Duel Sengit di Lintasan Jatidiri, Athaya Pati Unggul atas Atlet Semarang

SEMARANG – Atlet Kabupaten Pati, Muhamad Athaya Rizky Prasetya (20), sukses mempertahankan prestasi dengan meraih medali emas pada nomor speed 500 meter putra cabang olahraga (cabor) sepatu roda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah (Jateng) 2026. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa (27/10/2026) sore.
Athaya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 44,670 detik. Atlet Kota Semarang, Vero Abimanyu Saputro, harus puas menempati posisi kedua dengan waktu 44,814 detik. Sementara itu, posisi ketiga diraih atlet Kota Surakarta, Rasendriya Albinakhlah, dengan catatan waktu 45,187 detik.
Adapun posisi keempat ditempati atlet Kabupaten Temanggung, Naruna Ottokeanu, yang membukukan waktu 46,399 detik.
Athaya mengungkapkan, pada Porprov Jateng 2026 ini dirinya mengikuti dua nomor perseorangan, yakni speed 500 meter dan 200 meter Dual Time Trial (DTT).
Ia mengaku bersyukur bisa kembali meraih medali emas sekaligus mempertahankan prestasinya sejak Porprov 2023.
“Alhamdulillah, saya bisa mempertahankan prestasi dari Porprov sebelumnya dan kembali meraih medali emas,” katanya.
Menurut Athaya, lintasan sepatu roda di GOR Jatidiri telah memenuhi standar internasional. Namun, kondisi lintasan kali ini terasa lebih licin dibandingkan biasanya akibat perubahan cuaca dalam beberapa waktu terakhir.
“Untuk venue sepatu roda di Jatidiri, secara standar sudah termasuk tingkat internasional. Namun, karena beberapa waktu lalu sempat terjadi kemarau dan hujan, lintasannya terasa lebih licin daripada biasanya,” ungkapnya.
Atlet asal Pati itu menuturkan, dirinya mulai menekuni olahraga sepatu roda sejak 2012, saat masih berusia enam tahun. Berawal dari sekadar mencoba, olahraga tersebut kemudian berkembang menjadi hobi hingga pekerjaan yang ditekuninya.
“Kalau saya main sepatu roda itu dari 2012. Kurang lebih sudah hampir 15 tahun di sepatu roda atau dari usia enam tahun. Awalnya cuma coba-coba, kemudian jadi hobi dan akhirnya menjadi pekerjaan,” bebernya.
Sementara itu, Vero Abimanyu Saputro berhasil menyumbangkan medali perak bagi Kota Semarang pada nomor speed 500 meter putra. Hasil tersebut menjadi bekal bagi Vero untuk menghadapi dua nomor berikutnya, yakni 200 meter dan tim sprint.Vero mengakui, kesalahan strategi menjadi salah satu faktor yang membuatnya gagal meraih posisi teratas.
Ia merasa terlambat mengambil momentum untuk menambah kecepatan sehingga lawan lebih dahulu melesat.
“Juara dua hari ini. Salah strategi saja, kebanyakan menunggu. Sudah telat menarik, lawan sudah menarik duluan,” ujarnya.
Atlet yang pernah memperkuat kontingen Jawa Tengah pada PON Aceh 2024 itu sebelumnya mencatatkan prestasi dengan meraih dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Pada Porprov kali ini, ia berharap bisa memperbaiki hasil pada nomor-nomor berikutnya.
“Harapannya ke depan lebih baik dari hari ini. Insyaallah bisa meraih emas,” katanya.
0 Comments