Pesenam Kota Semarang Dominasi Podium Gimnastik

SEMARANG KONIJATENG– Kontingen gimnastik Kota Semarang berhasil mengoleksi 16 emas, 7 perak, dan 1 perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah Semarang Raya 2026 yang berakhir Kamis (29/10/2026) di GOR Prof Kamiso FIK Unnes.
Hasil itu menempatkan Ibu Kota Jateng sebagai juara umum. Peringkat kedua diraih Pati dengan 3 emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Disusul Brebes dengan 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Perolehan tersebut meningkat dibandingkan capaian porprov sebelumnya (14 emas).Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kota Semarang, Hamzah Musawa, mengungkapkan bahwa target mempertahankan pencapaian sebelumnya sempat diragukan.
Kondisi tersebut dipengaruhi absennya dua atlet yang selama ini menjadi bagian penting dalam kekuatan tim, yakni Satria dari nomor artistik dan Amabel dari nomor ritmik yang mengalami cedera.
“Porprov 2026 ini bisa menembus 16 emas. Kami sempat ragu bisa menyamai Porprov 2023, tetapi semangat dan dedikasi atlet gimnastik Kota Semarang luar biasa,” ujar Hamzah.
Prestasi ini, kata dia, karena kerja bersama atlet, pelatih, dan jajaran pengurus. Dukungan antarpihak menjadi salah satu faktor yang dinilai berperan dalam menjaga performa atlet selama pertandingan.
“Ini tidak bisa dilepaskan dari kebersamaan, perhatian dari pelatih dan pengurus, serta bagaimana kami saling mendukung. Dengan dukungan itu, hasil yang sangat luar biasa ini bisa dicapai,” katanya.
Dominasi Kota Semarang di cabang gimnastik pun diharapkan dapat dipertahankan pada penyelenggaraan Porprov berikutnya. Evaluasi terhadap hasil pertandingan dan pembinaan atlet dipandang penting agar peningkatan medali tidak berhenti pada capaian tahun ini.
Ketua Harian FGI Jawa Tengah Tommy Soenyoto mengatakan, pembinaan senam membutuhkan gedung yang memang diperuntukkan cabang senam. Sehingga prestasi atlet terutama Kota Semarang semakin meningkat.
”Harus diakui, Kota Semarang masih menjadi sentra pesenam di Jateng khususnya artistik dan ritmik. Tapi saya melihat pesenam di daerah lain juga menunjukkan peningkatan,” tutur Tommy.
Bagi dia, kebutuhan fasilitas latihan yang memadai masih menjadi pekerjaan rumah bagi pembinaan gimnastik Kota Semarang.(***)
0 Comments