Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Angkat Berat Porprov Jateng Berakhir, Kota Semarang Juara Umum, Disusul Surakarta, Sragen dan Pati

Dadi Wiyono menjadi atlet paling kuat dari cabor angkat berat di kelas 120 kg putra. Dia mendapatkan medali emas. (foto dok humas koni jateng)

SEMARANG – Kontingen Kota Semarang berhasil mendominasi cabang olahraga angkat berat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Menuntaskan persaingan selama tiga hari di Gedung Graha Sari, Gayamsari, Selasa-Kamis (27-29 Oktober 2026), Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan raihan empat medali emas, enam perak, dan tiga perunggu.

Sementara itu, Kabupaten Sragen mencuri perhatian pada hari terakhir. Dua atlet yang tampil sama-sama meraih medali emas, sekaligus mengantarkan Sragen menempati peringkat ketiga klasemen akhir.

Kota Surakarta berada di posisi kedua dengan koleksi dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Kabupaten Pati mengumpulkan dua emas, ada di posisi keempat.

Boyolali menduduki peringkat kelima dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Disusul Blora di posisi keenam dengan satu emas dan satu perak, serta Grobogan di urutan ketujuh dengan satu emas dan dua perunggu.

Adapun Cilacap, Banyumas, dan Kota Magelang menempati peringkat kedelapan hingga kesepuluh dengan masing-masing satu emas. Sejumlah daerah lain, seperti Karanganyar, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, Salatiga, Jepara, dan Sukoharjo, belum berhasil meraih medali emas, tetapi tetap membawa pulang perak dan perunggu.

Medali emas terakhir Kota Semarang disumbangkan Hermanto Setiawan dari kelas 120 kg plus putra. Ia mencatatkan total angkatan 737,5 kg, hasil dari squat 305 kg, bench press 172,5 kg, dan deadlift 260 kg.

Hermanto tampil dominan dengan mengungguli Endrawan HW dari Karanganyar yang membukukan total angkatan 650 kg untuk meraih perak. Sementara itu, M Bagas Hermawan menempati posisi ketiga dengan total angkatan 607,5 kg.

Tiga emas Kota Semarang lainnya diraih Daniel Kristiawan di kelas 74 kg putra, M Rizal Tegar pada kelas 83 kg putra, serta Khoirul Dwi Angraeni di kelas 57 kg putri.

Sragen Menyodok
Sragen menjadi salah satu daerah yang mencatatkan hasil positif pada penghujung kompetisi. Dua atlet yang berlaga pada hari terakhir sama-sama sukses naik ke podium tertinggi, sehingga mendongkrak posisi daerah tersebut ke peringkat ketiga klasemen akhir.

Dua medali emas itu dipersembahkan Dadi Wiyono dari kelas 120 kg putra dan Afrelia Puspitasari di kelas 84 kg plus putri.

Dadi mencatatkan total angkatan 700 kg, terdiri atas squat 275 kg, bench press 165 kg, dan deadlift 260 kg. Hasil tersebut mengantarkannya meraih emas setelah mengungguli Achmad Al Amin dari Demak yang membukukan 605 kg. Medali perunggu diraih Habib Soleman dari Karanganyar dengan total angkatan 580 kg.

Kesuksesan serupa ditorehkan Afrelia Puspitasari. Ia membukukan total angkatan 465 kg melalui squat 200 kg, bench press 95 kg, dan deadlift 170 kg.

Afrelia mengungguli Nadine Adriana dari Karanganyar yang mengumpulkan total angkatan 430 kg. Sementara itu, Anindya Drysca Kurniasari dari Kota Semarang harus puas dengan medali perunggu setelah mencatatkan angkatan 415 kg.

Di kelas 84 kg putri, Nabila Zahra dari Kota Surakarta turut menyumbangkan emas bagi kontingennya. Nabila mencatatkan total angkatan 412,5 kg, terdiri atas squat 165 kg, bench press 75 kg, dan deadlift 172,5 kg.

Emas tersebut menjadi yang kedua bagi Kota Surakarta. Sebelumnya, Sania Aliyah Faza berhasil meraih emas di kelas 47 kg putri.

Medali perak kelas 84 kg putri diraih Ang Joyceline Maria dengan total angkatan 385 kg. Sementara itu, Retno Pujilestrasi dari Grobogan memperoleh perunggu dengan total angkatan 365 kg.

Empat Emas
Ketua Umum Pengkot Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Kota Semarang, Nurwinto Sri Prakosa, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih anak asuhnya. Perolehan empat emas tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak tiga emas.

“Alhamdulillah dapat empat. Satu atlet yang tidak ditarget emas tapi dapat emas adalah Rizal Tegar,” kata dia.

M Rizal Tegar menjadi salah satu penyumbang emas Kota Semarang melalui penampilannya di kelas 83 kg putra pada Rabu (28/10). Ia mencatatkan total angkatan 662,5 kg, terdiri atas squat 255 kg, bench press 162,5 kg, dan deadlift 245 kg.

Rizal berhasil mengungguli Iwan Zuwardi dari Kabupaten Semarang serta Shouma Nur dari Jepara.

Nurwinto menilai persaingan angkat berat dalam Porprov kali ini berlangsung ketat. Sejumlah atlet yang sebelumnya diunggulkan justru gagal mengatasi lawan yang tidak terlalu diperhitungkan.

Menurut dia, situasi tersebut menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan mental setiap atlet untuk menghadapi persaingan di arena pertandingan.

“Kami membawa 16 atlet. Tiga atlet kami tidak mendapatkan medali,” kata dia.

Terkait persiapan menuju Pra-PON, Nurwinto yang juga menjabat Kabid Prestasi PABERSI Jawa Tengah menjelaskan, perolehan emas di Porprov tidak serta-merta menjamin seorang atlet lolos ke tahap tersebut. Penentuan atlet yang akan mengikuti seleksi tetap mengacu pada kebijakan pengurus provinsi.

“Soal siap saja nanti yang akan diikutkan di seleksi Pra PON, kami manut Pengprov PABERSI Jateng,” kata dia.

Sumber: sigijateng.id

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

slot gacor 4d slotgacor4d slotgacor4d sakuratoto sakuratoto totoagung amintoto amintoto cantiktoto qdal88 gacor4d gacor4d gacor4d olympus super scatter toto slot slot gacor slot qris slot qris slotgacot4d slot gacor 4d slot gacor 4d totomacau slot gacor maxwin
totoagung toto slot slot gacor 4d totoagung situs slot gacor link maxwin totoagung totoagung totoagung totoagung totoagung
cantiktoto toto slot agen toto slot cantiktoto qdal88 idn slot slot gacor 4d qdal88 slotgacor4d toto slot 4d gacor4d sakuratoto3