Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Porprov Jateng XVI

Hendrik dan Ihsan Juara Lomba Logo dan Maskot – Porprov 2023

UMUMKAN PEMENANG : Ketua panitia lomba desain logo dan maskot Porprov 2023 Darjo Soyat bersama seksi dokumentasi Muhammad Fatchurahman Bagus S menunjukkan karya juara saat pengumuman pemenang di Kantor KONI Jateng, kemarin.

SEMARANG – Logo karya Hendrik Ferdiansyah (Kabupaten Brebes) dan maskot karya Ihsan Dwiono (Kota Semarang) bakal menjadi logo dan maskot resmi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Pati Raya, 5 – 11 Agustus 2023 mendatang. Hal itu setelah karya kedua seniman itu dinobatkan sebagai pemenang pertama oleh dewan juri yakni Harry Nuryanto, Sri Busono dan Joko Sunarto.
”Penjurian sudah dilaksanakan 6 Januari lalu. Dan, pada siang ini, Senin (30/1), pemenang lomba kami umumkan secara terbuka,” kata ketua panitia lomba desain logo dan maskot Porprov 2023 Darjo Soyat didampingi seksi dokumentasi Muhammad Fatchurahman Bagus S di Ruang Rapat KONI Jateng, kemarin.
Di samping karyanya akang menjadi logo dan maskot resmi Porprov 2023, Hendrik dan Ihsan masing-masing akan mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta.
Panitia juga menetapkan karya logo Setyawan Agus Subari (Boyolali) dan Charles Sari Yordan (Surakarta), serta maskot karya Agus Harsanto (Grobogan) dan Wahyu Purnomo (Banyumas) sebagai juara kedua dan ketiga. Untuk juara kedua logo dan maskot masing berhak atas hadiah Rp 7,5 juta dan ketiga Rp 5 juta.

Peserta Antusias
Lebih lanjut Darjo menjelaskan, para peserta lomba logo dan maskot sangat antusias. Hal itu dibuktikan dalam masa sebulan yakni dari 1 Desember 2022 hingga ditutup 2 Januari 2023, terdapat 192 karya disain yang masuk ke panitia. Dari jumlah tersebut, setelah diverifikasi terdapat karya yang dikirim lebih dari sekali oleh peserta, juga tidak terdapat penjelasan tentang filosofi.
”Setelah diverifikasi didapatkan 127 logo dan 41 maskot yang layak untuk dinilai oleh dewan juri. Sedang 16 lainnya tak lolos verifikasi,” ungkapnya.
Dalam penjurian, para juri berlaku cermat dan hati-hati. Setelah semua karya disain dibeber di meja, kemudian para juri mulai menyortir karya-karya yang tersisih. Dari sejumlah karya peserta itu, akhirnya didapat enam logo dan enam maskot yang masuk nominasi. ”Terakhir, Jumat (27/1) lalu, para juri kembali mencermati. Keputusan tidak berubah, yakni tiga teratas menjadi juara, menyisihkan tiga lainnya,” jelas Darjo Soyat, yang juga Kabid Media dan Humas KONI Jateng. (H85)

Sekda Ajak Masyarakat Sukseskan PORPROV Jateng

WhatsAppImage2023-01-17at070710
WhatsAppImage2023-01-17at070709
WhatsAppImage2023-01-17at0707091
WhatsAppImage2023-01-17at0707092
WhatsAppImage2023-01-17at070708
previous arrow
next arrow

BERI ARAHAN : Sekda Provinsi Jateng Sumarno memberikan pengarahan kepada Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat dan Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Aria Chadra Destianto dan pengurus KONI lainnya saat audiensi di Sekretariat Provinsi Jl Pahlawan Semarang

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023 yang akan berlangsung di enam kabupaten wilayah Pati Raya, Agustus mendatang. Hal itu dikemukakannya saat menerima audiensi pengurus KONI Jateng di Sekretariat Provinsi Jl Pahlawan Semarang, kemarin.
”Ya, mari kita sukseskan Porprov Jateng. Para pengurus kan sudah komitmen untuk melakukan pembinaan olahraga, salah satunya dengan menggelar Porprov. Tentu saja, kita juga mengimbau masyarakat untuk menyukseskan gelaran tersebut,” kata Sumarno dalam sambutannya.
Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Rahardjo Munadjat hadir dalam audiensi tersebut didampingi Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Aria Chandra Destianto, Wakil Ketua Umum II dan III KONI Jateng Soedjatmiko dan Harry Nuryanto serta Sekum Ahmad Ris Ediyanto.
Sebelumnya, Bambang Rahardjo melaporkan tentang kesiapan KONI Jateng menggelar Porprov dan menghadapi babak Pra-PON Aceh – Sumut dalam tahun yang sama. Kedua event yang membutuhkan anggaran tidak sedikit itu harus digelar diikuti demi menjaga prestasi olahraga Jateng. ”Pada 2023 ini, ada dua gawe besar yang dikelola KONI Jateng yakni Porprov Jateng dan Pra-PON. Ini harus kerjakan dalam waktu yang berhimpitan,” papar Bambang.
Guna menghadapi Pra-PON tersebut, Jateng sudah menyiapkan 450 atlet dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Untuk bisa tampil pada PON 2024 di Aceh – Sumut, seorang atlet atau cabang olahraga beregu harus lolos dari Pra-PON. ”Itu pun, jika kelolosannya hanya menempati peringkat empat ke bawah, kecil kemungkinan untuk bisa dikirim. Kami hanya memprogram untuk mengirim atlet yang lolos dengan minimal dengan peringkat ketiga, dengan asumsi nanti bisa meraih medali perunggu atau melesat jadi perak atau bahkan emas,” kata Bambang.
Para atlet yang masuk Pelatda, kata Bambang, mendapatkan insentif tiap bulan. Soal besaran, disesuaikan dengan anggaran dari APBD Jateng. ”Ya, kita memberi insentif sesuai besaran anggaran,” jelasnya.
Atas laporan tersebut, Sumarno langsung merespon Bambang. Dia menyarankan untuk segera menyusun anggaran tahun 2024 dalam menghadapi PON Secepat mungkin. Dengan demikian, ketika DPRD dan Pemprov membahas rancangan APBD 2024 bisa segera ikut dibahas sehingga dimungkinkan mendapat anggaran sesuai proyeksinya. ”Segera saja anggaran 2024 disusun, jangan menunda-nunda,” sarannya.

