Semarang Siapkan Gelaran Porprov Jateng 2026 agar Meriah, Lancar, dan Libatkan Masyarakat

SEMARANG – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang akan digelar pada 25–31 Oktober 2026 kini resmi memasuki tahap akhir. Sebagai salah satu tuan rumah utama, Kota Semarang mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari perbaikan infrastruktur venue, penyambutan kirab Api Porprov, hingga seremoni pembukaan (opening ceremony) di Stadion Jatidiri.
Langkah ini dibahas dalam audiensi antara jajaran KONI Jawa Tengah yang dipimpin Ketua Umum Sujarwanto Dwiatmoko bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Kantor Wali Kota Semarang, Selasa (29/9/2026) sore.
Rangkaian Kirab Api Porprov XVII
Salah satu poin utama pembahasan adalah skenario perjalanan Api Porprov yang diambil dari Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan. Api tersebut akan diarak melintasi sejumlah wilayah pada 24–25 Oktober 2026 sebelum disulut pada prosesi pembukaan.
- 24 Oktober 2026: Diarak melintasi Kabupaten Demak, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal.
- 25 Oktober 2026: Tiba di Kota Semarang dan diarak dari Balai Kota Semarang menuju Stadion Jatidiri untuk prosesi pembukaan resmi pada malam hari.
Sebaran Cabang Olahraga dan Skala Penyelenggaraan
Kota Semarang menjadi wilayah pengampu cabang olahraga terbanyak pada Porprov XVII.
Distribusi Venue Pertandingan:
- Kota Semarang: 29 Cabang Olahraga
- Kota Salatiga: 12 Cabang Olahraga
- Kabupaten Semarang: 9 Cabang Olahraga
- Kabupaten Kendal: 8 Cabang Olahraga (Sekaligus lokasi Upacara Penutupan pada 30 Oktober)
- Kabupaten Demak: 4 Cabang Olahraga
- Wilayah Penyangga Eksternal: Balap Sepeda (Solo), Aeromodeling (Blora), dan Gimnastik (Pati).
Secara keseluruhan, ajang empat tahunan ini akan melibatkan 10.528 atlet dari 58 cabang olahraga yang bersaing memperebutkan 2.714 medali, serta didukung oleh 3.777 wasit dan panitia.
Kesiapan Infrastruktur dan Pesta Rakyat
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Pemkot Semarang bersama KONI Kota Semarang terus mempercepat pembenahan aksesibilitas di sekitar venue pertandingan.
“Yang kami lakukan bersama KONI Kota Semarang di antaranya perbaikan infrastruktur, termasuk jalan-jalan yang rusak di sekitar venue, dan persiapan lainnya,” ujar Agustina.
Selain membidik target mempertahankan gelar juara umum, Agustina menekankan bahwa kirab api dari Balai Kota menuju Stadion Jatidiri harus menjadi momen yang melibatkan dan menghibur seluruh lapisan masyarakat.
“Pekerjaan rumah kita sekarang agar pelaksanaan kirab dan seremoni pembukaan bisa gegap gempita. Dari Balai Kota ke Jatidiri, libatkan masyarakat. Jadi kegiatan ini milik seluruh masyarakat, baik kirab maupun pembukaan,” tegasnya.



0 Comments