Sujarwanto Buka Porprov Silat XVII: Ajang Pembuktian 214 Pendekar Terbaik Menuju PON

Ketua Harian PB Porprov yang juga Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko saat membuka pencak silat Poprov
SEMARANG – Sebanyak 214 pendekar silat terbaik dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah bersaing untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII cabang pencak silat di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), 25-29 Oktober 2026.
Event ini dibuka oleh Ketua Harian PB Porprov yang juga Ketua Umum KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko,Minggu (25/10) dengan prosesi buka gelanggang berupa penyerahan pusaka golok dari Sujarwanto kepada Ketua Umum Pengprov IPSI Jateng Harry Nuryanto Soediro.
Hadir dalam.pembukaan Porprov silat, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Dwi Yasmanto, Sekum Budi Santoso, Ketua Panpel Joko ”Joss” Santoso, hingga Wakil Rektor II Unimus Hardiwinoto,
Dalam sambutannya, Sujarwanto menaruh harapan besar agar seluruh atlet tampil optimal mengeluarkan segenap kemampuan terbaiknya. Ia menyebut para atlet yang berlaga di panggung Porprov ini merupakan saringan dari yang terbaik di antara yang terbaik.
“Dalam sebuah pertandingan hanya akan dipilih siapa peraih emas, perak, dan perunggu. Jadi kepada para juara, jangan lekas puas, jangan lengah, karena hari ini juara suatu saat nanti jika tak disiplin berlatih akan dikalahkan. Bagi yang kalah, tetaplah berjuang karena masih ada hari esok untuk bisa lebih baik lagi,” tegas Sujarwanto penuh motivasi.
Lebih lanjut, Sujarwanto optimistis Pengprov IPSI Jateng akan terus melahirkan pendekar-pendekar tangguh yang tidak hanya mendominasi kancah nasional, tetapi juga disegani di kancah internasional.
Ia mengingatkan bahwa Porprov bukan sekadar perebutan medali, melainkan momentum emas untuk meningkatkan pencapaian diri serta batu loncatan penting menuju ajang Pra-PON dan PON.
Persaingan Ketat
Sementara itu, Ketua Panpel Joko ”Joss” Santoso memaparkan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 214 atlet. Rinciannya terdiri atas 123 atlet putra yang turun di nomor tanding (kelas A hingga J) serta seni (tunggal, ganda, dan beregu), serta 91 atlet putri yang bertarung di kelas A sampai F serta nomor seni.
“Banyaknya peserta yang hadir dari 35 kabupaten/kota menunjukkan bahwa cabang pencak silat masih menjadi primadona di Jawa Tengah,” ujar Ketua IPSI Kota Semarang itu antusias.
Di sisi lain, Technical Delegate Pencak Silat Porprov, Haris Nugroho, mengungkapkan bahwa persaingan tahun ini justru semakin kompetitif dan terbuka. Pasalnya, empat pesilat andalan Jawa Tengah yang kini menghuni Pelatnas harus absen demi mengemban tugas negara.
Keempat srikandi matras tersebut adalah Safira Dwi Meilani (Kabupaten Kudus), Atifa Fismawati (Kota Tegal), Kirana Tias Savira (Klaten), dan Fradiva Arzeti Calvinia (Grobogan). Mereka tengah dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Dunia Junior di Uzbekistan dan Kejuaraan Senior di Malaysia.
“Selain karena disiapkan ke event yang lebih besar demi negara, kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi cedera sehingga IPSI Jateng tidak mengizinkan mereka turun ke Porprov. Kendati demikian, mereka tetap diproyeksikan tampil di PON 2028 nanti,” pungkas Haris, yang juga legenda juara dunia pencak silat tahun 1997. (Aji)
0 Comments