Direncanakan Maju
Sementara Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Soedjatmiko dalam kesempatan tersebut memaparkan kesiapan KONI Jateng menggelar Porprov 2023. Dosen FIK Unnes itu menjelaskan, jadwal awal Porprov adalah 9-16 September 2023, kemungkinan besar dimajukan menjadi 5-11 Agustus 2023.
”Pada September 2023 ada sekitar 23 cabang olahraga yang menggelar babak Pra-PON, sedangkan Agustus hanya dua cabang olahraga. Karena proyeksi kita PON, maka jangan sampai kita mengirim atlet ke Pra-PON ala kadarnya (bukan lapis pertama) atau sebaliknya Porprov dikorbankan dengan malarang atlet utama tampil. Jadi biar keduanya jalan seirama, Porprov direncanakan maju,” paparnya.
Porprov akan mempertandingkan 57 cabang olahraga dengan 70 disiplin dan 869 nomor pertandingan. Event yang akan digelar di enam kabupaten akan diikuti sekitar 9500 atlet dan ofisial.
Di samping ityu, karena keterbatasan venue tuan rumah, maka ada lima cabang olahraga yang digelar di luar Pati Raya yakni balap motor, golf (Semarang), balap sepeda (Karanganyar), arung jeram (Kabupaten Magelang) dan biliar (Kota Pekalongan). (A4)

Publikasi Porprov 2023 Harus Gencar

WhatsAppImage2023-01-18at215046
WhatsAppImage2023-01-18at215047
previous arrow
next arrow

FOTO BERSAMA : Plh Kadisporapar Jateng Purwanto dan Wakil Ketua Umum V Sudarsono serta pengurus KONI lainnya foto bersama seusai audiensi.

SEMARANG – Plh Kadisporapar Jawa Tengah Purwanto mengingatkan agar publikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 gencar, baik sebelum dan selama pelaksanaan. Hal itu dikemukakannya saat menerima audiens KONI Jateng di ruang kerjanya, Rabu (18/1) kemarin.

”Pemberitaan harus kencang, biar masyarakat tergugah dan mengetahui ada event itu. Di samping itu, juga biar provinsi tetangga tahu bahwa kita membina atlet. Jadi pra dan post Porprov, publikasi intens,” kata Purwanto pada akhir sambutannya.
Hadir dalam audiensi itu Wakil Ketua Umum V KONI Jateng Sudarsono, Kabid Rena Irwan P Cahyono dan Kabid Media- Humas Darjo Soyat. Adapun Kadisporapar didampingi Kabid Keolahragaan Aria Chandra Destianto, Purdianto (Kepala Sub Koordinator Olahraga Prestasi dan Olahraga Pendidikan) dan Rita Wijayanti (Analis Olahraga Prestasi dan Olahraga Pendidikan).

Kadisporapar mendorong untuk segera terbit SK panitia PB Porprov. Hal itu dimaksudkan agar persiapan untuk pelaksanaan event olahraga Jawa Tengah empat tahunan itu lebih laju.
Sementara dalam laporannya, Sudarsono menyebut pada 2023 ini KONI Jateng memiliki tiga agenda besar, yakni Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk Pra-PON, Porprov 2023 dan Pra-PON. ”Ketiga agenda ini memerlukan perhatian serius, dan tentu saja dana,” kata Sudarsono.Tentang dana, Sudarsono menyebut anggaran untuk tahun 2023 pas-pasan. Karena itu, dalam Pra-PON maupun PON dilakukan skala prioritas. ”Artinya, atlet atau cabang olahraga potensial yang berpeluang meraih medali itulah yang bakal diberangkatkan ke PON 2024,” katanya.Untuk Porprov, Darsono menyebut akan digelar di enam kabupaten wilayah Pati Raya. Sebanyak 57 cabang olahraga akan digelar, namun ada beberapa yang dimainkan di luar tuan rumah.

Menanggapi permintaan Kadiporapar, Kabid Media-Humas KONI Jateng Darjo Soyat menyebut pemberitaan selama ini sudah berjalan baik media cetak, radio dan online. ”KONI Jateng bahkan menggandeng 12 wartawan Jateng untuk menjadi partner,” katanya.