakin banyak atlet pelajar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Yang jelas harapan kita tetap satu kata, Jawa Tengah juara. Jadi prestasi harus tetap nomor satu,” pungkas Rita.**

Sumber: sigijateng.id

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3