Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

KONI JATENG gelar Coffee Morning dengan Wartawan

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 persoalan mutasi atau perpindahan atlet mengemuka.
Untuk membahas masalah mutasi atlet pada Porprov, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah mempercepat pelaksanaan rapat kerja dengan KONI kabupaten/kota.

“Pelaksanaan rapat kerja dipercepat pada Agustus mendatang dari jadwal semula Desember 2022,” kata Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana pada coffee morning dengan wartawan di Kantor KONI Jateng di Semarang, Jumat (22/7).
Mutasi atlet yang pindah ke daerah lain menjelang adanya event olahraga besar, seperti Porprov, menurut Bona belum ada sanksi hukum tegas yang mengaturnya. Sanksi yang diberikan KONI Jateng berupa sanksi sosial dengan menyampaikan kepada bupati/wali kota, KONI, sampai ke RW dan RT tempat tinggal atlet bersangkutan.
“Kami berharap sanksi sosial ini bisa membuat efek jera bagi atlet bersangkutan akan merasa malu,” ujarnya.
Pada Porprov Jateng yang bakal di gelar pada September 2023 mempertandingkan cabang olah raga (cabor) lebih banyak dari tahun 2018 yakni 49 cabor.

Porprov 2023 akan digelar di Pati Raya dengan tuan rumah enam kabupaten yakni Kabupaten Jepara, Porprov, Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Grobogan.
“Ada beberapa cabang olahraga di gelar di luar Pati Raya seperti

berkuda, golf, dan arum jeram,” ujar Bona.
Sementara, Wakil Ketua Umum Bidang Prestasi KONI Jateng, Masalah batas waktu mutasi atelat pada Porprov akan disampaiakan pada rapat kerja KONI Jateng mendatang.
Oleh karenanya, Soedjatmiko meminta para peserta rapat kerja untuk memberikan masukan batasan waktu mutasi atlet Porprov sehingga putusanya bisa diterima semua pihak.
“Atlet mempunyai hak untuk berpindah ke daerah lain, kita tidak bisa melarang,” tandasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published.