7.993 Atlet Berebut Prestasi di Porprov Jateng, Ahmad Luthfi Bidik PON 2028
Semarang, Minggu 25 Oktober 2026
Sebanyak 7.993 atlet dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mulai bersaing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026. Lebih dari perburuan medali, ajang ini menjadi ujian pembinaan atlet daerah sekaligus pijakan Jawa Tengah menatap PON 2028.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi membuka Porprov XVII di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu malam (25/10/2026). Ajang yang berlangsung pada 25–31 Oktober ini diikuti 1.910 ofisial yang mendampingi para atlet di 58 cabang olahraga dengan total 810 nomor pertandingan.
Target tinggi menuju PON 2028
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Porprov harus menjadi momentum melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Setiap daerah diminta tidak sekadar mengirim kontingen, tetapi juga memiliki target prestasi yang jelas.
“Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi.” Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah
Menurutnya, hasil pertandingan perlu menjadi tolok ukur pembinaan olahraga di tiap kabupaten/kota. Atlet dengan potensi dan performa terbaik diharapkan dipersiapkan lebih lanjut untuk PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Juara boleh, ego sektoral jangan
Luthfi mengingatkan bahwa persaingan menjadi juara tidak boleh menghilangkan sportivitas. Porprov juga harus memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa saling menghormati antarkontingen.
“Para atlet dan ofisial jangan mempunyai ego sektoral. Gunakan media ini untuk saling menghormati dan menghayati. Wasit juga tidak boleh memihak, berikan yang terbaik.” Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah
Semarang Raya jadi pusat, tiga cabor di luar kawasan
Porprov XVII menjadikan Semarang Raya sebagai kawasan utama. Lima daerah menjadi tuan rumah:
- Kota Semarang
- Kota Salatiga
- Kabupaten Semarang
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Kendal
Karena keterbatasan fasilitas, sejumlah cabang olahraga dipertandingkan di luar lima daerah tersebut:
Mengukur hasil pembinaan
Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan bahwa Porprov adalah kompetisi olahraga antarkabupaten/kota yang digelar setiap empat tahun sekali.
“Ajang ini menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet, mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah, serta menjaring bibit potensial.” Sujarwanto Dwiatmoko, Ketua KONI Jawa Tengah
Melalui kompetisi ini, kualitas pembinaan olahraga di daerah diharapkan semakin terarah, sehingga menghasilkan atlet yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Berkah ekonomi bagi daerah tuan rumah
Kehadiran atlet, ofisial, dan rombongan pendukung berpotensi menggerakkan usaha di daerah tuan rumah, mulai dari kuliner dan UMKM hingga perhotelan dan pariwisata. “Ini berkah bagi kita. Dengan Porprov ini nanti akan ada perputaran finansial dan ekonomi,” kata Luthfi.
Keberhasilan Porprov pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih medali terbanyak. Ajang ini juga kesempatan memperkuat pembinaan atlet, menjaga sportivitas, dan memastikan kegiatan olahraga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
1 Comment
[…] BACA JUGA : 7.993 Atlet Berebut Prestasi di Porprov Jateng, Ahmad Luthfi Bidik PON 2028 […]